Pada Dasarnya Manusia Memang Terlahir Jahat, Nggak Percaya? Ini Buktinya

Masih nggak ngaku kalau kamu jahat?

Sebaik-baiknya manusia pasti memiliki sisi jahat dalam dirinya. Begitupula sebaliknya, sejahat-jahatnya manusia pasti memiliki sisi baik. Namun ada juga anggapan bahwa sesungguhnya manusia terlahir jahat. Bahkan sudah melakukan kejahatan sejak di dalam kandungan.

Manusia terlahir jahat (business-humanrights.org)

Mungkin inilah alasannya kenapa bumi tak akan pernah bisa damai. Media-media menyiarkan berbagai macam bentuk kejahatan, dan banyak perselisihan yang terjadi di masyarakat. Banyak kok yang nggak setuju dengan ungkapan ini. tapi kamu harus percaya karena beberapa hal ini adalah bukti nyata bahwa manusia memang dilahirkan dengan sifat jahat.

Adanya hukum dan pemerintahan

Mungkin kamu belum menemukan korelasi antara pemerintah dengan takdir manusia yang terlahir jahat. oke, Inovasee akan menjelaskan. Adanya pemerintah ini sebenarnya bentuk dari ketidakpercayaan manusia kepada manusia lainnya. Oleh karena itu hukum dan pemerintahan dibentuk.

Adanya hukum dan pemerintah (vox-cdn.com)

Hukum dibuat untuk melindungi diri dari berbagai kejahatan yang mungkin bisa dilakukan oleh manusia lainnya. Manusia cenderung rela mengorbankan kebebasan hanya demi keamanan. Bahkan setelah adanya hukum sekalipun masih tetap ada yang berani mencuri, merampok, memperkosa hingga membunuh.

Ketika kekerasan jadi hiburan

Disadari atau tidak, sebenarnya manusia sangat menyukai kekerasan. Bahkan bagi sebagian orang, kekerasan dijadikan sebuah hiburan yang mengasikkan. Sebut saja pertandingan tinju, gulat, bela diri hingga UFC. Meskipun dikemas dalam bentuk olahraga, tak bisa dipungkiri semuanya mempertontonkan kekerasan sesama manusia.

Kekerasan jadi hiburan (ringtinju.com)

Kekerasan nyatanya tak hanya jadi tontonan masa kini. Jaman dulu kala bahkan sudah ada pertarungan antar Gladiator di Colosseum. Dan pertarungan ini dikenal karena kebrutalannya.

Adanya seleksi alam dimana kamu harus bersaing dengan banyak orang

Seleksi alam juga bisa terjadi pada manusia dan ini sangat nyata. Pada intinya, seleksi alam ini untuk memilih mereka yang kuat dan sanggup bertahan hingga bisa sampai kepuncak. Sementara mereka yang lemah akan tersingkir dengan sendirinya. Dan seleksi alam ini hampir ada di setiap aspek kehidupan.

Adanya seleksi alam dimana kamu harus bersaing dengan banyak orang (youtube.com)

Contohnya saja saat melamar kerja. Mungkin perusahaan hanya membutuhkan 1 atau mungkin 2 karyawan baru. Tapi berapa banyak yang melamar? puluhan? bahkan bisa ratusan! Diantara banyak kandidat tersebut, hanya satu dua orang yang terpilih dan sisanya kembali menjadi pengangguran.

Manusia sudah egois bahkan sejak di dalam kandungan

Percaya nggak percaya, setiap manusia yang hidup di bumi ini memiliki sifat egois meskipun kadarnya berbeda-beda. Bahkan sifat egois ini sudah ada sejak manusia di dalam kandungan. Sebut saja bayi kembar.

Manusia sudah egois bahkan sejak di dalam kandungan (huffpost.com)

Mereka akan saling dorong untuk mendapatkan ruang yang lebih besar di rahim ibunya. Ini sudah menjadi sifat alami sekaligus insting manusia yang bisa menghalalkan berbagai cara agar bisa bertahan hidup di dunia.

Perang juga jadi bukti jahatnya manusia

Kalau kamu kembali membuka buku sejarah, rasanya tak mungkin jika kamu tak melihat bab peperangan disana. Sebut saja Perang Dunia I, Perang Dunia II atau bom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima pada tahun 1945 silam.

Perang juga jadi bukti jahatnya manusia (ytimg.com)

Jadi pertanyaan besarnya adalah, kenapa sih harus terjadi perang? Apakah persoalan tidak bisa diselesaikan secara damai hingga perang menjadi jalan keluar? Sejarah manusia sudah tidak bisa lagi dilepaskan dari yang namanya perang. Hingga muncul pertanyaan, perang itu keharusan atau hanya keinginan semata?

Banyak tokoh yang meyakini bahwa manusia memang terlahir jahat

Bapak ilmu Psikoanalisi Sigmund Freud, Filsuf Inggris Thomas Hobbes, Filsuf China Xunzi, Filsung Inggris Jean-Jacques meyakini bahwa manusia itu pada dasarnya terlahir sebagai makhluk yang paling jahat.

Sigmund Freud (biography.com)

Bahkan Sigmund Freud pernah mengatakan bahwa manusia itu (maaf) “binatang yang paling suka menyendiri, kasihan, mengerikan, kasar, dan hidupnya pendek”. Parahnya lagi pernyataan dari Filsuf China bernama Xunzi yang mengatakan “Sifat dasar manusia itu jahat, dan kebaikannya hanya terjadi karena adanya keinginan tersembunyi”.

Dan pengguna internet 100% terdiri dari orang jahat

Kamu boleh percaya ataupun tidak. Melihat berbagai komentar negatif, hoax ataupun isu-isu meresahkan yang seringkali dilempar ke internet menjadi salah satu bukti bahwa penggunanya sebagian besar adalah orang jahat. Kamu mungkin sudah biasa melihat ketika ada seseorang posting foto liburan, kemudian ada yang komentar “pamer banget sih, aku yang biasa liburan aja nggak segitunya”.

Pengguna internet (cdn.mg.co.za)

Sudah tak terhitung lagi berapa banyak komentar negatif yang ada di setiap postingan-postingan di internet. Bahkan parahnya komentar negatif ini bisa membuat orang terkena stres hingga bunuh diri.

Nah itulah beberapa bukti bahwa manusia memang terlahir jahat. Atau mungkin sebagai orang baik kamu punya pembelaan? Coba tuliskan di kolom komentar.

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Misterius, Lukisan Kuno Ini Sudah Menggambarkan Orang Memakai Smartphone

9 Trik Psikologi untuk Menghindarkan Diri dari Razia Polisi