Larangan Duduk Ngangkang Sudah Diterapkan di Aceh, Daerah Lain Bagaimana ya?

Perlu nggak ya diterapkan di daerah lain? Bagaimana pendapatmu?

Aceh merupakan salah satu daerah istimewa yang ada di Indonesia yang juga dikenal sebagai Serambi Mekah. Bukan tanpa alasan, disana syariat Islam sangat dijunjung tinggi serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja hukuman cambuk bagi mereka yang berselingkuh atau berzina serta dilarang duduk satu meja bagi mereka yang bukan mukhrim.

Duduk ngangkang (gdb.voanews.com)

Berbagai aturan tegas yang dilandaskan pada hukum Islam itulah yang kemudian membuat Aceh tampak istimewa. Nah kali ini ada lagi satu peraturan baru yang belakangan menjadi perdebatan masyarakat, yaitu larangan duduk ngangkang bagi wanita ketika membonceng sepeda motor.

Aturan ini belakangan diketahui telah resmi diterapkan Pemerintah Kota Lhokseumawe sebagai bentuk implementasi visi-misi Wali Kota Lhokseumawe dalam menegakkan syariah Islam kafah di kota itu. Pelaksanaan tersebut juga terkait dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Aceh, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA), dan Qanun (Perda) Nomor 14 tahun 2003 tentang Syariah Islam di Aceh.

Duduk ngangkang (inovasee.com)

Selain mengacu pada hukum Islam dan juga undang-undang, alasan lain seorang perempuan yang duduk ngangkang di atas sepeda motor cenderung memperlihatkan bentuk tubuh bagian belakangnya kepada umum. Apalagi jika dia menggunakan celana ketat sehingga dapat menimbulkan berbagai macam persepsi. Pengendara di belakang perempuan tersebut jadi ikut berdosa karena dia membayangkan lekuk tubuh perempuan di depannya.

Peraturan yang resmi diterapkan ini ditandai dengan adanya razia dimana sebanyak 17 wanita terjaring duduk ngangkang. Belum ada tilang yang dikenakan karena baru sebatas himbauan. Wanita-wanita yang terjaring razia hanya diberikan nasehat dan diminta mengubah cara duduknya, setelah itu diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Duduk menyamping (arrahmah.com)

Peraturan ini menimbulkan pro kontar di kalangan masyarakat maupun netizen. Banyak yang menyayangkan adanya aturan ini karena dinilai membahayakan keselamatan diri dan orang lain di jalan. Alasannya, duduk menyamping membuat sepeda motor berjalan tidak seimbang. Sehingga jika ada lubang atau lainnya, resiko kecelakaan lebih besar. Belum lagi jika perjalanan jauh, duduk menyamping membuat punggung lebih cepat lelah dan pegal.

Tapi banyak juga yang mendukung aturan ini karena sudah sesuai dengan syariat Islam dan juga undang-undang yang berlaku. Selain itu, aurat wanita juga lebih terjaga sehingga tidak menimbulkan dosa untuk dirinya maupun orang yang melihatnya di jalan. Selain itu masih banyak sudut pandang masyarakat tentang aturan yang baru diberlakukan ini.

Kalau pendapatmu bagaimana? Perlu tidak sih aturan ini diterapkan di kota lain?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *