Ternyata, Lupa Nama Orang Itu Wajar dan Ada Penjelasan Ilmiahnya Loh

Jadi kamu nggak perlu malu kalau suatu ketika ketemu kawan lama dan lupa namanya

Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Oleh karena itu, nggak mengherankan kalau suatu ketika kamu lupa atau salah menyebut nama kawan, kenalan, atau mitra kerja yang sudah lama tak bersua. Memang sih, bagi mereka yang namanya ‘dilupakan’, mungkin akan terasa sedikit menjengkelkan.

Tapi sebenarnya hal tersebut adalah sesuatu yang wajar terjadi. Seumur hidup, kita pasti akan menjumpai banyak orang baru, nama baru, dan wajah baru. Jadi seharusnya bisa ditolerir kalau kita lupa atau salah menyebut nama orang.

Penjelasan ilmiah

Lupa atau salah menyebut nama orang sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah. Uniknya, kita masih bisa mengingat wajah dengan baik. Menurut psikoloh Dervla Loughnane, hal ini terjadi karena saat kita mengenal orang baru, kita tidak fokus pada namanya. Kita justru lebih fokus untuk menilai orang tersebut dan menampilkan citra diri kita sebaik mungkin.

Kita mudah lupa nama seseorang karena kita sibuk membangun impresi pertama dan menganalisis karakter lawan bicara – japanesestation.com

Ini bukan berarti kita tidak peduli atau mengabaikan nama orang tersebut, melainkan kita tengah sibuk berusaha untuk membangun kesan pertama yang baik sambil menilai karakter orang tersebut melalui apa yang diobrolkannya. Kalau boleh jujur, saya yakin pasti kita juga sering tidak memperhatikan secara detail apa saja yang diomongkan oleh orang yang baru saja kita kenal, kan?

Bukan salah otak, tapi perkara motivasi

Saat kamu merasa kerap melupakan nama orang, mungkin kamu merasa ada yang salah dengan otakmu. Kamu merasa otakmu tidak punya cukup daya ingatan. Padahal, tidak demikian yang terjadi. Saat seseorang mudah melupakan nama orang, hal tersebut lebih dikarenakan faktor motivasi ketimbang permasalahan otak.

Semakin besar ketertarikanmu pada seseorang, semaki besar pula kemungkinanmu mudah mengingat namanya – winnetnews.com

Menurut Profesor psikologi Kansas State University, Richard Harris, semakin besar rasa ketertarikan kita pada orang lain, maka namanya juga akan semakin mudah diingat karena kita memiliki motivasi besar untuk mengingatnya. Begitu pula sebaliknya. Inilah sebabnya kamu bisa dengan cepat mengingat baik nama seorang wanita cantik yang baru saja kamu kenal ketimbang nama sales yang baru saja menawarkan produk MLM kepadamu.

Tips mengingat nama

Meski melupakan nama orang adalah sesuat yang wajar, sebaiknya kamu jangan sampai lupa nama orang yang baru dikenal saat itu juga. Nggak lucu kan, kalau kamu baru berkenalan 5 menit lalu tapi kemudian sudah lupa namanya dan menanyakan ulang? Oleh karenanya, ada cara yang tepat untuk menjaga ingatanmu tetap segar pada nama orang yang baru dikenal, meskipun saat itu kamu juga sedang sibuk menganalisa dirinya sambil memberikan kesan pertama yang positif.

Kamu bisa memberikan nama ‘tambahan’ untuk mengidentifikasi seseorang agar mudah diingat namanya – Tribun

Menurut Dervla Loughnane, kamu sebaiknya mengulang mengucapkan nama orang baru tersebut saat sedang berbicara. Baik sesaat setelah ia menyebutkan namanya, maupun menyisipkannya dalam topik bahasan saat tengah asyik berbicara dengannya. Hal ini terbukti efektif untuk membantu otak mengingat nama orang. Kamu pun mendapat manfaat lain, yakni terlihat lebih supel, ramah, dan pandai bergaul.

Sisipkan selalu nama orang yang baru kamu kenal dalam pembicaraan, ini memudahkanmu untuk selalu mengingat namanya – smartmama.com

Kalaupun hal ini masih membuatmu kesulitan mengingat nama seseorang, kamu bisa mencoba untuk membrikan nama ‘tambahan’ yang bisa membuatmu langsung mengidentifikasikannya. Misalkan saja kamu punya teman bernama Budi yang gemar bernyanyi. Maka kamu bisa saja ‘menamainya’ Budi Doremi. Dengan demikian, kamu akan lebih mudah mengingatnya saat bertemu kelak, karena hal tersebut memberikan identifikasi khusus pada seseorang.

Setelah membaca artikel ini, semoga kamu tak lagi melupakan nama orang dengan mudahnya ya!

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Kalau Saya Boleh Bercanda Sedikit, LDR Itu Sama Tragisnya dengan Jomblo

Ketika Udara Kemasan Mulai Diperjualbelikan, Begitu Parahnyakah Polusi di Bumi Ini?