Kisah Sukses Musik Indonesia di Negeri Jiran Malaysia. Bikin Bangga!

Sempat diekspansi Malaysia, kini musik Indonesia justru diminati negara-negara tetangga

Industri musik Indonesia benar-benar hancur setelah pembajakan merajalela. Apalagi setelah era digital mengekspansi setiap bidang kehidupan, toko-toko CD hilang satu per satu dan tren men-download serta copy-paste file musik tak bisa dibendung lagi. Dengan kecarut-marutan seperti itu, maka adalah hal yang sangat wajar kalau pada akhirnya banyak musisi tanah air yang menangis.

Baca juga : Musik Dangdut Norak? Tapi Tetap Goyang Kan Kalau Denger Lagunya~

Download musik (ilegal), salah satu alasan mengapa banyak musisi Indonesia yang menangis. | wisegeek.com

Titik cerah di Malaysia

Namun yang kita tahu, Tuhan akan selalu memberi penghargaan bagi hamba-hambanya yang mau terus berjuang. Maka, adalah fenomena yang luar biasa bahwa ditengah amburadulnya kondisi musik Indonesia, banyak musisi kita yang justru meraih kesuksesan di negeri Jiran Malaysia.

Nidji dan banyak band tanah air lain yang musiknya diterima baik di Negeri Jiran Malaysia. | amazonaws.com

Single-single yang menjejali tangga lagu Indonesia turut meraih sukses di sana. Kemungkinan besar, hal ini terjadi lantaran merebaknya musik Melayu di Indonesia sejak tahun 2000-an, silam hingga band-band seperti Nidji, ST12, Kangen Band, atau Bagindas pun ikut membawakan musik yang familiar bagi masyarakat Negeri Jiran. Maka, seabrek tawaran manggung mau tak mau harus diterima oleh band-band beraliran pop melayu itu.

Membalikkan keadaan

Bisa dibilang, kini musik Indonesia berhasil membalikkan keadaan dengan meraih pasar yang menjanjikan di kawasan Asia Tenggara. Meskipun saya adalah salah satu orang yang tidak begitu menyukai musik pop dengan cengkok yang sangat khas itu, namun saya setuju bahwa genre itulah yang berandil besar pada suksesnya musik Indonesia di Malaysia dan negara tetangga lainnya.

Kalau Malaysia punya Sheila Majid dan Siti Nurhaliza, kita pun punya Rossa dan Krisdayanti yang begitu dibanggakan di sana. Bahkan tak melulu musik Melayu, keragaman musik yang melimpah di Indonesia saat ini pun sudah bisa diterima dengan baik di Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.

Rossa merupakan salah satu punggawa musisi Indonesia yang berhasil membalikkan keadaan ekspansi musik Malaysia di Indonesia sejak tahun 2000-an silam. | beranda.co.id

Beberapa nama lain yang mampu meraih sukses di Negeri Jiran antara lain Afgan, Anji, D’MASIV, Rizky Febian, Raisa, Jaz, Tulus, Lesti, hingga Payung Teduh. Tentu bukan hanya mereka, namun setidaknya, itu sudah sangat cukup untuk menggambarkan bagaimana beragamnya musik kita.

Dengan pencapaian mereka semua di Malaysia dan negara-negara tetangga lainnya, kita hanya harus bangga. Bahwa dengan mengesampingkan perilaku pembajakan, semakin punahnya CD musik, dan merebaknya tren copy-paste, seperti kata Tulus, “karya yang dibuat dengan hati akan selalu ada pendengarnya.”

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Perihal Memasuki Kehidupan Mantan yang Sudah Punya Pasangan

Tak Perlu Khawatir Sinyal dan Boros Baterai, Begini Cara Menggunakan Google Maps Offline Saat Mudik