3 Alasan Mengapa Kamu Harus Berhenti Komentar Tentang Bentuk Tubuh Orang Lain!

Apapaun alasannya, manggil teman dengan “ndut”, “cungkring”, “kurus” dan lainnya yang menyangkut bentuk tubuh adalah hal yang salah!

“Kok kamu gemukan sih”
“Kurus banget, gemukin dikit lagi lah biar cantik”
“Ndut, gendut, kapan kamu kurus?”

Body shaming (Greatist)

Pasti kamu sudah tak asing lagi dengan sekian komentar di atas kan? Iya, komentar tentang bentuk tubuh seakan menjadi hal yang lumrah di masyarakat. Bahkan beberapa menganggapnya sebagai bahan bercanda, menggunakannya untuk panggilan, hingga basa-basi belaka.

Body shaming, meski ditunjukkan untuk bercanda sekalipun, seharusnya tidak dilakukan. Iya, walaupun si pemilik tubuh terima saja dipanggil “ndut”, “cungkring”, atau sebagainya. Padahal hal tersebut tidak dibenarkan. Mengapa?

Memiliki dampak yang berbeda setiap orang

Setiap orang memiliki perasaan, kepekaan, sensitivitas, hingga kepribadian yang berbeda satu sama lain. Termasuk dalam menerima dan menanggapi body shaming, pasti dampaknya berbeda pada masing-masing individu. Tidak semua bisa menganggapnya sebagai bercanda atau rasa peduli. Bahkan bisa jadi mereka merasa tersinggung dan mengurangi rasa percaya diri.

Memiliki dampak yang berbeda setiap orang (Openfit)

Iya, rasa percaya diri bisa terkikis hanya karena panggilan “ndut”, “kurus”, dan semacamnya. Lebih parah, mereka akan mengambil jalan apapun untuk mendapatkan tubuh ideal menurut orang lain. Jika tidak berhasil, maka rasa tertekan dan depresi bisa saja menghampiri.

Merusak bahagia dan kepercayaan diri

Ada orang yang mulanya bisa menerima diri sendiri apa adanya, bahagia dengan apapun bentuk tubuhnya, kini mulai minder hanya karena body shaming. Hanya karena panggilan tertentu tentang bentuk tubuh rasa percaya diri runtuh seketika. Yang mulanya bahagia dan biasa saja kini jadi banyak pikiran, mencari cara bagaimana agar tubuhnya ideal.

Merusak bahagia dan kepercayaan diri (healthline.com)

Yang mulanya bisa bersyukur, menerima diri sendiri, kini berubah. Muncul perasaan ingin memiliki tubuh ideal seperti orang lain. Selalu mengikuti perkataan orang lain dan tidak bisa menerima dirinya sendiri. Semua itu bisa terjadi hanya karena komentar tentang bentuk tubuh.

Setiap orang memiliki istimewanya masing-masing

Setiap orang memiliki kelebihan, kekurangan, dan daya tarik masing-masing yang tentu berbeda satu sama lain. Tak bisa disamakan atau dipaksa serupa. Termasuk tentang standar kecantikan serta bentuk tubuh. Kulit putih, hidung mancung, hingga badan langsing selalu saja menjadi patokan kecantikan. Padahal, semua orang punya standar sendiri yang tidak boleh dibandingkan dengan orang lain, apalagi dipaksa sama!

Setiap orang memiliki istimewanya masing-masing (Everyday Feminism)

Jangan menjadikan dunia sebagai tempat yang kejam dengan menilai hanya didasarkan pada tubuh dan wajah saja. Jadilah seseorang yang lebih bijak, yang bisa merangkul banyak orang tanpa harus menyinggung tentang bentuk tubuh. Toh, tak ada manfaatnya juga melakukan body shaming.

Apapun alasannya body shaming adalah hal yang salah. Mulai sekarang lebih baik tinggalkan kebiasaan tersebut ya!

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *