Ada Penjelasan Ilmiah Kenapa Orang yang Berjodoh Itu Cenderung Mirip

Kamu merasa mirip sama pasanganmu?

Biasanya justru bukan kamu yang menyadari kemiripan ini, tapi malah orang lain. Iya, mungkin kamu sering dibilang mirip sama pasanganmu meskipun kalian nggak ngerasa mirip satu sama lain. Dan biasanya juga pasangan yang mirip ini dibilang berjodoh. Tapi, ternyata hal ini bukan hanya omong kosong semata.

Baca juga : Cinta dan Memberi Adalah dua Kata Sejati dalam Kamus Nurani

Orang berjodoh itu mirip (Tanda Pagar)

Dilansir dari The New York Times, ada sebuah penelitian tahun 1987-an melaporkan bahwa pasangan yang awalnya tidak merasa mirip satu sama lain, kemudian merasa mereka mirip setelah 25 tahun menikah. Meskipun nggak sama persis, kemiripan yang samar ini masih bisa dilihat jelas oleh orang lain. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa semakin mirip, maka semakin bahagia pasangan tersebut.

Membandingkan pasangan baru menikah dan mereka yang sudah 25 tahun berumah tangga

Robert Zajonc, seorang psikolog di University of Michigan, Amerika Serikat, mengatakan bahwa peningkatan kemiripan ini merupakan hasil dari berbagi emosi selama beberapa dekade. Semakin sering pasangan berbagi suka dan duka, maka semakin lama mereka bisa semakin mirip.

Membandingkan pasangan baru menikah dan mereka yang sudah 25 tahun berumah tangga (Majalah Holiday)

Dalam studi ini, penelitian dilakukan dengan memberikan seseorang foto random hitam-putih. Kemudian orang tersebut diminta untuk mencocokkan wajah pria dan wanita yang paling mirip. Sebanyak 24 foto tersebut adalah pasangan yang baru saja menikah, sementara 24 lainnya adalah pasangan yang telah 25 tahun lebih berumah tangga dan telah berusia 50-60 tahun. Semua pasangan ini tinggal di Michigan dan Wisconsin.

Hasilnya adalah pasangan muda hanya menunjukkan kesamaan satu sama lain hanya pada satu kesempatan saja. Sementara ahli menemukan kemiripan yang pasti pada pasangan yang telah menikah selama seperempat abad. Kemiripan ini terdiri dari kerutan dan kontur wajah yang samar namun tetap dapat terlihat.

Sering menirukan ekspresi pasangan bisa bikin makin mirip

Zajonc menyatakan, seseorang sering tidak sadar menirukan wajah pasangan mereka untuk urusan empati. Menirukan wajah selama bertahun-tahun dapat mengidentifikasi emosi karena otot-otot wajah memainkan peran mengatur aliran darah ke otak.

Sering menirukan ekspresi pasangan bisa bikin makin mirip (Kelas Cinta)

Kemudian otak melepaskan bahan kimia yang terkait dengan emosi tersebut. Misalnya, saat kamu tersenyum pada pasangan, otot-otot wajah kalian akan berperan mengalirkan darah ke otak, dan otak akan melepaskan neurotransmiter terkait rasa gembira atau semangat. Saat pasangan kamu menirukan senyumanmu, dia juga bisa merasakan emosi yang sama seperti kamu. Jadi, di sini akan terjalin saling memahami satu sama lain antara pasangan.

Dilihat secara psikologis

Dari sisi psikologis, seseorang akan merasa klik dengan orang yang familier seperti mereka. Tony Little, peneliti di bidang psikologi dari University of Stirling, Skotlandia, menjelaskan ketika kamu melihat wajah orang yang sama sepertimu, kamu cenderung percaya lebih dan berpikir bahwa dia bisa kooperatif.

Dilihat secara psikologis (gatsuone blog)

Atau mungkin saja kamu memilih si A karena selama ini kamu hidup dikelilingi oleh orang-orang yang setipe dengan A. Sehingga kamu merasa familier dengan karakter A. Jadi, memang ada kemiripan meskipun samar dan tak kamu sadari.

Sekali lagi, kamu boleh percaya ataupun tidak. Toh faktanya sudah banyak pasangan yang dibilang mirip satu sama lain.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

“You can if you think you can”

Ijasah 5 Jurusan Kuliah yang Sebentar Lagi Nggak Laku karena Teknologi

Biar Mahalnya Kebangetan, Ini Alasan Mengapa iPhone Tetap Laris di Pasaran