Ketika Perempuan Memilih Bekerja dan Laki-laki Menjadi Ayah Rumah Tangga, Pantaskah?

Karena sekarang bukan lagi saatnya membeda-bedakan pekerjaan berdasarkan jenis kelamin

Sudah sejak jaman nenek moyang bahwa seorang wanita ditakdirkan untuk tinggal dirumah, mengurus keperluan suami dan juga anak-anak. Sementara seorang laki-laki diwajibkan untuk bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Kodrat ini masih ada hingga sekarang, meskipun pada beberapa kasus, wanita ikut turun tangan membantu ekonomi dengan bekerja.

Baca juga : Polyamory, Cara lain Merasakan Bahagia dalam Menjalin Hubungan Cinta

Ketika suami istri bertukar peran (idntimes.com)

Utamanya sejak adanya emansipasi wanita, jumlah wanita yang berusaha mensejajarkan diri dengan pria semakin bertambah. Meskipun masih ada saja yang membagi-bagi pekerjaan berdasarkan jenis kelamin. Tapi kini, tak hanya wanita saja yang menentang perbedaan ini, karena pria juga tak ingin didiskriminatif berdasarkan gender. Bapak rumah tangga misalnya.

Iya, jaman sekarang nggak cuma ibu-ibu saja yang bisa mengurus rumah tangga. Seorang ayah, yang notabene juga kepala keluarga juga bisa melakukan pekerjaan ini. Hanya saja, tukar peran ini masih saja mendapatkan stigma negatif di mata masyarakat. Padahal, apa yang salah dengan bapak rumah tangga?

Padahal, menjadi bapak rumah tangga seharusnya membuat bangga

Alih-alih malu, kamu yang sekarang jadi bapak rumah tangga justru harus bangga dengan apa yang kamu lakukan. Tak banyak laki-laki yang mau dan bisa melakoni profesi mulia seperti mencuci baju, memasak, hingga mengurus keperluan anak sehari-hari.

Padahal, menjadi bapak rumah tangga seharusnya membuat bangga (tirto.id)

Keahlian ini menjadi suatu anugrah yang justru harus disyukuri. Dengan menjadi bapak rumah tangga, kamu justru bisa lebih dekat dengan anggota keluarga. Mengerti apa yang dibutuhkan anak-anak dan bagaimana cara mengurus rumah. Oleh karena itu, sudah seharusnya kamu merasa bangga.

Karena tak semua orang bisa menjadi ayah siaga

Iya, tidak semua laki-laki mampu menjadi ayah siaga bagi keluarganya. Saat terjadi keadaan-keadaan darurat yang tak diinginkan seperti kecelakaan, salah satu anggota keluarga terkena musibah ataupun anak sakit, seorang ayah langsung bisa sigap mengambil tindakan.

Karena tak semua orang bisa menjadi ayah siaga (timedotcom.files.wordpress.com)

Berbeda jika ayah bekerja kantoran, akan sedikit kesulitan jika hendak mengatasi permasalahan yang terjadi di rumah. Sementara istri tak bisa banyak bertindak jika tak ada suami. Padahal pekerjaan kantor juga membutuhkan tanggungjawabmu sebagai karyawan.

Dari rumah, ayah masih bisa mendapat penghasilan

Meskipun sebagian besar waktu dihabiskan untuk mengurus rumah tangga, seorang ayah tetaplah kepala keluarga yang bertanggungjawab menghidupi anak istri. Entah berapa besarnya gaji istri, pendapatan suami tetap menjadi prioritas untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Untuk seorang bapak rumah tangga, jangan kira mereka tak bisa bekerja.

Dari rumah masih bisa berpenghasilan (fthmb.tqn.com)

Bapak rumah tangga tetap bisa bekerja meskipun dari rumah. Karena di era teknologi seperti saat ini, pekerjaan tak melulu harus di kantor seharian. Banyak pilihan bisnis yang bisa dijalankan dari rumah. Sebut saja jual beli online, penulis bebas, hingga menjalankan web pribadi.

Pertukaran peran dan sikap saling mendukung

Sebagian besar masyarakat memang masih sangat asing dengan istilah bapak rumah tangga, hingga menurut mereka ini menjadi salah satu bukti kemunduran zaman. Padahal jika ditelisik lagi, adanya pertukaran peran antara suami istri ini justru jadi bukti rumah tangga yang kuat. Rumah tangga yang penghuniya saling mendukung satu sama lain.

Pertukaran peran dan sikap saling mendukung (ayoti.in)

Disaat istri memiliki prospek karir yang lebih bagus dan lebih menjanjikan, suami mendukung penuh dengan membantu mengurus pekerjaan rumah. Sebaliknya, si istri juga berusaha membantu ekonomi keluarga dengan bekerja meskipun bukan itu kewajibannya.

Pada intinya, suami istri harus lebih bisa menjalankan peran masing-masing. Tidak membedakan pekerjaan berdasarkan jenis kelamin. Yang paling penting disini, sikap saling pengertian serta komunikasi yang baik diantara keduanya.

Kalau kamu setuju nggak sih kalau laki-laki tinggal dan mengurus rumah tangga?

 

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

“You can if you think you can”

Sempat Memilih Berhijrah Meninggalkan Dunia Hiburan, Caesar Kembali Pimpin Goyang di Layar Kaca. Kira-kira Kenapa yah?

Cewek Itu.. Pakai Baju Renang Mau, Tapi CD Kelihatan Dikit Aja Langsung Malu