Pernah Berpikir Kenapa Negara Tidak Membuat Uang Sebanyak-Banyaknya? Inilah Jawabannya.

Coba kalau pemerintah produksi uang sebanyak-banyaknya dan dibagikan ke masyarakat ya guys.

Mungkin sebagian dari kamu ada yang pernah berfikiran kenapa negara tidak membuat uang saja yang banyak, lalu membayar hutang negara, dan membagikannya kepada rakyatnya agar rakyatnya makmur. Pertanyaan itu juga yang sempat menjadi bayang-bayang penulis saat masih duduk di bangku sekolah.

Baca juga : Kita Ini Mustahil Bisa Menjalankan Semua Perintah Tuhan. Maka, Lakukan Saja Hal Baik yang Bisa Kita Lakukan

peredaran uang di suatu negara dibatasi (aktual.com)

Namun ternyata mencetak uang tidak semudah yang dibayangkan, ada aturan main dan konsekuensinya yang cukup serius. Setidaknya dalam mencetak uang, pemerintah harus memperhatikan beberapa aspek, termasuk cadangan kekayaan negara berbentuk benda. Nah, agar lebih jelas kenapa pemerintah membatasi dalam mencetak uang, inilah beberapa alasannya.

Semakin banyak uang, maka semakin turun pula nilai uang tersebut

Dalam ekonomi, harga barang di pasaran akan dipengaruhi oleh jumlah uang dan jumlah barang. Artinya jika barang lebih banyak dari uang, maka harga barang akan lebih murah. Namun jika sebaliknya, ketika uang lebih banyak dari barang maka harga barang akan melejit naik, dan harga uang akan terpuruk. Inilah yang kemudian disebut dengan inflasi.

Semakin banyak uang beredar maka semakin turun nilai harganya (kompas.com)

Negara yang mengalami inflasi parah salah satunya ialah Zimbawe. Mata uang Zimbawe mengalami kerterpurukan sejak tahun 2008 yang lalu. Uang di Zimbawe sangat tidak berharga, bahkan untuk membeli tiga butir telur saja rakyat Zimbawe harus mengeluarkan 100 miliar dolar Zimbawe.

Peredaran uang harus sesuai dengan jumlah harta berbentuk yang dimiliki negara

Dalam pembuatan uang, negara atau lembaga yang membuat uang juga harus memperhatikan harta berbentuk yang dimiliki suatu lembaga atau negara. Dlam hal ini biasanya yang menjadi “jaminan” ialah emas murni. Sebab emas murni harganya lebih stabil di pasar internasional, lebih tahan lama karena tidak berkarat, dan termasuk barang berharga.

Pembuatan uang di PERURI (metrotvnews.com)

Artinya, jika pemerintah kita mau menambah jumlah peredaran uang di pasaran, maka pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia harus menambah kekayaan harta riil sebagai “jaminan” untuk menjaga kestabilan ekonominya. Jika negara tidak memiliki harta riil, maka jumlah uang tidak bisa ditambah. Karena hal itu bisa berakibat inflasi.

Semakin banyak uang, negara akan semakin miskin

Mungkin sebagian dari kamu akan mengerutkan kening saat membaca sub judul ini. Kok bisa, semakin banyak uang semakin miskin? Jawabannya sangat bisa. Kita kembali ambil contoh negara Zimbawe, peredaran uang di negara tersebut sangat tinggi. Namun alih-alih menjadi kaya, perekonomian negara tersebut semakin terpuruk.

Semakin banyak uang negara semakin miskin (positif.pro)

Semisal saja, jika peredaran uang di negara sangat tinggi maka semua orang akan memiliki banyak uang akhirnya daya produktifitas akan menurun. Dampaknya negara akan semakin konsumtif dan tentu akan semakin terpuruk perekonomiannya. Jika memiliki uang miliaran, mungkin kita nelayan akan malas melaut, petani akan malas bertanam padi, dan penjahit tidak lagi membuat baju, maka masyarakat akan serba membeli barang dari luar negeri.

Biaya produksi uang tidak sedikit

Untuk memproduksi uang, negara tidak sedikit mengeluarkan modal. Baik modal sebagai harta jaminan maupun untuk biaya operasional produksi. Perlu diketahui, untuk pembuatan uang kertas bahan yang digunakan tidaklah murah. Terbuat dari bahan dasar kapas kualitas terbaik, dengan campuran berbagai metaril kimia yang membuatnya akan lebih awet.

Biaya produksi uang tidak sedikit, maka dari itu pemerintah tidak bisa seenaknya memproduksi uang (tribunnews.com)

Dengan bahan dasar yang terbaik dan langka, maka produksi uang tentu tidak murah. Maka pemerintah tidak bisa dengan leluasa mencetak uang sebanyak-banyaknya. Itulah beberapa alasan kenapa pemerintah tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Jidate Ahmad, YouTuber Bocah Ahli Pomade yang Tetap Pede Meski Sering Dibully

Meskipun Sepele, Sekian Benda Ini Memiliki Harga Fantastis yang Tak Kamu Duga!