Liciknya Kafein dan Kesegaran Palsu yang Ada dalam Minuman Berenergi

Efek segarnya hanya sesaat, dampaknya bisa berbahaya

Hingga saat ini, masih banyak orang yang meyakini bahwa minum minuman berenergi dapat menjadi doping paling ampuh untuk menyegarkan kembali tubuh yang letih setelah beraktifitas seharian. Mulai dari para pekerja berat, pengemudi bus malam dan truk kontainer, hingga para pelajar yang mengonsumsinya agar badan tetap segar saat digempur tugas-tugas yang harus segera diselesaikan.

Belum lagi, banyak warung-warung makan pinggir jalan yang mengkombinasikan minuman berenergi dengan susu untuk memperkaya rasanya. Alhasil, penggemar minuman berenergi kian bertambah banyak dan tak peduli usia. Namun tahukah kamu kalau minuman berenergi ternyata punya dampak buruk bagi kesehatan?

Cara kerja minuman berenergi yang licik dan menipu fungsi tubuh

Minuman berenergi pada umumnya memasukkan kafein dalam salah satu komposisinya. Zat yang biasa ada pada kopi dan teh hijau ini memang dikenal punya efek memberi kesegaran bagi orang yang mengonsumsinya. Masalahnya, kafein merupakan zat yang licik, karena memberikan kesegaran palsu dengan jalan menghambat jalur kimia yang bertugas memberi rasa lelah pada tubuh.

Minuman berenergi mengandung kafein dalam jumlah besar yang memberikan kesegaran palsu bagi tubuh (kompas.com)

Dalam 10 menit pertama, kafein membuat tubuh meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Setelah 15-45 menit mengonsumsinya, kadar kafein akan berada di puncak aliran darah sehingga membuat konsentrasi tubuh meningkat.

Zat ini lantas mulai diserap tubuh sekitar 30-50 menit setelah dikonsumsi. Hati akan meresponnya dengan menyerap lebih banyak gula ke dalam aliran darah sehingga dalam satu jam, efek kafein mulai mereda dan terjadi apa yang disebut sebagai kecelakaan gula. Kesegaran yang kita rasakan setelah mengonsumsi minuman energi mulai turun dan digantikan oleh rasa lelah.

Butuh waktu 12 jam bagi tubuh untuk menghilangkan kafein (virtual.co.id)

Untuk bisa menghilangkan kafein secara total dari dalam tubuh, setidaknya butuh waktu selama 12 jam. Bahkan bisa lebih lama bagi orang dengan kerusakan hati, pengaruh obat-obatan, atau ibu hamil. Itulah sebabnya orang-orang tersebut tidak dianjurkan untuk mengonsumsi minuman berenergi. Pasalnya, meski sudah hilang dari tubuh, namun efek samping seperti mual dan pusing bisa bertahan 12-24 jam dan bisa bertahan hingga 9 hari, tergantung seberapa banyak jumlah kafein yang dikonsumsi.

Efek bagi tubuh

Sejumlah kasus telah muncul yang merupakan dampak dari konsumsi minuman berenergi dalam jangka panjang atau dalam jumlah berlebihan. Misalkan saja pada penelitian yang dilakukan oleh Naren Gunja dan Jared A Brown pada tahun 2012 yang meneliti 217 konsumen minuman berenergi.

Sejumlah bukti menunjukkan bahwa konsumsi minuman energi bisa berdampak buruk bagi tubuh (liputan6.com)

Menurut sebagian besar responden, timbul efek seperti gelisah, tremor, fetak jantung cepat dan gangguan pencernaan setelah mengonsumsi minuman berenergi. Bahkan, ada responden yang terkena tanda-tanda toksisitas jantung atau neurologis serius seperti halusinasi, kejang, aritmia atau iskemia jantung. Sebanyak 128 orang responden sampai harus menjalani rawat inap karena masalah-masalah kesehatan tersebut.

Jadi, sebaiknya kita menghindari untuk mengonsumsi minuman berenergi agar tidak terkena dampak kesehatan seperti di atas. Kalaupun ingin meminumnya, jangan melebihi takaran yang dianjurkan serta tidak meminumnya secara rutin selama jangka waktu tertentu.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *