Kisah Mulia Dibalik Nama Masjid ‘Maria, Ibu Yesus’ di Abu Dhabi

SImbol toleransi antar umat beragama

316
SHARES

 

Saat mendengar kata masjid, maka bayangan kita tentu saja langsung tertuju pada bangunan tempat ibadah umat muslim. Sebagai tempat ibadah, tak heran jika nama-nama masjid biasanya diambilkan dari kata-kata yang penuh makna indah ataupun terinspirasi dari Al Qur’an.

Lantas bagaimana jadinya jika ada sebuah masjid yang justru dinamai dengan hal berbau Nasrani? Hal ini bisa dijumpai di Abu Dhabi, dimana ada sebuah masjid yang diberi nama Masjid Mariam, Umm Eisa atau Masjid Maria, Bunda Isa. Seperti kita tahu, dalam ajaran Nasrani, Isa adalah Yesus.

Permintaan sang putra mahkota

Semula, Masjid Mariam, Umm Eisa yang berada di Distrik Al Mushrif – Abu Dhabi itu bernama Masjid Shaikh Mohammad Bin Zayed (nah, kalau ini kan baru terasa aura Islamnya, ya?). Nama baru yang disandangnya itu baru mulai diresmikan sejak Rabu, 14 Juni 2017 lalu, atau bertepatan dengan hari ke-19 Ramadan.

Shaikh Mohammad Bin Zayed Al Nahyan – melf.ae

Bukan tanpa sebab jika masjid itu mendapatkan nama Mariam, Umm Eisa. Adalah Putra Mahkota Abu Dhabi, Shaikh Mohammad Bin Zayed Al Nahyan yang meminta penggantian nama tersebut. Alasannya, sang pangeran yang juga merupakan Deputi Komandan Angkatan Militer Uni Emirat Arab (UEA) ingin agar pergantian nama tersebut bisa mengeratkan hubungan kemanusian antar pemeluk agama di sana. Sungguh tujuan yang sangat mulia, bukan?

bagian dalam masjid – getty images

Menurut Menteri Toleransi UEA, Shaikha Lubna Al Qasim, inisiatif Shaikh Mohammad Bin Zayed Al Nahyan memberi teladan yang mencerahkan, sekaligus mencerminkan keindahan toleransi, di mana antar-umat beragama hidup saling berdampingan di Uni Emirat Arab. Hal ini turut diamini oleh Kepala Badan Urusan Islam dan Wakaf, Mohammad Mattar Al Kaabi,  yang menyatakan bahwa sejak era kekuasaan Emir Zayed Bin Sultan Al Nahyan, toleransi di Uni Emirat Arab terus terjaga.

Respon umat Nasrani

Sebagai informasi, Masjid Mariam, Umm Eisa terletak hanya beberapa langkah dari Gereja Anglikan St Andrews, dan pendeta senior gereja St Andrews, Andrew Thompson, menyambut baik upaya untuk memupuk toleransi tersebut. Menurutnya, Maria, Bunda Yesus, adalah sosok suci yang istimewa dan menjadi simbol ketaatan pada Tuhan. Lebih jauh, Thompson berharap agar toleransi antar-umat beragama di Uni Emirat Arab, khususnya Muslim dan Kristen kian meningkat, apalagi di tengah konflik sektarian dan konflik di level regional, bahkan dunia yang tengah marak terjadi beberapa waktu ini.

sosok masjid simbol toleransi – ibtimes.co.in

Selain pastor Thompson, reaksi serupa juga datang dari pendeta senior Gereja Komunitas Evangelical, Jeramie Rinne yang menyatakan bahwa umat Nasrani merasa tergugah dan diberkati sebagai bagian dari Uni Emirat Arab. Sedangkan menurut Pemimpin Katolik, Uskup Paul Hinder, sekaligus kepala Vikariat Apostolik di Arabia Selatan, inisiatif Putra Mahkota tersebut akan memberi kontribusi pada perdamaian dan toleransi, tidak hanya di Uni Emirat Arab, tapi juga di seluruh wilayah regional.

Benar-benar toleransi yang punya tujuan mulia, bukan? Ayo Indonesia, jangan mau kalah sama Abu Dhabi!

316
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~