Kisah Nyata Perjuangan Seorang Suami Memakai Pembalut demi Istri Tercintanya

Demi sang istri tercinta, apapun ia lakukan. Hingga kisahnya di filmkan~

Perjuangan dan pengorbanan merupakan sebuah keharusan dalam hubungan. Bagi mereka yang memiliki cinta sejati, melakukan pengorbanan untuk orang yang ia cintai akan dilakukan dengan tulus tanpa adanya paksaan.

Pengorbanan cinta (pexels.com)

Seperti kisah pengorbanan seorang suami di India ini. Ia rela melakukan apa saja demi istri tercintanya. Termasuk saat ia rela memakai pembalut. Ialah Padma Shri Arunachalam Muruganantham, pria India yang rela berkorban apapun untuk istri tercintanya.

Kisah ini bermula saat  Muruganantham menikahi seorang wanita miskin di India. Setelah beberapa lama menikah, ia mendapati istrinya sedang mengumpulkan kain bekas untuk dijadikan pembalut.

Melihat pemandangan itu, ia pun melarang istrinya menggunakan kain bekas untuk dijadikan pembalut selama menstruasi. Muruganantham kemudian bermaksud membelikan istrinya pembalut yang tersedia di berbagai toko besar.

Arunachalam-Muruganandam dan istri tercinta (kaskus.co.id)

Namun sayang, di India harga pembalut sangat mahal. Hal ini pula yang menjadikan 98% wanita India tidak mengenakan pembalut konvesional saat menstruasi. Mereka justru lebih memilih pembalut tradisional yang terbuat dari kain bekas.

Muruganantham kemudian mencari jalan keluar untuk membantu istrinya, ia khawatir kain bekas yang dijadikan pembalut akan mengancam kesehatannya. Suatu ketika, Muruganantham memiliki ide untuk membuat pembalut sendiri dengan bahan kapas.

Arunachalam-Muruganandam saat berjuang membuat Pembalut (expressnews.asia)

Namun sayang, niat baiknya untuk membuatkan pembalut istrinya tidak mendapatkan respon yang baik dari wanita yang ia cintai itu. Istrinya, dan saudara-saudaranya menganggap apa yang dilakukan Muruganantham sebagai sesuatu yang tidak lazim.

Tidak ada satupun wanita yang mau mencoba menggunakan pembalut buatannya. Bahkan sang istri menolak untuk mencobanya. Akhirnya, tanpa rasa malu ia pun mencoba sendiri pembalut buatannya apakah nyaman digunakan atau tidak.

Wajar saja tidak ada satu orang pun yang mau mencoba pembalut buatan Muruganantham. Pasalnya, bagi masyarakat India persoalan menstruasi merupakan sebuah hal yang sangat tabu untuk diperbincangkan. Terlebih bagi kaum laki-laki. Keputusan Muruganantham yang mencoba ikut campur dengan urusan wanita itu pun membuatnya dikucilkan keluarga dan tetangganya.

Muruganandam mencoba sendiri pembalut yang ia produksi (tempo.co)

Namun Muruganantham tidak menyerah. Ia menyadari jika produk pembalut di India dijual dengan harga sangat mahal. Padahal, bahan baku produksi hanya sekitar 10 paise ($0,002), namun para produsen menjualnya mencapai 40 kali lipat harga produksi.

Muruganantham tidak putus asa. Ia mencoba mencari alternatif lain agar wanita di India, khususnya istri tercinta bisa menggunakan pembalut dengan bahan yang aman dan bersih.

Ia pun kemudian melakukan eksperimen selama dua tahun. Hasilnya, ia kini faham jika bahan terbaik membuat pembalut ialah dengan menggunakan serat selulos. Namun sayang, proses pembuatannya harus menggunakan mesin canggih seharga 35 juta rupee.

Kisah Muruganandam diangkat ke sebuah buku (idiva.com)

Bukan Muruganantham namanya jika ia kehabisan akal. Demi istri tercinta, ia pun membuat mesin tiruan dengan biaya jauh lebih murah. Pada tahun 2006 yang lalu, Muruganantham mendaftarkan alat penemuannya dalam kompetisi Inovasi Teknologi Grassroots Inovasi Nasional di India.

Hasilnya, karya Muruganantham mendapatkan apresiasi luar biasa dari dewan juri. Ia pun kemudian menjadi juara pertama di kompetisi tersebut. Tidak hanya itu, Muruganantham kemudian mendapatkan dana kucuran dari pemerintah untuk menyempurnakan temuannya tersebut.

Kini, Muruganantham menjadi seorang pahlawan bagi wanita di India, khususnya untuk istrinya. Muruganantham tidak hanya menyelamatkan wanita India dari bahaya pembalut kain bekas. Namun ia juga kini membuka lapangan pekerjaan baru bagi ribuan masyarakat India.

Kisah Muruganandam diangkat ke sebuah film layar lebar (sbs.com.au)

Kisah inspirasi ini kemudian ditulis oleh seorang penulis India, Twinkle Khanna, dengan judul The Legend Of Lakshmi Prasad. Tidak lama buku itu terbit, kisah ini kemudian dijadikan sebuah film layar lebar berjudul Pad Man (2018).

 

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *