Kisah Perlakuan Penderita Gangguan Jiwa Kepada Ibu Hamil Ini Tuai Pujian Netizen

Dari kisah ini, kita belajar untuk menilai orang tidak hanya dari penampilannya!

Kadang kita sering melihat seseorang dari penampilannya saja. Kalau kita melihat orang dengan penampilan urak-urakan, kita sering kali menjustifikasi jika orang tersebut bukanlah orang baik-baik. Padahal, tidak mesti penampilan menunjukkan karakter seseorang.

Seperti kisah pengalaman yang dialami seorang ibu hamil bernama Febyolla Wardhanie, ia membagikan pengalamannya di instastory tentang perlakuan orang yang memiliki gangguan jiwa terhadapnya.

Kejadian itu bermula saat Feby sedang duduk menunggu bus di Terminal Terpadu Merak, Kamis 25 Oktober yang lalu. Saat itu kondisi cuaca sangat panas, dan matahari sedang terik-teriknya.

Feby yang sedang hamil besar pun merasa sangat lelah. Hingga ia memutuskan mencari tempat duduk untuk sekedar menghilangkan rasa lelahnya. Saat Feby sedang duduk beristirahat, tiba-tiba datang orang berpakaian kumuh yang oleh orang sekitar dikenal memiliki gangguan kejiwaan menghampiri Feby.

Tidak disangka, pria tersebut menyodorkan bungkusan berwarna cokelat berisi nasi dan lauk kepada Feby.

“Nih (sambil nyodorin nasi bungkus), ka…sian (sambil nunjuk perut aku),” tulis Feby menirukan pria tersebut saat menyodorkan makanan untuknya. Lebih lanjut Feby menjelaskan, ternyata pria tersebut baru saja ikut membantu petugas kebersihan membuang sampah dan diberi nasi kotak oleh petugas.

Namun bukannya ia makan, melihat Feby yang dalam kondisi hamil dan kelelahan, pria tersebut justru memberikan nasinya untuk Feby. Yang tidak kalah bikin terenyuh, pria itu justru makan pop mie sisa orang lain yang tidak dihabiskan.

Dari kejadian itu, Feby pun belajar untuk tidak memandang sebelah mata siapapun yang terlihat tidak baik di mata manusia. “itu sebabnya, aku selalu belajar untuk engga mandang orang sebelah mata. Masih ada orang baik, soon,” tulis Feby di Instastory-nya.

Kisah yang dialami Feby tentu menjadi cambuk bagi kita semua. Kadang, kita yang berfikiran normal lebih egois ketimbang dari pria yang diceritakan Feby di atas. Bahkan, tidak jarang kita rela adu sikut demi mendapatkan sebungkus nasi.

Padahal, ada orang lain yang rela menunda kebahagiaan demi membahagiakan orang lain. Karena sebaik-baiknya manusia, ialah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.

Postingan Feby kemudian dibagikan kembali di twitter oleh rekannya bernama @rarasabria. Postingan ini pun kemudian menarik perhatian netizen, banyak warganet yang memberikan komentar positif terhadap pengalaman Feby tersebut.  Bahkan tidak sedikit yang merasa terharu dengan kebaikan pria tersebut.

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *