Tentang Kebiasaan Menyisipkan Kode Cinta di Media Sosial yang Makin Merajalela

Untuk para pejuang kode yang budiman, silahkan baca

Seberapa besar media sosial mempengaruhi hubungan percintaan? Tentu, semua itu kembali ke pribadi masing-masing. Bagi sebagian orang, media sosial sangat berperan untuk mengetahui gerak-gerik pasangan terhadap teman-teman mayanya. Sebagian yang lain, justru memanfaatkannya untuk menebar kode yang sayangnya, sering diabaikan oleh dia yang diharapkan bisa peka dan paham.

Baca juga : Tak Perlu Lagi Pelet. Karena Sekarang, Jodoh Begitu Mudah Ditemukan di Internet

Media sosial kini punya banyak peran, termasuk sebagai penampung kode-kode yang bertebaran. | huffingtonpost.com

Kode yang melenceng

Dengan menggarisbawahi ‘sering diabaikan oleh dia yang diharapkan bisa peka dan paham’, maka bagi kamu yang punya kebiasaan menebar kode di media sosial, jangan langsung berekspektasi tinggi bahwa kodemu itu bisa tepat sasaran. Karena bisa jadi, kode rumitmu itu justru melenceng dari perkiraan: diabaikan oleh yang disasarkan, dan diperhatikan oleh yang bukan jadi incaran.

Kode cinta bisa saja melenceng dari perkiraan, yang justru menimbulkan kekecewaan. | huffingtonpost.com

Kalau sudah seperti itu, maka alasanmu agar yang diberi kode bisa melihat, membaca, dan kemudian paham dengan apa yang kamu harapkan, sudah tidak berarti lagi. Kecewa? Wajarnya sih iya. Namun kalau kamu memang seorang pejuang kode sejati, pasti kamu tidak akan pernah menyerah dan akan terus berjuang dengan meluncurkan kode-kode susulan kan?

Ladies first?

Menurut penelitian, wanita memiliki tingkat gengsi yang lebih tinggi ketimbang pria. Meskipun istilah ‘ladies first’ memang indah untuk diucapkan sebagai penghormatan terhadap kaum hawa, namun tetap saja, banyak wanita yang gengsi untuk memulai duluan dalam hal percintaan, dengan alasan yang menurut saya sangat sederhana: takut kecewa dan hanya ingin mengetes pasangannya.

Alasan wanita untuk tidak mau ‘ladies first’ adalah takut kecewa dan ingin mengetes pasangan. | ajp.com.au

Karena itulah muncul anggapan bahwa ‘cewek itu ribet’ di kalangan kaum pria. Wanita memang sangat sulit dipahami, wanita punya kerumitan sendiri dalam memandang suatu hal. Meskipun terdengar aneh, namun memang seperti itulah kenyataannya, setidaknya menurut saya dan pria-pria lainnnya. Ribet adalah bagian dari keindahan makhluk Tuhan bernama wanita.

Komunikasi yang kuat dan sepaham

Kembali pada pembahasan soal kode di media sosial. Hal apa yang menjadi dasar dalam sebuah hubungan? Selain jujur, setia, dan saling percaya, hal lain yang sama pentingnya adalah komunikasi. Tanpa komunikasi, tentu hubungan cinta tidak akan berjalan sesuai harapan, meskipun kamu sudah mati-matian untuk jujur, setia, dan mempercayai pasanganmu.

Selain jujur, setia, dan saling percaya, komunikasi sangat dibutuhkan dalam hubungan. | psychologytoday.com

Lantas, komunikasi yang baik itu seperti apa? Apakah dengan selalu menebar kode-kode? Tentu saja bukan. Setidaknya, ada empat hal yang harus kamu dan pasanganmu lakukan agar komunikasi tetap berjalan sehat dan lancar.

Pertama, kamu dan pasangan membutuhkan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan maksud hati. Kedua, nada suara yang baik saat mengungkapkan kata-kata itu. Ketiga, kalian berdua harus bisa meluangkan waktu spesial agar komunikasi yang sehat bisa selalu terwujud. Dan yang terakhir, belajarlah untuk mulai berbicara ‘tentang kita’ dalam waktu-waktu spesial itu.

Sekali lagi, tidak ada keharusan menggunakan kode untuk mewujudkan komunikasi yang sehat dengan pasangan. Hubungan yang sehat itu berawal dari komunikasi yang kuat dan sepaham, bukan dengan kode-kode yang sulit diterjemahkan.

Paham?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Siapa Sangka, 5 Musisi Dunia Ini Ternyata Berdarah Indonesia

Di Jaman Sekarang, Cantik Itu Hanya Diukur dari Foto Editan