Meski Nggak Sehat, Ini yang Bikin Kamu Selalu Ketagihan Kentang Goreng di Restoran Cepat Saji

Enak tapi nggak sehat, dilema banget ya?

Rasanya, kita semua pasti doyan makan di restoran cepat saji, bukan? Mulai dari yang asli Amerika Serikat hingga produk dalam negeri, semuanya punya menu-menu yang menggiurkan dan susah banget ditolak. Restoran cepat saji juga dikenal cocok untuk berbagai tingkatan usia, jadi nggak heran kalau banyak keluarga yang gemar datang berbondong-bondong.

Baca juga : 7 Alasan Mengapa Hidup di Kota Bisa Membunuhmu Pelan-Pelan

Ngomongin soal menu andalan, masing-masing jelas punya menu unggulan. meski begitu, biasanya ada satu jenis menu yang terbilang amat general sehingga gampang banget kita temukan di restoran cepat saji apapun. Menu ini juga kerap jadi favorit dan bikin kita ketagihan untuk tambah terus. Yak, apalagi kalau bukan French Fries atau kentang goreng

Kentang yang penuh trik

Kentang goreng adalah cemilan yang sebenarnya betul-betul sederhana. Ibaratnya, siapapun bisa dengan mudah membuatnya di rumah tanpa harus pergi ke restoran cepat saji. Namun anehnya, saat kita menggoreng sendiri di rumah dengan menggunakan kentang dan bumbu-bumbu yang segar, ada sesuatu yang hilang rasanya. Meski lezat, kentang goreng buatan kita sendiri tak pernah bisa seperti kentang goreng restoran cepat saji yang membuat siapapun ketagihan sejak gigitan pertama.

Kentang goreng ala resto cepat saji, enak tapi kok… – www.jalansanasini.com

Kita semua mungkin akan menjawab bahwa kentang goreng buatan restoran cepat saji punya bumbu rahasia, seperti resep ayam legendaris dari Kentucky itu. Meski jawaban ini tidak bisa dibilang salah, namun ada rahasia lain dibalik itu semua, karena setiap batang kentang goreng di restoran cepat saji telah dirancang untuk membuat nafsu makan meningkat.

Rahasianya: bahan penguat yang menyerang sistem penginderaan kita

Untuk membuat satu menu sajian kentang goreng senikmat di restoran cepat saji, kentang akan dipadukan dengan sejumlah bahan-bahan penguat rasa seperti garam, asam natrium pirofosfat, dekstrosa, perisa daging sapi alami, serta minyak nabati (minyak canola, minyak jagung, minyak kedelai, minyak kedelai terhidrogenasi) yang memberi aroma sangat nikmat.

Pada setiap porsi kentang goreng, ada setidaknya 19 bahan penguat rasa yang punya dampak buruk – www.trueactivist.com

Jika minyak nabati menyumbang peran di sektor aroma, maka perisa daging sapi memunculkan sensasi rasa yang tidak bisa ditemui pada sembarang kentang goreng. Sedangkan untuk menguatkan rasa gurih pada kentang, gandum terhidrolisis dan susu terhidrolisis lah yang turut berperan serta. Kedua bahan inilah yang menjadi MSG dalam kentang goreng.

Dampak buruk kentang goreng ala restoran cepat saji

Meski MSG pada kentang goreng restoran cepat saji berasal dari bahan gandum dan susu, namun kita tak bisa mengatakan bahwa kentang goreng tersebut sehat. Wajar saja, karena bahan yang sudah terhidrolisis tadi akan kehilangan nutrisi alaminya. Harus kita akui, penambahan MSG tersebut mampu meningkatkan nafsu makan karena sinyal kenyang yang seharusnya dikirim ke otak jadi terhambat akibat pengaruh MSG. Nggak heran, kita bahkan sampai rela ‘memburu’ remah-remah kentang yang tersisa di dasar wadahnya.

Tingginya kandungan kalori, garam dan lemak jenuh pada kentang goreng ini membuat kita rentan terkena obesitas dan hipertensi yang bisa berujung pada kematian dini – deherba.com

Meskipun kentang goreng restoran cepat saji adalah kenikmatan yang sayang untuk dilewatkan, tapi kamu nggak boleh sering-sering mengkonsumsinya, apalagi dalam porsi besar hingga dua kali dalam seminggu. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, kebiasaan ini bisa meningkatkan resiko kematian dini karena tingginya kalori, lemak jenuh dan garam pada kentang goreng yang diolah seperti restoran cepat saji.

Dilema juga ya, guys? Enak dan nagih, tapi kok resikonya untuk kesehatan besar juga.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Fenomena Polisi Cepek: Kadang Sebel, Kadang Butuh, dan Ternyata Menguntungkan

Dari Capung Sampai Kupu-Kupu, Inilah Hewan di Sekitar Kita yang Tanpa Disadari Kini Mulai Langka