Mirisnya Gaya Pacaran Jaman Sekarang, Dimana Keperawanan Sama Sekali Tak Ada Harganya

Inget ya, nikah dulu baru kawin.

Perempuan dan juga keperawanan, dua hal yang sangat tak mungkin dapat dipisahkan. Sejak dari jaman nenek moyang hingga (mungkin) sekarang, keperawanan selalu menjadi tolok ukur kualitas seorang perempuan. Karena secara tidak langsung, keperawanan menjadi gambaran bagaimana harkat, martabat, kehormatan dan harga diri seseorang. Kalau keperawanan hilang sebelum waktunya, saat itulah harga diri perempuan dipertanyakan.

Baca juga : Para Suami Jangan Gengsi Bantuin Pekerjaan Rumah Istri, Sebab Itu Justru Cowok Sejati

Karena berkaitan dengan kehormatan, seorang perempuan diwajibkan menjaga keperawanannya. Bahkan demi menjaga keperawanan ini, wanita jaman dulu dilarang keras bergaul dengan laki-laki dan hanya boleh tinggal dirumah. Dalam agama Islam, seorang perempuan diwajibkan menutup aurat juga karena untuk menjaga kehormatan dan kesuciannya.

Gaya pacaran jaman sekarang (lovelace-media.imgix.net)

Namun, melihat fakta dan kenyataan sekarang ini sepertinya keperawanan tak lagi dihargai. Apalagi melihat gaya pacaran anak muda yang semakin tak terkendali. Melanggar norma sudah menjadi hal biasa, semua dilakukan hanya agar mendapatkan kesan romantisme belaka. Pegangan tangan, ciuman, hingga meraba-raba bagian intim sudah menjadi pemandangan umum kaum muda yang dimabuk asmara. Meskipun nggak semuanya, tapi bisa dipastikan sebagian besar melakukannya.

Bahkan ada yang pernah mengatakan, “Jaman gini pacaran tanpa ML? Apa kata dunia?“. Iya, Making Love atau ML atau yang dikenal dengan hubungan seks yang (seharusnya) hanya dilakukan oleh suami istri, kini biasa dipraktekkan oleh pasangan kekasih. Miris memang, tapi inilah kenyataannya sekarang. Keperawanan yang dulu diagung-agungkan kini sudah tak ada lagi nilainya.

Pacaran yang sudah kelewatan batas (chobirdokan.com)

Yang lebih mengejutkan, hal ini dilakukan oleh remaja tanggung yang berusia belasan tahun. Dimana seharusnya mereka belajar dan menunutut ilmu, bukan malah menuntut kepuasan seksual apalagi dari kekasih yang belum diresmikan.

Tak hanya menyalahkan laki-laki, perempuan juga seharusnya lebih hati-hati. Sudah banyak perempuan diluar sana yang rela menyerahkan keperawanan setelah dihujani kata cinta, diiming-imingi pernikahan. Padahal sejatinya, kamu harus menikah dulu sebelum melakukan hubungan intim. Kalau kata orang sih “Nikah dulu baru kawin”.

Jangan mau dibodohi (awallpapersimages.com)

Gaya pacaran jaman sekarang katanya kalau nggak nge-seks artinya nggak cinta. Padahal cinta yang sesungguhnya tidak merusak. Cinta yang sebenarnya justru akan saling menjaga, termasuk menjaga kehormatan dan harga diri. Sayangnya, banyak yang tertipu. Setelah rela menyerahkan kesucian, banyak yang kemudian ditinggalkan. Diputuskan kemudian diabaikan. Iming-iming pernikahan tak pernah jadi kenyataan. Sekali lagi, jangan mau dibodohi.

Jadi, apapun alasannya seharusnya seorang wanita tak semudah itu menyerahkan mahkota yang berharga. Bahkan harus dilindungi meskipun dengan nyawa. Selayaknya Dewi Sinta yang tak tersentuh Prabu Rahwana hingga kesuciannya tetap untuk Sri Rama.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Fenomena Catcalling: Salah Satu Bentuk Pelecehan pada Perempuan yang Tak Boleh Dianggap Sepele

Setelah 15 Tahun Menabung, Tukang Becak Ini Akhirnya Bisa Naik Haji