Merantaulah, Maka Kamu Akan Merasakan 8 Keuntungan Ini

Tak selalu menyedihkan, kamu bisa mendapat keuntungan ini saat merantau

Teruntuk kamu yang jauh disana, kata orang, merantaulah agar kamu tau bagaimana rasanya rindu. Merantaulah agar kamu tau alasan kenapa kamu harus pulang, agar kamu tau ada orang-orang setia yang menantimu kembali. Tak masalah jika kamu harus berjarak dengan ayah, ibu, kakak, adik, keluarga dan semua yang menjadi rumah untukmu. Jarak hanya sementara, hingga akhirnya kamu pulang. Pulang dengan sejuta rindu yang kamu tabung sejak dulu. Percayalah, rasanya luar biasa ketika jutaan rindu yang kamu tahan akhirnya tersampaikan.

Tak selalu merantau membawa kesedihan. Mungkin iya kalau kamu merasa kesepian, kelaparan, dan merasakan bagaimana hidup yang sebenarnya. Hidup di tanah orang memang tak mudah, tapi bukan berati kamu tak bisa. Dengan banyak kesulitan yang kamu lalui, yakinlah, setelah pulang dari rantauan, kamu akan membawa ‘keuntungan’ ini bersamamu.

Keuntungan Jadi Anak Rantau (Via gitugini.com)
Keuntungan Jadi Anak Rantau (Via gitugini.com)

1. Kemandirianmu akan terbentuk

Kamu yang disana, apa rasanya jauh dari orang tua? Sepi tak satu-satunya, yang tadinya kamu bisa melakukan sesuatu bersama orang tua, kini kamu harus melakukannya sendirian. Tak perlu sedih, dengan terbiasa begitu kamu akan menjadi orang yang mandiri. Tak ada yang bisa kamu andalkan di tanah rantau kecuali dirimu sendiri. Hanya dengan melatih diri menjadi mandiri, kamu akan bisa bertahan walaupun hidup ratusan hingga ribuan kilometer dari rumah.

(Via australiannationalreview.com)
(Via australiannationalreview.com)

2. Terlatih untuk bertanggungjawab

Taukah? Ketika orang tuamu menjawab “Ya, merantaulah” terselip rasa percaya mereka kepadamu. Keyakinan mereka kalau kamu bisa bertanggung jawab untuk dirimu sendiri yang utama. Kepercayaan yang mereka berikan tentulah tak boleh kamu sia-siakan. Kamu yang merantau untuk pendidikan, selesaikanlah pendidikanmu dengan baik. Untuk kamu yang bekerja, bertanggungjawablah pada apa yang kamu kerjakan. Lebih dari itu, tanggung jawab terbesar seorang perantau adalah menjaga kepercayaan yang diberikan kepadamu.

(Via akiranadhira.blogspot.com)
(Via akiranadhira.blogspot.com)

3. Bertahan hidup? Kamu ahlinya

Tak bisa dirasakan oleh yang tinggal dengan orang tua, aku yakin, kamu ahli dalam hal ini wahai perantau. Jarak yang memisahkanmu dengan orang tuamu akan membuatmu lebih paham bagaimana caranya bertahan hidup. Menyerah tak ada dalam kamusmu. Kamu bisa melakukan apapun agar bisa bertahan hidup, setidaknya untukmu makan hari ini. Memang jalanmu akan penuh dengan banyak rintangan dan kamu membutuhkan ekstra perjuangan. Namun, hal ini akan terbayar. Kamu akan menjadi seorang yang ahli bertahan hidup, dimanapun kamu berada kelak.

(Via higherperspectives.com)
(Via higherperspectives.com)

4. Tantangan adalah makanan sehari-hari

Wahai kamu yang datang dari lingkungan lembut menuju lingkungan dengan kehidupan keras, sudah berapa banyak rintangan yang kamu lalui hari ini? Seperti tak ada habisnya, rintangan dan tantangan mungkin sudah seperti makanan sehari-hari bagimu. Namun, semakin banyak rintangan dan tantangan yang kamu lalui, kamu akan menjadi pribadi yang lebih kuat. Sampai suatu saat kamu akan berpikir, hidup tak asik kalau tak ada tantangan. Yah, lambat laut kamu akan menyukai setiap tantangan yang menghampirimu.

(Via lavezza.org)
(Via lavezza.org)

5. Menjadi manajer untuk diri sendiri

Kamu yang sudah terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri, aku akui kamu hebat. Jauh dari orang tua terbukti bisa membuatmu lebih berkembang. Lambat laun kamu bisa menjadi manajer yang baik untuk dirimu sendiri. Kamu terbiasa mengatur uang, waktu, dan hal lainnya sendirian. Dengan begitu, apa yang tak bisa dilakukan oleh seorang perantau?

(Via techrds.org)
(Via techrds.org)

6. Cinta daerah asal

Merantau ke tanah orang membuatmu rindu setengah mati pada kampung halaman. Kamu mungkin mulai berpikir

“Tak seperti di Jogja, aku tak bisa menemukan bakmi jawa enak disini. Jogja memang terbaik”.

Di mulai dari rindu yang kian membesar akan menumbuhkan rasa cinta. Kamu akan sadar, tak ada yang lebih baik dari kampung halaman dimana kamu dilahirkan.

(Via jogjangangeni.com)
(Via jogjangangeni.com)

7. Mudahnya seorang perantau beradaptasi

Ketika kamu mulai menginjakkan kaki di tanah asing yang tak kamu ketahui, kamu akan bertemu banyak orang dengan berbagai macam kebudayaan dan latar belakang yang jauh berbeda denganmu. Disini kamu membutuhkan skill khusus agar dapat beradaptasi dengan mudah. Memang sulit awalnya berbaur dengan orang asing yang berbeda latar belakang. Namun kamu akan mulai terbiasa hingga adaptasi bukan menjadi hal yang menyusahkan untukmu, percayalah.

(Via mamansoleman.net)
(Via mamansoleman.net)

8. Terbiasa mengambil resiko

Salah satu pelajaran yang bisa kamu ambil di tanah rantau adalah terbiasa dengan resiko. Kamu mungkin akan banyak menghadapi masalah dengan berbagai macam resiko yang menuntutmu untuk berpikir cepat dan tepat. Disini kamu hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Resiko yang kamu ambil akan menjadi tanggungjawabmu hingga akhir.

(Via theodysseyonline.com)
(Via theodysseyonline.com)

Sekali lagi merantaulah. Tak selamanya zona nyaman akan memelukmu erat. Terkadang kamu perlu zona perang agar bisa menjadi lebih kuat dan tangguh. Tak ada salahnya mulai walaupun hanya di kota tetangga, tak perlu jarak ribuan kilometer agar bisa disebut merantau. Selama kamu keluar dari zona nyaman, kamu sudah bisa disebut merantau. Wahai perantau, yuk ceritakan bagaimana kisahmu di tanah rantau, apa kamu sudah menjadi seperti yang disebutkan diatas?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *