Antara Kritik dan Pujian, Mana yang Sebenarnya Lebih Baik?

Kebanyakan orang sih lebih memilih dipuji~

Kritik dan pujian adalah salah satu bagian penting dalam hidup. Namun kebanyakan orang lebih suka di puji daripada di kritik. Banyak yang menganggap pujian lebih efektif dalam memberikan motivasi, sementara kritikan justru menjatuhkan.

Antara kritikan dan pujian mana yang lebih baik? (hermag.co)

Anggapan tersebut tidak selalu benar, karena nyatanya ada juga yang mendapat pencerahan dan motivasi setelah di kritik, tapi jatuh terpuruk setelah di puji. Namun jika ditimbang, mana sih yang lebih baik antara pujian dan kritikan?

Terlalu banyak di puji justru melemahkan motivasi

Menurut yang dikutip dari lifehack.org, Brian Lee, seorang coaching guru, berpendapat bahwa kritik lebih baik dari pujian. Pendapatnya ini diibaratkan seperti makanan. Pujian adalah makanan sehat yang baik bagi tubuh. Namun jika dikonsumsi secara berlebihan justru bisa membuat kamu sakit, meski itu makanan paling bergizi sekalipun.

Terlalu banyak di puji justru melemahkan motivasi (theconversationalist.net)

Sama halnya dengan pujian. Mendapat pujian sekali waktu memang baik untuk menumbuhkan motivasi. Namun jika pujian tersebut selalu terulang, justru akan menurunkan motivasi untuk mencapai apa yang diinginkan. Pujian berlebihan akan membuat kamu merasa nyaman hingga tak ada perkembangan apapun yang dihasilkan dari rasa nyaman tersebut.

Bahkan lebih buruknya, pujian bisa membuat kamu jauh dari motivasi untuk menyelesaikan dan meningkatkan kemampuan dalam sebuah bidang. Akhirnya kamu melakukannya hanya untuk memenuhi ego semata, hanya untuk di puji saja.

Kritik mendorongmu untuk terus tumbuh

Berbeda dengan pujian yang diibaratkan sebagai makanan sehat, kritik justru bagaikan makanan yang tidak sehat dan beracun. Tentu kamu tak ingin makan lagi kan setelah tau makanan tersebut tidak baik bagi tubuh?

Kritik mendorongmu untuk terus tumbuh (community.mystar12.com)

Menerima pujian membuat kamu merasa benar dengan apa yang kamu lakukan. Namun kamu tidak akan tau apa yang kurang dari dirimu. Sementara kritik akan membuat kamu mengevaluasi tindakan, menemukan kesalahan, dan tau bagaimana cara memperbaikinya. Paling penting, kamu tidak akan mengulangi kesalahan tersebut. Sama halnya seperti kamu tak ingin mencicipi makanan beracun untuk yang kedua kalinya, kan?

Kritik yang baik adalah yang membangun

Yang perlu kamu catat adalah, tidak semua kritik bisa membawa kamu ke tempat yang lebih baik. Kritik yang dimaksud pada poin di atas adalah kritik yang membangun. Bukan kritik dengan komentar jahat yang cenderung menjatuhkan. Mendengarkan dan bertindak berdasarkan pandangan jujur orang lain akan memberikan gambaran apa yang telah kamu lakukan dengan baik, dan apa yang bisa kamu lakukan dengan LEBIH baik.

Kritik yang baik adalah yang membangun (uncoveryourpurpose.com)

Untuk itu mulailah belajar menerima kritik dan memanfaatkan kritik tersebut sebagai motivasi. Wajar kok kalau sesekali kamu merasa patah hati karena kritikan yang biasanya cenderung pedas di telinga. Namun jika kamu ingin jadi lebih baik, maka dengarkanlah dan terima. Meski memang harus diakui tidak semua kritik bersifat membangun.

Dengan begitu bisa disimpulkan bahwa, pujian tidak selalu baik dan kritikan tidak selalu buruk. Meski kritik membangun itu baik, namun kamu tetap harus melihat apakah kritik tersebut sesuai dengan tujuanmu atau tidak. Jika kamu dapat mengendalikan kritikan maka kamu bisa menggunakannya sebagai pijakan menuju level yang lebih tinggi.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *