Melawan Hukum Islam, Masjid Ini Menjadi yang Paling Kontroversial di Dunia

Apa ini termasuk ajaran Islam?

Sebagian besar dari kamu yang muslim pasti pernah singgah di masjid yang memiliki keunikan-keunikan. Misalnya saja masjid dengan seribu pintu di Tangerang, masjid Pathok Negoro Plosokuning yang selalu mengumandangkan adzan sebanyak 2 kali saat Jumat, hingga masjid di Blitar yang menyelenggarakan sholat tarawih hanya dalam 7 menit saja. Meskipun berbeda, tapi semuanya memiliki kesamaan yaitu selalu diimami oleh seorang laki-laki. Iya, imam laki-laki yang sesuai dengan Al-Quran dan hadist.

Baca juga : Selama Dia Bahagia, Aku Juga Akan Bahagia. Sesederhana Itu

Masjid Ibn Rushd-Goethe (metrouk2.files.wordpress.com)

Berbeda dengan masjid pada umumnya, sebuah masjid di Jerman ini justru memiliki imam seorang perempuan. Tak heran jika kemudian masjid ini menjadi sasaran kecaman umat muslim dari seluruh dunia. Bukan hnaya itu, masjid yang bernama Ibn Rushd-Goethe ini juga menuai banyak kontroversi karena “keunikannya”.

Masjid Ibn Rushd-Goethe ini berada di Berlin, Jerman. Namanya sendiri terinspirasi dari dua tokoh yang berasal dari negara dan agama berbeda yang digabungkan menjadi satu. Yang pertama adalah Ibn Rushd, tokoh islam yang lahir di Kordoba, Spanyol, yang kedua adalah penulis Jerman bernama Johanna Wolfgang Goethe.

Didirikan dan di imami seorang perempuan

Mungkin di seluruh dunia, sudah banyak sekali masjid yang didirikan oleh seorang perempuan. Tapi sepertinya hanya di Ibn Rushd-Goethe saja yang yang diimami oleh wanita. Namanya Seyran Ates, dia lahir di Turki. Seyran merupakan seorang pengacara dan juga aktivis hak perempuan di Jerman. Dia merupakan pendiri dan juga imam di masjid ini.

Didirikan dan diimami wanita (bz-berlin.de)

Seyran sudah tinggal di Jerman sejak usianya menginjak 6 tahun. Saat dewasa, Seyran memilih kuliah di jurusan hukum hingga akhirnya bisa bekerja sebagai pengacara di Berlin. Seyran juga berhasil membuka kantor konsultasi untuk perempuan Turki dengan biayanya sendiri. Dan saat ini Seyran berhasil mewujudkan mimpinya untuk membangun sebuah masjid.

Apakah masjid ini melawan hukum Islam?

Ditelisik dari latar belakangnya, Seyran bukanlah dari kalangan ustadzah. Dikutip dari CBS News, Seyran telah berjuang melawan interpretasi konservatif dalam Islam meskipun ini bukanlah misi yang mudah.

Diketahui, Seyran menjadikan masjidnya sebagai tempat ibadah untuk muslim Alawiyah, Sunni dan Syiah. Tak hanya itu, jika pada umumnya tempat laki-laki dan perempuan dipisah, di Masjid Ibn Rushd-Goethe sangat berbeda. Di masjid ini laki-laki dan perempuan boleh beribadah berdampingan secara fisik, tentu ini sangat bertentangan dengan hukum Islam, bukan?

Apakah masjid ini melawan hukum islam? (twimg.com)

Bahkan, Seyran juga membuka pintu lebar kepada kaum LGBTQ. Yang tak kalah mencengangkan, umat yang beribadah di dalamnya -utamanya perempuan- tidak menggunakan pakaian yang menutup aurat secara sempurna seperti mukena maupun gamis. Bukan tanpa alasan, Seyran meyakini bahwa intrepretasi konservatif dalam Islam sudah tidak lagi relevan dengan kehidupan modern.

Dijuluki sebagai masjid paling tak Islami di dunia

Dengan segala “keunikan” yang dimiliki, masjid ini mendapatkan banyak perhatian dari umat muslim di seluruh dunia. Bahkan beberapa negara muslim mengecamnya. Sebut saja Mesir dan Turki. Sebuah institusi dari Mesir bahkan mengeluarkan fatwa haram untuk masjid tersebut. Dan gara-gara masjid ini juga hubungan diplomatik antara Jerman dan Turki sempat memanas.

Masjid yang tak Islami (medium.com)

Kemudian banyak umat muslim yang menyebut masjid ini sebagai masjid paling tak Islami di dunia. Alasannya sangat jelas, karena bertentangan dengan ajaran Islam pada umumnya. Meskipun sering mendapat perlawanan, Seyran tetap bersikeras dan teguh pada pendirian. Menurutnya, perlawanan yang dia lakukan justru membuatnya semakin yakin bahwa dia melakukan hal yang benar.

Tak hanya kontroversial, nyatanya masjid ini malah dituding melanggar hukum Islam. Nggak kebayang kan seperti apa jadinya kalau masjid ini ada di Indonesia. Bagaimana menurut kamu?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Wanita Berpendidikan Tinggi Sulit Menikah? Kata Siapa?

Google Home, Speaker Cerdas yang Bikin Kita Merasa Punya Jarvis Seperti di Film Iron Man