Inilah 5 Prediksi Ilmuwan Tentang Kecanggihan Teknologi di Tahun 2050

Ngobrol dengan kompor pun bukan hal yang aneh lagi, meski di masa kini kita bisa dikira gila karenanya

Beberapa tahun lalu, handphone adalah teknologi mahal yang hanya bisa dimiliki oleh mereka yang berduit. Bentuknya pun masih kaku dan tidak sedinamis saat ini. Demikian juga pada televisi, komputer, radio, dan hal-hal lainnya. Dulu, itu semua adalah teknologi asing yang seakan datang dari film fiksi ilmiah.

Baca juga : Perlunya Meningkatkan Keahlian Kita Agar Tidak Kalah dengan Kecerdasan Buatan di Masa Depan

Kini, dengan pesatnya perkembangan teknologi membuat kita mungkin bertanya-tanya, seperti apakah kecanggihan teknologi di masa mendatang? Apa saja yang mungkin terjadi dalam puluhan tahun kedepan dengan kehidupan manusia dan teknologi? Profesor Toby Walsh dalam bukunya yang berjudul “It’s Alive!: Artificial Intelligence from the Logic Piano to Killer Robots” meramalkan kemungkinan yang bisa terjadi di tahun 2050.

Tidak ada manusia yang mengemudi

Nggak ada manusia yang menyetir sendiri kendaraannya di masa depan – automobilemag.com

Profesor Walsh memperkirakan bahwa di masa mendatang, manusia tak lagi ditemui mengemudikan sendiri kendaraannya. Hal ini tentu saja berkat pengembangan teknologi autonomous yang sudah mulai gencar dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Menurut profesor Walsh, teknologi autonomous akan meminimalisir resiko terjadi kecelakaan karena kesalahan manusia. Dengan membebaskan manusia dari lingkaran setan kecelakaan, profesor Walsh meyakini bahwa jalanan akan menjadi lebih aman.

Menghidupkan kembali mereka yang telah tiada

Bintang film yang sudah mati sekalipun bisa dihadirkan kembali ke dalam film dengan menggunakan avatar yang diprogram khusus – janeaustenrunsmylife.com

Saat ini, kita sering terpukau ketika menonton film fiksi ilmiah di layar bioskop. Beberapa hal menakjubkan bisa diwujudkan dengan teknologi CGI (Computer-Generated Imagery) hingga terlihat nyata di layar. Profesor Walsh meyakini bahwa di masa depan kita bahkan bisa ‘menghidupkan’ kembali aktor dan aktris yang telah meninggal dan melibatkannya dalam film melalui avatar yang diprogram untuk berbicara dan bertindak seperti aktor dan aktris tersebut. Ia pun meyakini bahwa orang biasa juga bisa membuat film sendiri dan menjadi bintang di dalamnya. Selain itu, dunia film dan game juga diprediksi bakal bergabung menjadi satu sehingga lebih menarik.

Ke ‘dokter’ setiap hari

Di masa depan, kita bisa memantau segala aktivitas tubuh melalui jam tangan hingga toilet rumah – rocketinsights.com

Menurut profesor Walsh, kita akan amat bergantung pada komputer di masa mendatang, termasuk untuk urusan kesehatan. Kita akan selalu memantau denyut nadi, tekanan darah, kualitas tidur, olahraga, dan hal vital lainnya melalui perangkat jam kebugaran. Toilet di rumah juga secara otomatis akan menganalisa urin dan tinja kita untuk mendeteksi penyakit di tubuh, dan bahkan smartphone bisa saja akan teratur memotret untuk memantau kesehatan kita. Dengan kata lain, kita seperti ke dokter setiap hari.

Komputer sebagai bos manusia

Sebuah robot bernama Betty diketahui telah diuji coba untuk menjalankan peran sebagai manajer kantor – brightcove.com

Dengan berkembangnya teknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, komputer diperkirakan bisa menjadi bos bagi manusia. Menurut profesor Walsh, ada kemungkinan komputer bertanggungjawab untuk mempekerjakan manusia hingga memecatnya. Komputer diprediksi akan mengambil alih tugas manajerial seperti menyetujui pengajuan cuti, memberi penghargaan atas pekerjaan kita, dan menjadwalkan kegiatan.

Ngobrol dengan ruangan

Kalau selama ini kamu kepengin bisa seperti Tony Stark yang memerintahkan Jarvis melakukan segala hal urusan rumah tangga di film Iron Man, maka menurut profesor Walsh hal itu memang amat mungkin segera terjadi. Diperkirakan, manusia akan menghubungkan semua perangkat di rumahnya dengan internet, dan semua perangkat tersebut punya fungsi pintar sehingga memungkinkan kita untuk menyalakan lampu, mencari resep masakan dan menanyakan hasil pertandingan bola dengan memerintah atau menanyakannya pada teknologi yang ada di masing-masing perangkat rumah, persis seperti Jarvis. Kalau sudah begini, ngobrol dengan kulkas pun tidak membuat kita terlihat seperti orang gila, kan?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Nih Sejarah Hantu Indonesia yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Obrolan Singkat Seorang Atheis dan Gadis Kecil di Persimpangan Jalan