Jangan Galau, 3 Keuntungan yang Akan Dirasakan Oleh Kamu yang Telat Nikah

Menikahlah ketika kamu siap, jangan karena desakan…

Sebaiknya keputusan menikah memang diambil berdasarkan persiapan lahir batin, kematangan emosional hingga mantapnya niat. Jangan sampai kamu menikah hanya karena desakan orang tua, teman-teman yang sudah duluan menikah, atau terlebih karena usia. Bagi orang Indonesia, usia ideal untuk menikah adalah 20-27 tahun. Sementara mereka yang berusia 30 tahun lebih dan belum menikah dianggap terlambat.

Telat menikah (andydodot.files.wordpress.com)

Sebenarnya mau nikah usia berapapun itu adalah hak pribadi, dimana orang lain tak boleh ikut campur. Hanya saja penilaian sosial terkadang menjadi “hakim” yang mengharuskan seseorang terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah. Pun sebenarnya telat menikah tak jadi masalah. Justru akan memberi kamu beberapa keuntungan berikut ini.

Punya banyak waktu untuk tumbuh

Kedewasaan seseorang tidak ditentukan dari segi usia, melainkan dari sifat, karakter, perilaku, dan juga tanggung jawabnya. Jika memang di usia matang ini kamu merasa belum sepenuhnya dewasa, inilah saatnya untuk terus bertumbuh. Perbanyak pengalaman yang akan membawa pelajaran berharga bagi hidup masa kini dan masa depan.

Punya banyak waktu untuk tumbuh (bahasa.aquila-style.com)

Melalui banyak pengalaman yang didapatkan, kamu akan sadar kalau pernikahan bukan hanya tentang ijab dan resepsi. Ada banyak persoalan hidup yang membutuhkan kedewasaan untuk mengambil keputusan dan memikul tanggung jawab. Dengan memiliki banyak waktu untuk tumbuh kamu bisa lebih siap menjalani kehidupan pernikahan yang sangat kompleks.

Punya kesempatan membangun masa depan

Daripada buang-buang waktu untuk galau, lebih baik gunakan setiap kesempatan untuk fokus membangun masa depan. Maksimalkan karir, lakukan bisnis yang sekiranya menguntungkan, atau investasi. Perbanyak tabungan agar masa depan jauh lebih terjamin.

Punya kesempatan membangun masa depan (Indonesia Tourism)

Jika sekiranya masa depan terjamin, kamu bisa lebih fokus mencari jodoh dan memulai mempersiapkan kehidupan rumah tangga. Bangun masa depan dengan semegah yang kamu bisa, mumpung masih ada waktu dan tak ada yang melarang kamu melakukan ini itu, apalagi bagi seorang wanita.

Sempat belajar pengalaman dari teman-teman yang sudah menikah

Kamu jadi satu-satunya lajang di tengah teman-teman yang sudah berumah tangga? Tenang saja, itu justru jadi sebuah keuntungan yang bisa memberimu banyak sekali pelajaran. Melalui teman-teman yang sudah menikah, kamu bisa belajar dari pengalaman mereka. Tentang bagaimana membangun rumah tangga, membesarkan anak, menghadapi berbagai masalah.

Sempat belajar pengalaman dari teman-teman yang sudah menikah (thoughtcatalog.files.wordpress.co)

Dengan begitu kamu bisa punya banyak sekali bekal berharga untuk kehidupan rumah tanggamu kelak. Sehingga kamu bisa lebih mudah menghadapi masalah yang datang, atau jika ada sesuatu yang mendesak kamu bisa mengambil keputusan dengan cepat.

Nah itulah beberapa keuntungan yang akan didapatkan seseorang yang telat menikah. Sekali lagi, menikahlah jika kamu sudah siap, jangan menikah jika karena desakan orang lain atau usia yang dianggap “matang”.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *