Keuntungan yang Bisa Diambil dari Mirisnya Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Bahkan dalam hal terburuk pun, kamu tetap bisa mendapat pelajaran

1.3k
SHARES

Hal apa yang paling menyedihkan dari mencintai? Adalah ketika kamu harus merasakan cintamu seorang diri. Tanpa balasan, tanpa adanya harapan lagi. Meski begitu, Tuhan selalu memberi nilai lebih atas apa yang diciptakan-Nya, bahkan kalau itu harus bernama cinta bertepuk sebelah tangan.

Memang, merasakan cinta tanpa adanya balasan itu benar-benar miris dan menyedihkan. – normansatria.wordpress.com

Memang, cinta tanpa adanya balasan itu benar-benar miris dan menyakitkan. Mungkin rasanya jauh lebih ngilu dari saat kamu harus menyudahi sebuah hubungan. Namun apapun alasannya, kamu harus terus bertahan. Bertahan untuk terus berjalan maju dan melihat masa depan.

Karena cinta yang tak terbalas itu mengajarimu kapan harus berhenti

Ini bukan tentang berhenti berjuang atau memasrahkan diri. Berhenti di sini, adalah tentang mengakhiri hubungan yang tidak sehat, yang tidak bisa memberimu manfaat, yang tidak sejalan dengan akal sehat.

Bukankah lebih baik mengakhiri hubungan yang kamu sendiri sadar kalau itu tidak sehat? – sedanghangat.com

Mungkin sulit bagimu untuk keluar dari situasi sulit seperti itu. Namun sulit bukan berarti tidak mungkin, kan? Dan pahami bahwa, move on dari dia yang tidak mau membalas cintamu itu bukan soal bisa atau tidak, namun soal mau atau tidak.

Dan mengajarimu untuk mendewasakan diri

Dalam dunia cinta, tidak ada satu pun orang yang berani menjamin bahwa semua hubungan itu pasti berakhir dengan manis. Happy ending dan sad ending itu biasa, namun bukankah kamu punya keinginan untuk terus bahagia?

Apapun akhir sebuah hubungan dan perasaan, kamu tetap punya hak untuk mendapat kebahagiaan. – pexels.com

Jadi ketika kamu tidak punya harapan lagi untuk merasa bahagia dengannya, lalu untuk apa terlalu lama mempertahankan perasaan? Cinta itu bukan tentang memaksakan, namun membahagiakan. Membahagiakan dia yang kamu cinta, juga membahagiakan dirimu sendiri.

Untuk apa kamu mengaku cinta kalau dia yang kamu cinta tak pernah menganggap cintamu? Ketika kamu sudah mampu berpikir seperti itu, itu artinya kamu sudah selangkah lebih dewasa. Dewasa dalam berpikir, juga dewasa dalam hal cinta.

Percayalah, kalau kamu memang tidak bisa hidup bersama dia yang selalu ada dalam setiap do’amu, maka kamu akan hidup bersama dia yang selalu menyebut namamu dalam setiap do’anya. Karena yang kamu anggap sempurna itu, tidak selalu jadi yang terbaik untukmu.

1.3k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."