5 Alasan Koruptor Indonesia Untuk Mangkir dari KPK ini Bakal Bikin Kamu Ketawa

Meski alasannya kadang tidak masuk akal, namun toh mereka tetap percaya diri untuk menggunakan alasan itu

Di Indonesia, kita tahu ada banyak pejabat negara yang sudah tertangkap tangan melakukan tindak pidana korupsi. Kejahatan yang merugikan keuangan negara tersebut jelas harus diberantas, sehingga sudah sewajarnya jika kita punya lembaga antirasuah bernama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bertugas untuk mengusut tuntas segala tindak pidana korupsi di lingkungan alat negara.

Lucunya, dari sekian banyak pejabat yang terbukti melakukan korupsi, ada saja segelintir koruptor yang melakukan berbagai cara untuk mangkir dari pemeriksaan KPK. Mereka mencari berbagai alasan dan kemungkinan untuk menyelamatkan dirinya agar tidak harus menghuni hotel prodeo. Terkadang, cara yang dilakukan teramat menggelikan seakan menghina intelektualitas rakyat Indonesia. Berikut ini lima alasan mangkir ala koruptor Indonesia yang menggelikan itu:

1. Setya Novanto dan benjolan sebesar bakpao

Nama Setya Novanto jelas wajib untuk masuk dalam daftar ini. Kita tahu, Novanto yang terjerat kasus korupsi e-KTP ini berkali-kali melakukan usaha tipu daya dengan beraneka alasan agar bisa mangkir dari KPK. Padahal, KPK telah dua kali menetapkan Novanto sebagai tersangka!

Ada yang pernah lihat benjolan sebesar bakpao di dahi Novanto? (youtube)

Mulai dari alasan sakit yang tidak jelas (ingat tidak, foto Novanto yang tengah tidur di ranjang rumah sakit sembari tubuhnya dipasangi oleh bermacam alat medis?) hingga dikabarkan mengalami kecelakaan dengan mendapat benjolan sebesar bakpao di kepalanya. Rakyat yang tidak mau dibodohi pun ‘membalas’ beraneka rekayasa Novanto tersebut dengan membuat meme-meme lucu perihal sakit dan kecelakaan yang dialaminya itu.

2. Fredrich Yunadi yang harus rajin check up jantung

Setya Novanto tentu tak akan bisa berkelit sedemikian rupa jika tidak memperoleh bantuan. Salah satu sosok yang disebut-sebut berperan besar membantu Novanto untuk merekayasa kecelakaan dan sakitnya adalah Fredrich Yunadi, pengacara Novanto yang kondang dengan kalimat “saya suka kemewahan~” itu.

Fredrich disebut ikut membantu Novanto mengelabuhi penyidik KPK (breakingnews.co.id)

Karena diduga kuat menghalangi proses penyidikan terhadap Novanto, Fredrich pun turut ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ketika Fredrich mangkir pada panggilan pertama oleh penyidik, ia ditemukan tengah berada di RS Medistra dan mengaku sedang melakukan pemeriksaan medis bagi jantungnya. Menurut Fredrich, dirinya dipasangi 16 ring di jantung yang mengharuskannya rajin check up. Khawatir melarikan diri, penyidik pun akhirnya menahan Fredrich.

3. Muhammad Nazarudin berobat untuk kabur

Nama Nazarudin menjadi sorotan karena tiga kasus berbeda, yakni dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, pengadaan barang di Kementerian Pendidikan Nasional, dan penyelidikan revitalisasi sarana dan pra sarana pendidikan Dirjen Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Nazarudin saat ditangkap kepolisian Kolombia untuk diserahkan pada penyidik dari Indonesia (voanews.com)

Selalu mangkir ketika dipanggil KPK, Nazarudin beralasan tengah menjalani pengobatan di Singapura. Sayangnya, Kemenkum HAM telat menerbitkan surat pencegahan Nazarudin ke luar negeri. Selanjutnya kita tahu bahwa Nazarudin kabur dan sempat singgah di beberapa negara seperti Malaysia, Argentina dan Filipina. Pelarian Nazarudin berakhir di kota Kartagena, Kolombia, dan dibawa kembali ke Tanah Air pada 7 Agustus 2011.

4. Nunun Nurbaeti yang lupa ingatan

Nunun menjadi tersangka dalam kasus pemberi suap menggunakan cek pelawat atas nama Miranda Swaray Goeltoem dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Demi menghindari penyidikan KPK, Nunun menggunakan jurus yang ‘sinetron banget’: lupa ingatan.

Nunun Nurbaeti (mengenakan masker) berpura-pura hilang ingatan namun malah melarikan diri e luar negeri (beritasatu.com)

Nunun mengklain dirinya mengalami luka ingatan berdasarkan rekam medis dari dokter spesialis syaraf pribadinya, Andreas Harry. Nunun kemudian meninggalkan Indonesia pada 23 Februari 2010 dengan alasan hendak berobat ke Singapura. KPK memasukkan nama Nunun ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), hingga akhirnya tertangkap di Bangkok, Thailand pada tahun 2011. Lucunya, selama pemeriksaan KPK Nunun bisa lancar memberikan keterangan, tidak hilang ingatan seperti apa yang diklaimnya.

5. Zumi Zola tidak menerima surat panggilan

Zumi Zola mangkir dari panggilan karena mengaku tidak tahu ada surat panggilan (liputan6)

Sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi sebesar Rp6 miliar, Zumi Zola mengaku tidak menerima satupun surat panggilan yang dilayangkan oleh KPK. Padahal, KPK telah mengirimkan surat panggilan untuk kali ketiga. Kuasa hukum Zumi Zola menyatakan bahwa kliennya tidak mengetahui adanya surat panggilan tersebut hingga minta penjadwalan ulang. Menurut Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, penyidik akan segera menahan Zumi, setidaknya setelah menjadwalkan ulang pemanggilan Zumi.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *