Hanya Anak Undip yang Paham dengan 6 Kebiasaan Ini

Kalau nomor 4 pernah, berarti kamu emang bandel!

282
SHARES

Sebagai salah satu universitas paling ngehits di kota Semarang, tentu nama Undip (Universitas Diponegoro) sudah sangat populer di ibu kota Jawa Tengah itu. Bahkan universitas yang terbagi menjadi dua wilayah, Tembalang dan Pleburan ini sudah lazim dijadikan favorit para calon mahasiswa baru dari seluruh penjuru Indonesia.


kampusundip.com

Nah, bagi kamu yang sekarang sudah resmi menjadi mahasiswa Undip atau malah sudah menjadi alumni, tentu sudah banyak hal unik yang hanya bisa kamu lakukan di kampus ini. Coba dari keenam kebiasaan khas Undip ini, mana yang belum pernah kamu alami?

1. Ngumpul di Widya Puraya

Gedung Widya Puraya yang menjadi ikon Undip ini dibangun pada di akhir 1970-an saat Kampus Tembalang sedang dibangun. Gedung yang lebih akrab disebut WP ini mempunyai halaman sangat luas yang biasa digunakan untuk upacara atau perayaan-perayaan penting.

panoramio.com

Karena halaman yang luas ini, banyak mahasiswa Undip yang sering ngumpul di sana. Alasan lain, gedung WP sangat mudah ditemukan bahkan oleh para mahasiswa baru, karena semua sopir angkot pasti langsung paham setiap kali ada penumpang yang bilang, “pak, turun WP ya.”

2. Naik angkot kuning-biru

Percayalah, semua anak Undip pasti pernah naik angkot kuning-biru minimal sekali seumur hidupnya. Karena, angkot tanpa trayek jelas ini memang bisa mengantar penumpang ke mana saja asal masih dalam wilayah Ngesrep (pintu masuk area Undip Tembalang) sampai Sigar Bencah.

akhsadew.blogspot.com

3. Janjian di depan masjid kampus

Masjid Undip memang tidak terlihat seperti masjid kebanyakan, karena lebih seperti auditorium atau gedung pertemuan. Masjid yang oleh anak Undip disebut Maskam ini terletak di luar gedung Undip, namun masih berada di jalur utama keluar-masuk kampus.

kampusundip.com

Letak yang begitu strategis inilah yang membuat Maskam sering dijadikan tempat janjian, apalagi bagi para mahasiswa baru yang belum begitu hafal dengan spot-spot di area kampus.

4. Ketilang di bawah jembatan tol

Di kawasan Undip Tembalang ada satu titik yang wajib diwaspadai saat berkendara, yaitu persimpangan di bawah jembatan tol Tembalang. Apa alasannya? Karena di tempat itu, polisi sering muncul tiba-tiba untuk menilang pengendara motor yang tidak memakai helm.

tribunnews.com

Nah, anak-anak Undip yang biasa lalu-lalang di tempat itu untuk mencari makan, nongkrong, dan mencari kenikmatan-kenikmatan lain justru sering lupa (atau sengaja) tidak memakai helm karena mereka pikir hanya naik motor sebentar saja. Namun yang namanya polisi, pasti anti mendengar alasan seperti itu.

5. Jajan di seberang Polines

Kampus Undip Tembalang berdekatan dengan tiga kampus lain, yaitu Politeknik Negeri Semarang (Polines), Politeknik Kesehatan Semarang (Poltekkes), dan Universitas Pandanaran (Unpand). Polines adalah kampus yang letaknya paling dekat dengan Kampus Undip.

in-tembalang.blogspot.com

Di sepanjang jalan seberang gedung Polines, berjajar penjaja kuliner seperti siomay, batagor, es pisang ijo, es dawet, cireng, leker, dan masih banyak lagi. Inilah salah satu tempat favorit anak Undip untuk melepas rasa lapar yang pasti ramai dari jam 2 siang sampai jam 5 sore.

6. Menjadikan patung kuda sebagai patokan arah

Secara geografis, lokasi Kampus Undip Tembalang cukup jauh dari pintu gerbang kawasan Tembalang itu sendiri. Nah, di tengah pintu gerbang kawasan Tembalang itu berdiri patung megah bernama Pangeran Diponegoro, tepat di depan gapura tinggi berwarna hijau bertuliskan ‘Universitas Diponegoro’.

kampusundip.com

Meski sudah jelas bahwa patung itu adalah sosok Pangeran Diponegoro menaiki kuda, anak Undip sudah terlanjur akrab menyebutnya sebagai patung kuda. Inilah patung yang kemudian sering dijadikan patokan penunjuk arah oleh anak-anak Undip maupun warga sekitar.

Hm.. bagaimana, kamu kangen dengan semua kebiasaan ini? Atau justru sedang rutin melakukannya?

282
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."