Diabaikan, Dibandingkan dan 4 Hal Lain yang Jauh Lebih Menyakitkan Daripada Diputusin Pasangan

Diputusin emang menyakitkan, tapi 6 hal ini bisa lebih menyedihkan

Bagi sebagian orang, diputusin pasangan menjadi hal yang paling menyakitkan. Menghilangkan nafsu makan, membuat hidup tak bergairah dan membuat kamu malas menjalani aktivitas. Hidup dipenuhi dengan penyesalan dan kekecewaan. Meratapi dia kenapa tega meninggalkan meski kamu sangat mencintainya. Hingga pada satu titik kamu merasa hidup sangat tidak adil.

Diputusin pacar (themanual.com)

Namun ternyata, diputusin bukanlah satu-satunya yang perlu ditangisi. Ada beberapa hal yang jika kamu rasakan sama menyakitkan dengan putus cinta. Atau bahkan lebih buruk dari itu. Apa saja?

Perasaan diabaikan

Tidak ada yang lebih buruk dari perasaan diabaikan. Apalagi jika diabaikan oleh orang yang paling kamu pedulikan. Rasanya seperti tidak berguna, tidak layak untuknya, bahkan tidak bernilai sama sekali di matanya. Dan perasaan ini bisa sangat menyiksa.

Perasaan diabaikan (verilymag.com)

Tidak dijadikan prioritas

Mau tidak mau, hidup itu tentang prioritas. Sebagai pasangan, kamu tidak harus menjadi prioritas utama baginya karena memang masih banyak hal penting lain yang lebih layak menjadi nomor satu, orang tua dan keluarga misalnya. Namun menjadi nomor sekian ketika kamu meletakkan dia di prioritas paling atas, rasanya sangat menyakitkan. Sama halnya seperti disia-siakan.

Tidak dijadikan prioritas (rd.com)

Lebih memprioritaskan mantan

Kalah prioritas dengan hal-hal penting lainnya saja sudah bikin keki, apalagi jika kalah prioritas sama mantannya. Ada beberapa orang (dan mungkin pasangan kamu) yang masih bisa akrab dengan mantan bahkan ketika sudah memiliki pasangan baru. Dan yang begini bisa menjadi tanda bahwa dia kurang menghargai kehidupan baru, dan juga kamu sebagai pacarnya. Rasanya kalah prioritas sama mantannya? Ya gitu deh…

Lebih memprioritaskan mantan (rd.com)

Dibandingkan

Kamu adalah kamu yang tidak sama dengan orang lain. Namun sayangnya pacar kamu tak memahami itu. Sangat menyakitkan rasanya jika dia masih saja membandingkan kamu dengan orang lain, apalagi sama mantan. Entah dibandingkan sikapnya, cara berperilaku, pakaian, dan lainnya.

Dibandingkan (huffpost.com)

Tidak dianggap

Sebagai pasangan, kamu juga membutuhkan pengakuan darinya. Ini penting. Kamu pasti ingin orang-orang sekitar tau bahwa kalian pacaran, bahwa kamu adalah pasangannya. Entah itu di lingkungan keluarga, teman maupun dunia maya. Namun jika dia masih saja tidak menganggap kamu sebagai pacar atau enggan mengakui kamu sebagai pasangan, duh rasanya sangat mengecewakan.

Tidak dianggap (empowher.com)

Perasaan digantung

Nyatanya, bukan hanya pacaran saja yang bisa merasakan sakit hati dan kecewa. Kamu yang hingga kini perasaannya masih digantung juga tak kalah menyakitkan. Dia selalu menjebak kamu dalam hubungan yang rumit. Berlagak seperti pacar, namun tiada kejelasan status hubungan yang dijalani. Kamu tidak berhak melarang, cemburu atau sekedar rindu. Ini lebih menyakitkan dari putus yang statusnya sudah jelas.

Perasaan digantung (peacefuldumpling.com)

Sungguh, jika dirasakan, beberapa hal di atas jauh lebih menyakitkan daripada putus hubungan yang sudah jelas-jelas berakhir. Semoga kamu tidak mengalaminya ya…

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *