Jadi Ini Lho Alasannya Kenapa Wanita di Jepang Pada Nggak Mau Nikah

Padahal cewek Jepang kan cantik-cantik, sayang kalau nggak menikah

Sudah menjadi hal yang wajar jika kebanyakan wanita mencita-citakan sebuah pernikahan. Apalagi menikah dengan pria yang tepat dan bisa saling mencintai satu sama lain. Hidup pasti terasa lebih indah dan bermakna. Namun ternyata ada juga wanita yang justru tak menginginkan pernikahan dalam hidupnya. Sebut saja wanita-wanita Jepang.

Baca juga : Yuk, Belajar Untuk Selalu Berpikir Positif dari 5 Hewan Menjijikkan yang Ternyata Punya Banyak Manfaat Ini

Wanita Jepang ogah menikah (allswalls.com)

Alih-alih ngebet, para wanita di Jepang justru seperti ogah-ogahan untuk menikah. Ogah menikah ini biasanya terjadi pada wanita dengan rentan usia 20-25 tahun. Namun ternyata, ada alasan dibalik ketidakinginan menikah para wanita Jepang. Ini dia alasannya.

Biaya hidup yang tinggi

Jepang menjadi salah satu negara maju yang memiliki biaya hidup cukup tinggi. Hal ini tak hanya mengharuskan pria bekerja dan bergaji besar, tapi juga memaksa wanita melakukan hal serupa. Jika kamu ingin menikahi wanita Jepang, kamu harus memiliki gaji rata-rata 460.000 Yen per bulan atau setara dengan 46 juta. Angka rata-rata dari penghasilan apabila suami dan istri bekerja ini menjadi patokan wanita Jepang untuk menikah.

Biaya hidup yang tinggi (businessinsider.com)

Ini yang jadi alasan kenapa wanita Jepang ogah menikah. Mereka harus bekerja keras untuk mapan terlebih dahulu apabila calon suami tidak memiliki ekonomi yang bagus. Daripada harus menyiksa diri setelah menikah, wanita Jepang lebih memilih menunggu pria kaya raya yang isa mencukupi kebutuhan hidup.

Seorang istri di Jepang berkewajiban mengurus rumah tangga

JIka di Indonesia wanita menikah lebih memilih pembantu rumah tangga, wanita di Jepang yang sudah menikah harus siap mengurus kebutuhan rumah dan anak-anak. Pekerjaan yang hanya berkutat pada rumah tangga ini dianggap sia-sia, hingga hampir seluruh wanita Jepang anti menjadi ibu rumah tangga.

Seorang istri di Jepang berkewajiban mengurus rumah tangga (Tips Dan Trick Online & Offline)

Ada wanita Jepang yang memilih bekerja meskipun telah menikah. Namun kendala lainnya adalah para suami biasanya menginginkan istrinya bekerja part time saja bukan full time. Para suami tak ingin rumah tangga terbengkalai hanya karena istrinya bekerja full time. Karena bagi mereka, istri yang pintar mengurus rumah tangga adalah istri dambaan.

Wanita Jepang enggan memiliki anak

Pada poin pertama sudah dijelaskan perihal masalah finansial wanita Jepang. Rata-rata wanita Jepang tidak mau memiliki anak karena takut kekurangan materi. Menghidupi diri sendiri saja harus bekerja ekstra keras. Apalagi jika memiliki anak, mereka khawatir si anak tidak mendapatkan kehidupan yang layak. Terlebih mengurus anak bukanlah hal mudah dan butuh ekstra hati-hati.

Wanita Jepang enggan memiliki anak (marketplace.org)

Meskipun sekolah di Jepang gratis, namun orang tua tetap harus mengeluarkan biaya untuk kursus maupun ekstrakulikuler yang tentunya tak sedikit. Inilah yang jadi alasan kenapa di Jepang lebih banyak orang tua daripada anak-anak. Jumlah anak di Jepang juga semakin sedikit karena banyak pasangan menikah yang memutuskan untuk menunda momongan.

Kekhawatiran menghilangnya kebebasan

Keinginan pria Jepang untuk memiliki istri yang mengabdikan diri untuk rumah tangga menjadi kekhawatiran bagi wanita Jepang. Mereka khawatir jika sudah terbiasa bekerja keras tiba-tiba berhenti hanya untuk keluarga. Karena menjadi ibu rumah tangga tak bisa menghasilkan apa-apa untuk hidup di jaman serba mahal ini.

Kekhawatiran menghilangnya kebebasan (businessinsider.com)

Wanita Jepang juga khawatir kebebasanya akan menghilang setelah menikah. Mereka tak bisa membayangkan hidup berhari-hari hanya untuk mengurus rumah tangga. Yang tadinya bisa bersenang-senang saat masih lajang, saat menikah kesenangan tersebut harus direlakan.

Tujuan hidup untuk bekerja, tak ada waktu untuk pacaran

Sebagian negara menganggap pacaran adalah hal wajar, namun berbeda dengan Jepang. Wanita Jepang sangat asik dengan pekerjaannya sehingga tak memiliki waktu untuk jatuh cinta apalagi berpacaran. Wanita Jepang sangat menyukai kesendirian.

Tujuan hidup untuk bekerja, tak ada waktu untuk pacaran (kanpai-japan.com)

Tidak pacaran juga mejadi salah satu cara untuk menjaga keprofesionalan pekerjaan hingga mereka tak ada waktu luang untuk memikirkan luar masalah karir. Waktu yang dimiliki dihaiskan seluruhnya untuk karir. Hingga wajar jika wanita Jepang kurang peduli dengan sesama.

Nah itulah sekian alasan kenapa wanita Jepang ogah-ogahan untuk menikah. Sangat berbeda dengan wanita Indonesia kan yang ingin menikah di usia semuda mungkin~

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Mengenal Tradisi Pencak Dor, Kesenian Adu Manusia yang Tak Kalah Ganas Dari MMA

Kode Pacar Mah Udah Basi. Kalau 10 Kode Istri Ini, Suami Wajib Ngerti!