6 “Kegalauan” yang Hanya Bisa Dipahami Perempuan Saat Bulan Ramadhan

Galau emang identik sama wanita, dan ini salah satu buktinya

306
SHARES

Wanita memang makhluk Tuhan yang istimewa. Salah satu keistimewaannya adalah wanita selalu mengalami siklus bulanan yang biasa disebut dengan haid atau mestruasi. Saat siklus ini datang, wanita dibebaskan dari beberapa kewajiban ibadah seperti sholat dan juga puasa. Nah di bulan Ramadhan ini dimana umat muslim di wajibkan untuk berpuasa sebulan penuh, wanita usia produktif pasti berhalangan puasa selama beberapa hari.

Kegalauan wanita saat bulan Ramadhan (broadly-images.vice.com)

Alih-alih menyenangkan, berhalangan saat bulan Ramadhan justru menimbulkan kegalauan yang menyebalkan. Mulai dari “timing” yang tidak tepat hingga perjuangan ikut “puasa” meskipun tidak ikutan sahur. Berikut ini beberapa kegalauan yang hanya bisa dirasakan oleh wanita saat berhalangan di bulan puasa, kamu salah satu yang merasakan?

1. Mestruasi di detik-detik jelang buka puasa

Mestruasi bisa dihitung siklusnya tapi tak bisa ditentukan kapan tetes darah pertama akan keluar. Beruntung jika haid keluar setelah buka puasa atau menjelang sahur. Tapi jika nyatanya darah haid keluar di detik-detik akhir atau 5 menit jelang buka puasa, perjuangan menahan lapar dan haus seharian hanya sia-sia belaka. Marah pun tak akan ada gunanya, puasamu tetap batal dan wajib menggantinya di hari lain.

Mestruasi di detik-detik jelang buka puasa (dnaindia.com)

2. Nggak sahur tapi ikutan ‘puasa’

Siapa bilang menstruasi pas bulan puasa enak? Saat menstruasi biasanya kamu nggak ikutan sahur. Hal inilah yang jadi penyebab kamu mudah lapar. Sementara mencari makanan saat siang hari di bulan puasa, tidak semudah yang dibayangkan. Kebanyakan tempat makan hanya buka sore hari jelang buka puasa atau saat sahur tiba. Sementara saat siang hampir semuanya tutup. Kalau sudah begini, tak ada pilihan lain selain ikut-ikutan puasa meskipun nggak sahur.

Nggak sahur tapi ikutan ‘puasa’ (huffpost.com)

3. Diajakin buka bersama? Ayo aja!

Meskipun nggak ikutan puasa, kamu tetap menyempatkan diri ikut acara ngabuburit hingga buka bersama. Mulai dari berburu takjil di pasar tumpah, mencari tempat untuk buka bersama hingga menyambangi masjid untuk mencari takjil gratisan. Semuanya tak masalah bagimu meskipun nggak ikutan puasa. Yang penting momen kebersamaan tak boleh dilewatkan begitu saja.

Diajakin buka bersama, ayok aja (shabrinaparamitha.files.wordpress.com)

4. Tidak dapat awal dan akhir bulan Ramadhan

Siklus bulanan wanita memang bisa dihitung, tapi waktu tepatnya tak dapat dipastikan. Mungkin kamu menstruasi di awal Ramadhan hingga tak bisa menikmati momen-momen pertama puasa. Jika siklusmu teratur, kemungkinan kamu juga akan haid lagi saat akhir bulan Ramadhan. Apalagi banyak amalan-amalan di akhir bulan yang sayang sekali jika dilewatkan. Sedihnya, kamu bahkan tak bisa ikut sholat Idul Fitri bersama keluarga.

Tidak dapat awal dan akhir bulan Ramadhan (img.purch.com)

5. Menghitung berapa hutang puasa

Memang menyenangkan bisa bebas makan dan minum disaat yang lainnya sedang berpuasa. Tapi disaat itu pula kamu harus rajin mencoret kalender agar tak lupa berapa hutang puasa yang mesti kamu bayarkan. Berapapun coretanmu sebanyak itulah kamu harus menggantinya setelah Ramadhan dan sebelum tiba Ramadhan berikutnya.

Hitung hutang puasa (Satu Jam)

6. Jadi juru masak dadakan

Bebas makan minum saat bulan puasa membuatmu dipercaya sebagai juru masak atau juru icip dadakan. Kamu sering diminta masak menu untuk buka puasa. Jika tidak kamu hanya bertugas untuk mencicipi masakan yang telah dibuat. Menyenangkan bisa mencicipi makanan sebelum orang lain tapi kamu bertanggungjawab untuk urusan rasa. Jangan sampai masakan yang menurutmu enak tapi terasa hambar bagi orang lain.

Jadi juru masak dadakan (sheknows.com)

Ah, lagi-lagi hanya wanita yang bisa merasakan kegalauan macam ini. Jadi, sudah hutang puasa berapa hari?

306
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Author Erinda

"You can if you think you can"