Cinta Itu Fana, Bebas, Universal, Peduli, Tak Bisa Diprediksi, dan Alami

Definisi cinta itu harus lebih fleksibel agar bisa melibatkan semua emosi

Cinta adalah lima huruf yang selalu terlintas di pikiranmu, di pikiran saya, yang mampu memotivasi banyak orang, atau justru membuat takut segelintir orang. Keberadaan dan makna cinta telah menjadi topik hangat dalam berbagai diskusi dan perdebatan hebat selama berabat-abad.

Baca juga : Tak Perlu Lagi Pelet. Karena Sekarang, Jodoh Begitu Mudah Ditemukan di Internet

Jadi, apa sih cinta itu?

Pertanyaan kuno ini telah dilontarkan oleh hampir semua orang di dunia, terlebih mereka yang sedang bahagia-bahagianya menikmati masa muda. Kabar baiknya, saya punya jawaban paling mengesankan dari pertanyaan ‘apa itu cinta?’ Dan, jawabannya adalah..

..itu semua tergantung dari perspektifmu.

Apa itu cinta? Jawabannya, itu tergantung dari perspektifmu sendiri. | inovasee.com

Maksud saya begini.. definisi cinta itu berbeda-beda, tergantung siapa yang mengatakan dan apa latar belakangnya. Misalnya, orang yang berperspektif romantis akan mengatakan bahwa cinta itu sempurna, tidak boleh ada perselisihan, harus romantis, dan sama-sama saling mengerti.

Jika kamu berpikir bahwa cinta harus seperti itu, berarti kamu punya hati yang sama romantisnya. Tapi, sebenarnya saya benci mengatakan ini, bahwa cinta sejati pada pandangan pertama itu tidak pernah ada. Dan cinta yang sempurna, hanya akan membuat hubunganmu menjadi tidak sehat.

Cinta yang sempurna itu sepertinya manis, tapi percayalah, itu justru akan membuat hubungan menjadi tidak sehat. | pexels.com

Sekarang, mari beralih ke para pemikir ala ilmuwan. Bagi orang-orang yang berorientasi analitis, cinta itu ada hubungannya dengan biologi. Gagasan tentang apa itu cinta, sebenarnya didukung oleh bukti ilmiah. Periset dari Swiss University of Bern telah melakukan penelitian tentang hal ini.

Menurut mereka, indera penciuman itu punya peran yang sangat besar dalam hal ketertarikan seseorang terhadap orang lain. Mereka menemukan bukti bahwa gen histokompatibilitas kompleks (MHC) dalam DNA manusia dapat menyebabkan seseorang merasakan cinta pada orang lain.

Definisi cinta yang lebih fleksibel

Ok, anggaplah sekarang kamu sudah tahu apa itu cinta berdasarkan dua perspektif yang berbeda, perspektif romantis dan perspektif para ilmuwan. Tapi, tetap saja masih ada satu pertanyaan penting yang belum terjawab: jika ada banyak definisi cinta, lalu apa makna cinta yang sebenarnya?

Jika kamu menanyakan hal itu kepada saya, maka, saya akan mengabaikan dulu semua definisi cinta yang pernah ada. Kemudian, saya akan mengatakan dengan lantang bahwa cinta itu fana, bebas, universal, peduli, tak bisa diprediksi, dan alami. Jauh dari apa yang kamu pikirkan, kan?

Definisi cinta itu harus lebih fleksibel agar bisa melibatkan semua emosi. | pexels.com

Menurut saya, definisi ini jauh lebih sempurna dan memberi kita fleksibilitas untuk melibatkan semua emosi, termasuk kemarahan, ketakutan, kesedihan, dan ya.. rasa sakit.

Cinta itu bukan sesuatu yang bisa kita keluarkan dan beli, apalagi dijual di toko online. Cinta juga bukan sesuatu yang bisa kita berikan pada orang lain sebagai hadiah untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik. Juga, cinta itu bukan sesuatu yang bisa kita hitung satu per satu.

Yang terpenting adalah, cinta merupakan satu perasaan istimewa yang diberikan seseorang secara bebas dan tanpa syarat kepada seseorang yang menjadi pilihannya. Jika kamu bisa memahami ini dengan baik, percayalh, kamu sudah selangkah lebih maju untuk menemukan cinta sejatimu.


Rekomendasi #SobatInovasee:

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Bagaimana Kekasihmu Bisa Percaya Padamu, Jika Kamu Selalu Membuatnya Cemburu

Karena Cinta Harus Selalu Menuntut, Bukan Hanya Diam Dan Menerima Apa Adanya