Tak Banyak Disadari, Kunci Hidup Bahagia Adalah dengan Bermurah Hati

Ingin bahagia? Berbagilah

Banyak orang yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan kebahagiaan. Mulai dari piknik ke dalam dan luar negeri, berfoya-foya, hingga membeli semua yang diinginkan. Namun terkadang, hal-hal tersebut tidak selalu bisa memuaskan hati dan mendatangkan perasaan bahagia yang bertahan lama.

Perilaku murah hati (kristushidup.org)

Padahal seperti yang dikatakan orang-orang bahwa, bahagia itu sederhana. Iya, memang sangat sederhana cara agar bisa bahagia. Tapi banyak orang yang masih tak bisa melakukannya. Lalu, bagaimana agar bisa merasa bahagia dalam waktu yang lama?

Menurut informasi yang dilansir dari laman Indianexpress, salah satu kunci kebahagiaan adalah dengan bermurah hati. Sikap murah hati dapat memicu perubahan di area otak yang bisa membuat kamu merasa lebih bahagia dibandingkan mereka yang sering bersikap egois.

Murah hati membuat kamu lebih bahagia (aws-dist.brta.in)

Menurut Philippe Tobler dari University of Zurich, kamu tak perlu melakukan hal-hal rumit untuk bahagia, cukup tanamkan sikap murah hati dalam diri. Dengan bersikap dan berperilaku murah hati, area altruistik otak akan aktif dan mengintensifkan interaksi antara area ini dengan daerah yang terkait dengan kebahagiaan.

Bahkan hanya dengan niat untuk bermurah hati saja (belum mengambil tindakan) bisa menghasilkan perubahan saraf. Selain itu perilaku murah hati dapat digunakan sebagai strategi untuk memperkuat perilaku yang diinginkan, dan merasa lebih bahagia.

Bisa mengubah saraf meski baru niat tanpa tindakan (thegrowthlist.com)

Penelitian yang terkait dengan hal ini terdapat dalam jurnal Nature Communication. Dalam penelitian tersebut, terdapat 50 orang yang diberikan sejumlah uang selama beberapa minggu ke depan. Mereka harus membelanjakan uang yang mereka terima kepada seseorang yang mereka kenal (kelompok eksperimen) atau pada diri mereka sendiri (kelompok kontrol).

Hasil yang ditunjukkan tergantung pada komitmen orang-orang tersebut apakah mementingkan kemurahan hati atau keegoisan untuk diri sendiri. Area otak mereka seperti persimpangan temporoparietal (di mana perilaku prososial dan kemurahan hati diproses), striatum ventral (yang berhubungan dengan kebahagiaan), dan korteks orbitofrontal (di mana ada pertimbangkan pro dan kontra selama proses pengambilan keputusan) berinteraksi secara berbeda.

Berbagilah (medium.com)

Jika memang bermurah hati, maka otak akan menghubungkan dengan area yang berkaitan dengan kebahagiaan. Sehingga jika kamu sering berperilaku murah hati, bukan tidak mungkin rasa bahagia akan mengikuti. Bukan untuk sementara tapi untuk waktu yang cukup lama.

Penelitian ini seakan membuktikan bahwa keegoisan tidak akan membawamu pada kebahagiaan. Berbagilah dan bermurah hatilah maka kamu akan merasakan kepuasan yang lebih menjanjikan. Dan utamanya, kebahagiaan yang luar biasa.

Terbukti kan bahwa bahagia itu sederhana 🙂

Tulis Komentarmu

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Brad Pitt, Katy Perry, dan Ratusan Milyuner Lainnya Siap Rasakan Sensasi Piknik ke Luar Angkasa

Keren, 5 Orang Indonesia Ini Pernah Mencatatkan Namanya dalam Guinnes World Records!