WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Penyakit Gangguan Mental, Inilah Ciri-ciri Penderitanya

Jangan sampai kejiwaanmu terganggu gara-gara game online!

Bermain game merupakan salah satu hobi yang sulit ditinggalkan. Namun baru-baru ini, badan kesehatan dunia atau WHO telah menetapkan jenis kecanduan bermain game termasuk ke dalam jenis penyakit gangguan mental. Gangguan mental akibat kecanduan game masuk ke dalam golongan “Disorders due to addictive behavior” atau gangguan mental yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan.

Kecanduan game online termasuk gangguan mental (meenta.net)

Menurut WHO, kecanduan bermain game sama seperti kecanduan zat psikotropika dan zat adiktif lainnya. Yakni dimana seseorang akan mengalami kegelisahan, emosi yang tidak stabil, dan mudah marah saat ia tidak bermain game. Kondisi tersebut biasa disebut dengan sakaw terhadap kecanduan sesuatu.

Namun, WHO menyatakan tidak semua orang yang bermain game merupakan penderita gangguan mental. Ada klasifikasi tersendiri bagaimana seseorang bisa dikatakan sebagai pecandu game yang memiliki gangguan mental. Setidaknya ada tiga indikasi untuk menyatakan seseorang mengalami hal itu.

Bahaya kecanduan game online bagi mental (hellosehat.com)

Pertama, ialah saat seseorang tidak mampu lagi mengontrol dirinya untuk tidak bermain game. Hal ini dijelaskan oleh seorang terapis kecanduan, Paul Hokemeyer Ph.D, yang menyatakan jika dalam kondisi tersebut, seseorang tidak bisa lagi mampu menguasai dirinya untuk tidak bermain game. Pada posisi seperti ini, penderita bahkan sampai tidak menghiraukan dampak negatifnya.

Kedua, ialah dimana seseorang menganggap game sebagai sesuatu paling prioritas dalam hidupnya. Bahkan ia sampai melalaikan hal-hal lainnya yang sebenarnya jauh lebih penting. Semisal saja, ketika seseorang menganggap game lebih penting dibandingkan dengan makan, istirahat, atau berkumpul dengan keluarga.

Kecanduan parah game online membuatnya game lebih penting dari apapun (androbuntu.com)

Indikasi ketiga ketika seseorang dikatakan mengidap gangguan kejiwaan akibat bermain game ialah saat dia tidak lagi menghiraukan dampak buruknya, meskipun ia sudah merasakannya. Seperti contoh ada anak yang tetap bermain game meskipun orang tua sudah dengan keras melarangnya. Atau contoh lebih parah ialah saat ada gamers yang tetap bermain game padahal ia hampir mengalami kebutaan akibat berlama-lama menatap layar smartphone.

WHO menegaskan, jika ketiga indikasi tersebut terjadi selama satu tahun, maka dipastikan orang tersebut mengalami gangguan mental dan perlu adanya penanganan medis. Kabar buruknya, kecanduan game tidak lebih baik dari kecanduan obat-obatan terlarang atau rokok. Yakni penderita akan mengalami ketidakseimbangan emosi saat ia sedang “sakaw.” Bahkan di beberapa kasus hal tersebut bisa membahayakan dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Kecanduan game membuat anak lebih suka menyendiri dan anti sosial (mbaksyahdu.com)

Mungkin kamu pernah melihat seorang anak ngamuk gegara dilarang bermain game online? Jika hal itu terus-terusan dibiarkan, maka lambat laun dampak yang terjadi pada kejiwaannya semakin parah. Contoh lain pada gangguan kejiwaan akibat game online ialah imajinasi yang kuat terhadap tokoh game. Bahkan tidak sedikit yang mengaku jatuh cinta dengan hero kesukaannya, layaknya dengan kekasihnya.

Jadi daripada kamu harus melakukan terapi kejiwaan, mendingan mulai sekarang kurangi deh waktu untuk bermain game. Mulailah peduli dengan lingkungan sosialmu, sebab bergaul di dunia nyata lebih menyenangkan dan menyehatkan bagi kejiwaan loh.

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *