Bukan Sekedar Hidangan Khas. Ketupat dan Makanan Khas Lebaran Ini Ternyata Kaya Akan Makna

Sering makan ketupat saat lebaran kan? Sudah tahu maknanya?

Islam masuk ke Indonesia dengan cara yang sangat damai, bahkan berbeda dengan penyebaran Islam di Eropa yang penuh dengan peperangan, masuknya Islam di Indonesia justru minim akan kekerasan. Meskipun persoalan pasti ada, sebagai respon atau shock culture masyarakat terhadap ajaran dan agama baru.

Baca juga : 5 Kesalahan Pemahaman Tentang Hubungan Lebaran dan Baju Baru yang Wajib Kamu Tahu

Islam masuk ke Indonesia dengan damai (sejarahindonesiadahulu.blogspot.co.id)

Kunci dari kesuksesan penyebaran Islam masuk ke Indonesia, ialah disebabkan dengan metode dakwahnya yang melalui kebudayaan dan tradisi yang sudah ada di masyarakat. Melalui asimilasi dan akulturasi antara budaya dan syariat Islam, ajaran Islam berhasil diterima di masyarakat Indonesia bahkan menjadi negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia.

Bangunan masjdi Demak memiliki atap bertumpuk, khas bangunan hindu budha (idsejarah.net)

Akulturasi dan asimilasi tersebut bisa dilihat dari bentuk bangunan, banyak masjid di Jawa yang memiliki atap bertumpuk seperti bangunan Hindu Budha. Bahkan menara masjid Kudus menyerupai stupa candi. Selain itu, penyebaran ajaran agama Islam juga dilakukan melalui nyanyian jawa, seperti Lir ilir, Sluku-sluku bathok, dan gundul-gundul pacul yang semuanya kaya akan makna.

Menara Masjid kudus yang menyerupai candi (tiwiwhemzz.blogspot.co.id)

Tidak ketinggalan, penyebaran ajaran Islam juga disisipkan terhadap nama makanan sebagai simbol kehidupan. Termasuk makanan khas hidangan lebaran ini, mulai dari ketupat sampai kolak ternyata memiliki makna yang dalam. Apa saja maknanya?

1. Ketupat/kupat (Ngaku Lepat)

Dalam menyebarkan syari’at Islam, para Wali tidak melulu berdakwah diatas mimbar, namun juga berdakwah di sendi-sendi kebudayaan masyarakat Indonesia. Termasuk dalam hidangan, kenapa harus melalui makanan? Sebab semua orang butuh makan setiap hari, dan harapannya setiap kali orang tersebut makan, maka akan ingat dengan pelajaran yang terkandung di dalamnya. Seperti makna yang terkandung dalam ketupat atau kupat.

Ketupat berasal dari kata kupat atau ngaku lepat (wikimedia.org)

Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa bermakna ngaku lepat, atau mengakui kesalahan. Inilah sikap yang harus ada disaat lebaran. Saat lebaran tiba, diharapkan semua orang mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada sesama. Untuk mengingat hal itu, maka hidangan kupat selalu ada disaat lebaran sebagai pengingat atau simbol jika saat lebaran kita harus ngaku lepat atau mengakui kesalahan.

Kupat juga memiliki makna sebagai Laku Papat, yang bermakna empat perlilaku saat lebaran. Yaitu Lebaran, Leburan, Luberan, dan Lubaran. Makna dari keempat perlilaku tersebut ialah, Lebaran berasal dari kata lebar, yaitu sebagai tanda selesainya puasa dan dibukanya pintu pahala selebar-lebarnya. Selain itu juga waktu untuk membuka pintu maaf selebar-lebarnya.

Ketupat atau kupat selalu ada saat lebaran (sajiansedap.com)

Adapun Leburan, bermakna leburnya dosa-dosa kita selama ini setelah kita kembali suci di hari lebaran. Hari lebaran merupakan peleburan dosa dan penyucian jiwa setelah satu bulan lamanya kita melakukan ibadah puasa.

Sedangkan Luberan, bermakna melubernya amal pahala kita setelah satu bulan penuh melakukan Ibadah wajib berpuasa, dan ibadah sunah seperti sholat tarawih, tadarus Al Qur’an, I’tikaf, dan berbuat baik yang lainnya.

Kupat berasal dari beras yang dimasukan kedalam janur (masakanpraktisrumahan.com)

terakhir, lubaran berasal dari kata lubar, yang bermakna telah selesainya bulan puasa dan saat itu kita dilarang berpuasa, bahkan kita disunahkan mencicipi makanan yang enak sebelum berangkat sholat ied. Makna lain dari simbol ketupat ialah penggunaan janur kuning sebagai pembungkus.

Janur kuning yang digunakan untuk membungkus beras dala ketupat beasal dari kata Janur= Sejatine Nur atau sejatinya cahaya. Saat lebaran kita memiliki cahaya sejati sebagai seorang muslim yang telah melakukan perintah Allah dengan taat.

2.  Sayur santan/santen (Sami-sami ngampunten)

Sayur santan atau santen biasanya digunakan sebagai kuah kupat (resepcaramasak.info)

Pada ketupat, biasanya dihidangkan dengan menggunakan sayur santan, atau dalam bahasa jawa disebut santen. Santen bermakna sami-sami ngampunten atau sama-sama memaafkan. Jika kita sudah mengakui kesalahan atau ngaku lepat (kupat), maka tugas selanjutnya ialah saling memaafkan atau sami-sami ngampunten (santen)

3. Lepet

Makanan khas lebaran selanjutnya ialah lepet. Sebenarnya lepet hampir sama dengan kupat atau kupat. Namun perbedaannya terletak di bahan dan bentuknya. Jika kupat berbahan beras, namun untuk lepet berbahan ketan.

lepet terbuat dari beras ketan yang dibungkus dan diikat dengan tiga ikatan (indonesiakaya.com)

Sebelum membahas makna lepet, kita akan membahas makna ketan yang dijadikan bahan lepet dahulu. Ketan dalam lepet berasal dari kata الخطأ atau Khoto’an, yang bermakna kesalahan. Ini sesuai dengan khadist Al Insanu makhalul khoto’an wanisyan yang bermakna Manusia tempatnya salah dan lupa.

Jadi, ketan berasal dari kata Khoto’an yang  bermakna kesalahan. Adapun lepet merupakan makanan yang terbuat dari ketan dan biasanya diikat dengan tiga ikatan. Hal ini bermakna manusia dianjurkan untuk mengikat kesalahan dengan tiga ikatan tali. Yaitu tali yang pertama Iman, tali yang kedua Ilmu, dan tali yang ketiga ialah Amal. Jika manusia memiliki tiga tali itu, maka akan jauh dari kata Khoto’an, atau kesalahan.

4. Kue apem

Kue apem biasanya dihidangkan tidak hanya saat lebaran, namun juga saat ada perayaan hari besar atau perayaan keluarga, seperti syukuran. Kue apem berasal dari kata afwan yang dalam bahasa Arab berarti mohon ampunan.

Kue apem jajanaan khas Indonesia yang selalu ada saat pesta atau acara keagamaan (dapurlagi.blogspot.co.id)

Pada saat lebaran, kita tidak hanya memohon maaf kepada sesama manusia, namun juga memohon maaf kepada Sang Khaliq. Menghidangkan kue apem saat lebaran merupakan pengingat kita untuk mohon ampunan kepada sang pencipta.

5. Kolak

Kolak biasanya disajikan saat bulan puasa, tidak kalah dengan makanan lainnya yang kaya makna, kolak juga memiliki makna tersendiri. Kolak berasal dari kata Kholaqo yang dalam bahasa Arab bermakna Sang Pencipta.

Rasanya manis dan segar, kolak biasanya dihidangkan saat bebrbuka puasa (blog.beres.id)

Kolak biasanya dihidangkan saat berbuka puasa, ini bertujuan untuk mensyukuri manisnya rejeki dari sang Khalik. Inilah kenapa kolak rasanya sangat manis. Kolak juga disajikan sebagai simbol agar manusia selalu mengingat Sang Khaliq.

Itulah beberapa makanan yang memiliki makna tersendiri, bukan hanya sekedar makanan khas pelengkap lebaran, namun juga sebagai pengingat dan hikmah yang bisa kita petik pelajarannya.

 

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Faktanya, Manusia Memang Butuh Puasa Untuk Meningkatkan Kecerdasan!

Buat Kamu Para Fresh Graduate, Inilah 3 Pekerjaan yang Paling Disarankan oleh Bill Gates