Demi Kesehatan, Kurang-kurangi Deh Kebiasaan Tidur dengan Hewan Peliharaan

Sayang sih sayang, tapi apa iya kamu rela mengorbankan kesehatan?

Memiliki hewan peliharaan memang banyak manfaatnya. Selain sebagai teman ketika kesepian, sudah banyak sekali penelitian yang mempublikasikan bahwa hewan peliharaan memiliki efek positif bagi kesehatan. Sebut saja menurunkan darah tinggi, menghilangkan stres, hingga menurunkan kadar kolestrol. Karena memang hewan juga lucu tingkahnya, kita jadi sangat sayang bahkan rela tidur satu ranjang.

Tidur dengan hewan peliharaan (time4sleep.co.uk)

Untuk kamu yang sering tidur bareng peliharaan, lebih baik mulai tinggalkan kebiasaan itu sekarang. Tempat tidur seharusnya hanya untuk manusia, sementara hewan berada di kandang atau tempat lain yang terpisah. Karena ada banyak sekali penyakit yang mengancam ketika kamu tidur dengan peliharaan, apa saja?

Parasit

Hewan peliharaan seperti kucing atau anjing memang rentan terjangkit parasit seperti kurap ataupun cacing tambang. Parasit ini akan hilang ketika kamu sigap membawanya ke dokter dan mendapatkan perawatan yang tepat. Namun satu hal yang jarang disadari adalah, kemungkinan kamu akan tertular parasit yang sama.

Parasit (otcdigest.id)

Telur dari parasit tersebut biasanya menempel pada bulu-bulu binatang tersebut. Ketika tidur bersama, telur pada bulu binatang bisa berpindah ke sprei dan akhirnya masuk melalui pori-pori kulitmu.

Meningitis

Penyakit ini tergolong mematikan, sebut saja salah satu korbannya adalah Olga Syahputra yang meninggal pada 2015 lalu. Faktanya binatang peliharaan bisa menjadi salah satu penyebab penularan penyakit meningitis. Tapi penyakit ini bisa dihindari dengan tidak tidur bersama hewan peliharaan.

Meningitis (infeksisite.files.wordpress.com)

Pada tahun 1985 lalu ada seorang wanita di Inggris yang didiagnosis menderita meningitis karena sering mencium mulut anjingnya. Ada juga kasus seorang bayi terkena meningitis setelah dotnya dimainkan oleh kucing yang dipelihara di rumah bayi tersebut.

Penyakit cakaran kucing

Kamu pernah dicakar oleh kucingmu yang lucu itu? Bagi pecinta kucing, luka cakar mungkin jadi hal yang biasa, namun ternyata tidak boleh disepelekan karena cukup berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh cakaran kucing yang sudah terinfeksi oleh kutu. Efeknya bisa berdampak pada liver, limpa serta ginjal.

Penyakit cakaran kucing (anajingga)

Infeksi MRSA

Dikutip dari hellosehat.com, MRSA merupakan singkatan dari methicillin-resistant staphylococcus aureus. MRSA adalah kuman “staph” yang tidak terpengaruh dengan jenis antibiotik yang biasanya menyembuhkan hingga cukup sulit disembuhkan.

Infeksi MRSA (wartabuana.com)

MRSA dapat menembus jauh ke dalam tubuh, menyebabkan penyakit menular seperti tulang, sendi, darah, katup jantung, dan infeksi paru-paru. Ternyata infeksi mengerikan ini bisa saja ditularkan dari binatang ke manusia. Bakteri penyebab MRSA ini terdapat pada liur anjing dan juga kucing.

Memperparah alergi

Ketika kamu memiliki alergi pada bulu binatang atau alergi lingkungan, lebih baik jangan tidur dengan binatang. Peliharaanmu pasti tidak bisa terus diawasi selama 24 jam, bukan? Kamu tak tau dimana anjingmu seharian berburu mainan atau dimana kucingmu berguling-guling kesenangan.

Memperparah alergi (hellosehat.com)

Kucing dan juga anjing dapat membawa unsur alergen seperti serbuk sari serta debu. Semua unsur tersebut menempel pada bulu-bulu dan bisa saja tertinggal pada tempat yang mereka datangi, termasuk kasur yang kamu tiduri. Alih-alih tidur nyenyak kamu justru bisa bersin terus sampai subuh.

Nah itulah beberapa penyakit yang mengancam ketika kamu terbiasa tidur dengan binatang. Sayang hewan sih boleh saja, tapi kamu tetap harus perhatikan kesehatan dirimu sendiri. Berikan saja tempat tidur khusus untuk hewan agar peliharaanmu juga merasakan tidur nyenyak seperti yang kamu rasakan tanpa harus berbagi ranjang.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *