Jangan Khawatir, Setiap Orang Mengalami 4 Krisis Ini Dalam Hidup Ketika Masuk Usia 20an

Bukan hanya kamu kok, orang lain juga mengalami hal serupa. Mana yang paling membuatmu merasa galau?

Banyak yang mengatakan, usia 20 tahunan merupakan masa keemasan bagi seseorang. Masa peralihan dari remaja memasuki fase awal dewasa. Tentu fase peralihan tersebut tidak bisa dikatakan mudah. Banyak sekali masalah yang justru datang dan mulai bermunculan seiring bertambahnya usia. Bahkan tak sedikit yang mengalami krisis dalam hidup mereka.

Krisis hidup (The Social Lit)

Krisis hidup ini biasanya muncul ketika kamu dihadapkan pada banyak pilihan yang membingungkan. Ada banyak sekali pertanyaan tentang hidup yang sulit untuk di jawab. Seringkali masa krisis ini membuat kamu mengalami kagalauan panjang. Tapi jangan khawatir, bukan hanya kamu kok. Hampir semua orang mengalami krisis berikut ini.

Setelah selesai kuliah mau ngapain ya?

Bagi mereka yang masuk usia 23 tahun, pertanyaan ini seringkali muncul di kepala. Mau ngapain ya setelah lulus kuliah? Umumnya mereka akan melanjutkan karir dengan memilih dan mencari pekerjaan pertama. Tapi tak sedikit juga yang justru melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Ada juga yang memilih untuk “istirahat” sejenak dan tak melakukan apa-apa.

Setelah selesai kuliah mau ngapain? (yomadac)

Semua tergantung tujuan kamu di masa depan. Pastikan dulu kemana kamu akan melangkah untuk masa depan. Jika memang mampu dan ingin meraih pendidikan setinggi langit maka kuliah lagi jadi pilihan tepat. Tapi jika ingin mencoba hidup mandiri dan punya penghasilan sendiri, maka bekerjalah. Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan, namun ingat harus tetap realistis.

Akan jadi apa aku di masa depan?

Pertanyaan ini masih ada hubungannya dengan poin pertama. Kemana kamu akan melangkah, mau jadi apa, dan jalan apa yang akan kamu ambil untuk mewujudkan tujuanmu. Mungkin saat kecil kamu bercita-cita jadi dokter, tapi saat kuliah justru ingin jadi pengusaha. Maka mulailah untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Akan jadi apa aku di masa depan? (Toronto Storeys)

Karena sebenarnya, siapa kamu di masa depan akan ditentukan dari masa sekarang. Oleh karena itu renungkan baik-baik kemana kamu akan membawa dirimu, akan jadi seperti apa. Jangan buru-buru, matangkan tujuan sangat penting agar tak tersesat di kemudian hari.

Kapan aku menikah?

Bagi masyarakat Indonesia khususnya, usia menikah dimulai sejak seseorang memasuki usia 20. Tak sedikit yang ditanya “kapan nikah?” sesaat setelah wisuda sarjana. Mungkin karena sejak dulu pernikahan dini sudah menjadi kebiasaan, sehingga dirasa wajar kalau ditanyakan kepada mereka yang baru memasuki usia 20an.

Kapan aku menikah? (Stay in Tamarindo)

Banyak yang menanyakan hal ini bisa membuatmu menjadi galau berkepanjangan. Padahal, menikah atau tidak, kapan dan bagaimana itu semua tergantung kamu. Itu hak pribadi yang tak boleh dicampuri oleh siapapun, termasuk orang tua sekalipun. Toh dengan menikah masalah hidup tak akan selesai begitu saja. Jadi, tak perlu dipikirkan. Jika ingin menikah maka pastikan kamu benar-benar siap.

Teman-teman lain sudah sukses, aku bagaimana?

Rasanya minder bercampur miris ketika melihat teman-teman seumuran sudah meraih sukses masing-masing, bisa menghasilkan banyak uang, atau jalan-jalan kemana saja. Sementara diri sendiri masih seperti ini saja, belum ada perubahan berarti, bahkan masih menyusahkan orang lain. Tenang, hal seperti ini dialami banyak orang bukan hanya kamu saja.

Teman-teman lain sudah sukses, aku bagaimana? (Quotabulary)

Untuk mengatasinya, kamu harus mulai langkah kecil untuk perubahan yang kamu inginkan. Kumpulkan keberanian dan ketekunan untuk melakukan yang kamu bisa, atau keahlian yang kamu miliki. Percayalah, suatu saat kamu bisa seperti mereka yang sukses. Karena keberhasilan hanya akan didapat dari kegagalan. Yakin dan percaya kamu bisa melakukannya.

Nah itulah beberapa hal yang sering membuat seseorang galau di usia 20an. Kalau kamu mengalaminya, jangan khawatir, hidupmu normal kok. Semua orang juga begitu, hanya saja mereka sudah menemukan jalan, tujuan, atau mengambil keputusan untuk menaklukkan krisis hidup itu.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *