Sering Dikira Nganggur, Kerjaan Menteri Puan Maharani Sebenarnya Apa Aja Sih?

Banyak orang menganggap keberadaannya di Kabinet Kerja berkat campur tangan ibunya, Megawati Soekarnoputri

Saat Joko Widodo pertama kali mengumumkan susunan kabinetnya paska dilantik sebagai Presiden ketujuh Indonesia, ada beberapa nama yang langsung mendapat sorotan dan menjadi bahan perbincangan karena dinilai kontroversial. Salah satunya tentu saja Susi Pudjiastuti yang kini dikenal sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Selain nama Susi Pudjiastuti yang jadi kontroversi karena kenyentrikan dan tingkat pendidikannya, ada satu nama lagi yang hingga kini masih sering jadi kontroversi dan cibiran orang-orang sejak hari pertama menjabat. Jika Susi akhirnya mendapat banyak penggemar karena aksi-aksinya menenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan, maka tidak demikian halnya dengan sosok Puan Maharani, sang Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Benarkah jabatan Puan hanyalah jabatan semu?

Sejak nama Puan muncul dalam jajaran Kabinet Kerja Jokowi, banyak orang beranggapan bahwa hadirnya Puan hanya sebagai ‘balas jasa’ kepada Megawati Soekarnoputri yang merestui PDI Perjuangan mengusung Jokowi sebagai calon presiden 2014-2019. Seperti kita ketahui, Puan adalah putri Megawati, sehingga tidak mengherankan kalau banyak orang mengaitkan ini sebagai praktik nepotisme.

Puan saat meninjau salah satu pameran (Antara)

Padahal, jabatan Puan sebagai Menko PMK bukanlah jabatan main-main karena ia membawahi beberapa kementerian strategis dalam konteks pembangunan Indonesia. Jadi jika selama ini banyak orang menganggap Puan ‘menganggur’ dan jabatannya hanyalah jabatan semu saja demi memberi porsi padanya di pemerintahan, maka kamu salah besar.

Tugas-tugas Puan sebagai Menteri

Sebagai orang yang menjabat dalam koridor Kementerian koordinator, Puan memiliki tugas yang berbeda secara struktural dengan Kementerian Teknis. Ia bertugas untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian lain yang berada di bawah garis koordinasinya, baik beberapa Kementerian lain maupun lembaga yang berkaitan.

Puan menjabat sebagai Menko PMK (kompas.com)

Puan mungkin memang kalah moncer namanya dibandingkan dengan menteri lain dari bidang Kementerian Teknis, namun bisa dipastikan Kementeriannya punya tugas penting, misalkan saja dalam penyebarluasan penerima manfaat KIP, KIS, dan PKH. Tercapai atau tidaknya sasaran penerima manfaat dari program tersebut adalah tanggung jawab Puan.

Benarkah Puan lebih sering ‘menganggur’ daripada bekerja? (radarbanten.co.id)

Puan juga bertugas¬†memberikan dorongan peningkatan pendidikan dan pembangunan kebudayaan melalui kreativitas dan inovasi. Revitalisasi BKKBN, Kampung KB, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), Revitalisasi SMK, dan lain-lain. Aneka tugas tersebut juga membuatnya harus hadir ke daerah-daerah yang menjadi korban bencana alam. Belum lagi tugas-tugas untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi program antar Kementerian. Jadi boleh dibilang, ia sebenarnya tidak ‘menganggur’ seperti yang kita kira.

Mungkin kita jarang mendengar prestasi Puan dalam pemberitaan di berbagai media. Ini sebenarnya wajar saja, karena pada dasarnya prestasi dari berbagai bidang tadi adalah prestasi yang diraih secara kelembagaan, bukan milik Puan seorang.

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Inilah Ashin Wirathu, Biksu Buddha yang Menjadi Dalang Pembantaian Etnis Rohingya

Fenomena Teman “Mendadak Galak” Saat Ditagih Hutang, Mungkin Ini Penyebabnya.