Jika Masalah Adalah Ujian, Maka Pengalaman Adalah Guru Terbaik, dan Kehidupan Jadi Sekolahnya

Karena tak semua hal bisa kita dapatkan di bangku sekolah formal…

Orang-orang bijak berkata bahwa masalah yang menimpa kita adalah bagian dari ujian hidup. Setiap kali bisa melaluinya, maka kita akan naik satu tingkat lebih baik dari sebelumnya. Melalui masalah pula kita belajar untuk lebih dewasa dan bijaksana dalam menentukan arah hidup.

Oleh karenanya, tidaklah berlebihan jika kita umpamakan bahwa kehidupan ini adalah sekolah raksasa yang mengajarkan kita tentang berbagai ilmu melalui guru bernama pengalaman. Sedangkan masalah adalah ujian dadakan yang bisa datang kapan saja sekehendak hatinya.

Kehidupan mengajarkan ilmu yang tak kamu dapatkan di sekolah

Kehidupan menawarkan ilmu-ilmu yang tak kamu dapatkan di sekolah (staticflickr.com)

Kita belajar, menuntut ilmu di sekolah, adalah sebagai bekal untuk menuju masa belajar yang sesungguhnya: kehidupan. Sekolah mungkin bisa mengajarkan bermacam-macam ilmu yang bermanfaat, namun tidak semua ilmu tersebut bisa kita terapkan begitu saja dalam kehidupan. Percayalah, apa yang kamu pelajari di sekolah bisa saja berbeda penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, kamu tetap perlu belajar langsung di sekolah nyata yang sesungguhnya itu.

Kehidupan memberikan materi pelajaran yang sesuai dengan zaman

Masalah yang kamu hadapi akan selalu relevan dengan zaman (Via luckyrichlife.com).

Jika sejak zaman bumi ada ilmu pasti sudah mengajarkan bahwa 1+1=2, maka lain halnya dengan kehidupan. Sekolah nan luar biasa besarnya ini akan memberikanmu ilmu dan pelajaran sesuai zaman apa kamu berada. Kamu hanya tinggal mempelajarinya sendiri dengan bantuan guru bernama pengalaman. Kamu pula yang akan menentukan apakah hasil belajarmu itu sudah sesuai atau tidak dengan kebutuhanmu.

Pengalaman mengajarkan ilmu menata diri

Pengalaman akan terus mengajarkanmu cara menata diri hingga menjadi pribadi yang lebih baik [via successpraxis.com]
Kamu mungkin mulai belajar di sekolah pada umur tujuh tahun, dan berakhir ketika menyelesaikan pendidikan tinggi. Tapi dengan kehidupan, kamu belajar setiap saat. Guru bernama pengalaman akan mendampingimu sedari kecil, bahkan sejak hari pertama kamu lahir hingga tiba waktunya menghembuskan napas terakhir. Pengalaman memberikan ilmu berharga yang bahkan terkadang tidak kamu jumpai di sekolah formal dengan guru lulusan universitas terbaik sekalipun!

Masalah serupa ujian, hasilnya akan menentukan arah hidupmu kelak

Seperti halnya sekolah formal, kita sebagai murid akan dihadapkan pada ujian yang bakal jadi penentu langah kita selanjutnya. Jika ujianmu bagus dan mendapat nilai sempurna, maka kamu bisa langsung naik jenjang berikutnya dengan mulus tanpa halangan. Namun sebaliknya, jika hasil ujianmu buruk, kamu mungkin terpaksa tidak bisa lanjut ke tingakt berikutnya. Kalaupun bisa, kamu harus berjuang lebih keras dengan mengulangnya kembali sampai mendapat hasil memuaskan.

Manusia akan belajar mendewasakan diri melalui ujian-ujian kehidupan (dissociativeidentitydisordergroups.com)

Begitupula ujian kehidupan. Ia datang bukan untuk kita sesali maupun kita sayangkan. Ujian hidup datang untuk mengukur seberapa tinggi tingkatan kita untuk bisa menerima ujian lain berikutnya dari Yang Maha Kuasa. Ingat, Tuhan hanya menguji kita sesuai beban yang mampu kita tanggung. Jadi, akankah kamu memilih untuk tetap berada di level beban yang paling rendah? Tentu bisa, namun kehidupanmu pun juga bakal jalan di tempat sesuai level beban yang kamu mampu.

Kehidupan tak memberimu ijazah, melainkan pengalaman berharga yang akan berguna hingga akhir hayat

Tak semua pekerjaan di dunia ini membutuhkan ijazah. Terkadang bahkan hanya cukup berbekal pengalaman (seruni.id)

Dalam sekolah kehidupan, kita tidak menerima ijazah sebagai bukti telah menyelesaikan masa belajar di sekolah. Meski begitu, apa yang kamu dapatkan dari melewati ujian kehidupan tadi adalah pengalaman berharga yang bakal berguna sepanjang hayatmu. Bahkan, kamu juga bisa menularkan pengalaman berharga tersebut pada orang-orang yang memerlukannya!

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *