Kesabaran itu Pahit Bak Empedu, Tapi Buahnya Manis Seperti Madu

Sabar tidak ada batasannya, tetapi sabat pasti ada balasannya…

Sebuah sikap yang banyak disarankan baik oleh agama, maupun oleh budaya masyarakat ialah sifat sabar. Pengertian sabar pun beraneka ragam, dari mulai ada yang mengatakan jika sabar memiliki batas, ada juga yang mengatakan kesabaran tidak ada batasannya, hanya kita saja yang tidak mampu untuk menahan sebuah kesabaran.

Sabar itu indah (katabijaku.my.id)

Terlepas dari dua perbedaan itu, kesabaran memang sebuah sikap yang tidak mudah untuk dilakukan. Mungkin mulut kita bisa mengatakan kita mampu bersabar menghadapi ujian, tetapi apakah hati kita mampu bersabar dengan ujian yang sedang dihadapi?

Sikap sabar memang terasa pahit jika dilakukan

Menjadi orang penyabar memang sangatlah berat, terasa pahit jika kamu melakukannya. Tidak hanya itu, kadang menjadi orang sabar juga sering merasakan sakit hati yang terdalam. Bahkan beberapa kisah terdahulu yang menggambarkan sikap sabar terdengar sangat menyakitkan.

Sabar memang tidaklah mudah dilakukan (bigthink.com)

Mungkin sebagian dari kita masih ada yang ingat dengan kisah kesabaran Bilal Bin Rabah. Seorang budak miskin yang disiksa oleh majikannya ditengah padang pasir, agar tidak beriman kepada agamanya. Namun Bilal tetap bersabar dengan segala keimanan di dalam hatinya. Hingga ia dijanjikan surga sebagai balasan kesabaran dan keimanannya oleh Rasulullah.

Kesabaran merupakan perisai orang beriman

Kita tentu familiar dengan sebuah hadist yang bermakna “kesabaran sebagian dari iman”. Memang, kesabaran merupakan perisai untuk melindungi diri dari putus asa dan menyerah dalam cobaan.

Kesabaran senjata orang beriman (lyceum.id)

Dikatakan pula dalam ajaran agama, jika kesabaran merupakan sebagian dari bentuk keimanan. Sebab dalam kesabaran terdapat keyakinan akan kebaikan dari Tuhan dalam hidup seseorang. Keyakinan inilah yang akan menyelamatkan seseorang dari sifat putus asa menghadapi cobaan.

Kesabaran sepahit empedu berbuah semanis madu

Istilah kesabaran sepahit empedu dan berbuah semanis madu, memang tidak berlebihan untuk menggambarkan betapa pahitnya menjadi orang penyabar, dan betapa manisnya buah dari sebuah kesabaran.

Buah kesabaran semanis madu (tarbiahmoeslim.files.wordpress.com)

Betapa tidak pahit, kesabaran menuntut kita tidak membalas kepada seseorang yang berbuat jahat kepada kita. Sabar juga menuntut kita tetap berbuat berbuat baik kepada orang yang tengah menyakiti hati kita. Yang paling berat ialah sabar menuntut kita tetap berdiri tegak dikala cobaan datang bertubi-tubi.

Namun dibalik pahitnya kesabaran, terdapat banyak sekali buah kesabaran yang terasa sangat amat manis. Hal itu pasti terjadi, sebab sudah menjadi janji Tuhan. Jika kamu termasuk orang beriman, tentu mempercayai Janji Tuhan, dan tentu kamu percaya jika Tuhan beserta orang-orang yang sabar.

Tulis Komentarmu
Amin Aulawi (Aw)

Written by Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Pria yang Melakukan Hal Ini Ketika Minta Maaf, Artinya Dia Tidak Benar-benar Menyesal

Dibanding Pria, Wanita Butuh Lebih Banyak Me Time, Sebenarnya