Panjat Pinang Adalah Bentuk Penghinaan Terbesar Penjajah Belanda atas Rakyat Indonesia

Jujur, saya juga baru tau sekarang

Tahukah kamu, lomba panjat pinang yang selalu menjadi puncak kemeriahan dari semua lomba-lomba di acara 17 Agustus-an, merupakan sebuah peninggalan kuno dari jaman pra-kemerdekaan yang dulu sangat identik dengan penghinaan besar-besaran penjajah Belanda terhadap kita, rakyat Indonesia!

Sudah tahukah kamu kalau panjat pinang merupakan penghinaan terhadap kita, rakyat Indonesia? | wego.co.id

Ya, sama seperti semua hal yang ada di dunia ini, panjat pinang pun punya asal-usul dan kisah yang panjang. Dan di antara kita yang ditakdirkan hidup di era kemerdekaan ini, saya yakin banyak yang belum tahu, tidak mau tahu, atau bahkan masa bodo dengan cerita yang pantas disebut realita itu.

Pertunjukan ‘perang saudara’

Dari jaman penjajahan hingga sekarang, tidak ada yang berubah dari tata cara bermain panjat pinang. Batang pohon pinang yang lurus dan tinggi serta dilumuri pelumas menjadi syarat utama. Lalu, para peserta berlomba-lomba memanjat demi memperebutkan hadiah-hadiah yang digantung di atas sana.

Dulu, panjat pinang diadakan oleh orang-orang Belanda, dan pesertanya, siapa lagi kalau bukan warga pribumi Indonesia. Di puncak pinang, bergantungan berbagai hadiah seperti keju, beras, gula, serta macam-macam pakaian seperti kemeja dan celana. Saat lomba dimulai, penghinaan itu pun dimulai.

Lomba panjat pinang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. | kompasiana.com

Sementara orang-orang Indonesia saling berebut, saling sikut, dan saling injak demi bisa sampai ke puncak, orang-orang Belanda yang menonton ‘perang saudara’ itu hanya bisa bahagia sambil tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan yang nyaris seperti kumpulan monyet yang berebut pisang itu.

Dan bisa jadi saat ini, ketika orang Belanda menyaksikan hegemoni perayaan 17-an dan melihat ada lomba panjat pinang di sana-sini, mereka kembali tertawa karena budaya yang dulu mereka ciptakan untuk melecehkan bangsa Indonesia, ternyata justru dilestarikan hingga dijadikan sebuah tradisi.

Menciptakan kontroversi

Karena itu, tidak heran kalau pada akhirnya lomba ini menimbulkan kontroversi. Ada pihak-pihak yang pro, yang menganggap bahwa panjat pinang merupakan simbol kerja keras dan gotong-royong. Sedangkan yang kontra, tentu saja, paham bahwa panjat pinang adalah lambang supremasi Belanda.

Apakah ini simbol kerja keras dan gotong-royong, atau justru penghinaan? | kutaikartanegara.com

Kalau kamu sendiri, bagaimana menilai lomba panjat pinang yang tidak ada duanya di dunia ini? Silahkan gunakan kolom komentar untuk berdiskusi. Tapi ingat, jangan saling mencaci-maki.

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Diam-diam Suaminya Berpoligami, Curhatan Ibu Muda Ini Benar-benar Menyayat Hati

Ajaib! Meskipun Membelah Air, Jembatan Nabi Musa Ini Tak Pernah Tenggelam!