Bukannya Makin Sayang, 5 “Kebaikan” Ini Justru Bikin Pasanganmu Memutuskan Hubungan

Baik boleh, tapi jangan berlebihan ya!

Nggak cuma sekedar cinta, sikap baik juga menjadi modal utama untuk mempertahankan sebuah hubungan. Meskipun begitu, berbuat baiklah sewajarnya saja. Jangan jadi terlalu baik hingga membuat dirimu menjadi pribadi yang lemah. Dan juga pilih-pilihlah sikap baik mana yang harus kamu lakukan. Karena nggak semua sikap baik bisa kamu pertahankan dalam sebuah hubungan cinta.

Baca juga : Yang Aku Tangisi Dari Sebuah Perpisahan Bukanlah Kepergianmu, Tapi Runtuhnya Impian yang Sudah Aku Bangun

Makanya jangan terlalu baik (simplethingsmatter.files.wordpress.com)

Dilakukan sekali sua kali sih nggak ada masalah, justru bisa semakin mendekatkan dan memunculkan rasa sayang. Tapi jika dilakukan berulang kali, sikap baik ini justru bisa jadi sumber masalah. Lebih parahnya bisa memutuskan hubungan yang sudah terjalin lama. Biar kamu bisa hati-hati, berikut ini beberapa “kebaikan” yang seharusnya tidak kamu lakukan.

1. Selalu setuju dan berkata “iya” pada semua pendapatnya

Boleh boleh saja kamu selalu setuju dengan pendapat dan perkataan pasangan, apalagi sebagian wanita sering melakukannya. Meskipun dalam hati sebenarnya berkata tidak, mereka memilih berkata “iya” demi menghindari konflik dan mempertahankan hubungan. Dan ternyata selalu setuju dan berkata “iya” justru bisa memutuskan hubungan kalian.

Selalu setuju (banfflakelouise.com)

Sering berkata “iya” dan menyetujui semua perkataan pasangan bisa membuatmu menjadi wanita yang tidak memiliki pendirian. Terkadang pasanganmu membutuhkan orang untuk berdiskusi dan saling bertukar pikiran, bukan orang yang selalu setuju.

2. Kamu selalu berada di jalan “lurus” dan terlalu patuh pada peraturan

Sikap ini memang seharusnya dimiliki oleh semua orang hingga dunia akan terasa lebih damai. Sayangnya terkadang hidup penuh dengan ketidakpastian dan juga kejutan-kejutan tak terduga. Dan untuk menghadapinya, terkadang kamu membutuhkan “jalan pintas”. Boleh saja dan sangat boleh kamu berjalan “lurus” ikuti aturan, tapi terkadang kamu harus “berbelok” dan berani ambil resiko.

Kamu terlalu “lurus” (picjumbo.com)

Terkadang kamu justru akan menemukan pelajaran dalam belokan-belokan yang kamu ambil. Berani keluar dari zona nyaman dan dapatkan hidup yang kamu inginkan. Begitu juga dalam hubungan cinta, apalagi kehidupan berkomitmen.

3. Lebih baik diam daripada menimbulkan konflik

Banyak yang bilang, diam itu emas. Tapi dengan diam, masalahmu tak akan pernah selesai. Yang ada justru akan semakin berlarut-larut. Mungkin kamu dan juga banyak wanita di luar sana lebih memilih diam daripada mengungkapkan ketidaknyamanan yang dirasakan. Padahal, ini bisa jadi bom waktu bagi hubungan.

Lebih baik diam daripada menimbulkan konflik (rhubarbetc.com)

Sampai kapan kamu akan terus diam? Emosi yang selama ini kamu pendam bisa meledak sewaktu-waktu bahkan jauh lebih tak terkendali. Akan jauh lebih baik jika kamu mengungkapkan apa yang kamu rasakan pada pasangan.

4. Jangan mau jadi “sumber” keuangan baginya

Mungkin kamu punya sikap dermawan melebihi orang lain, tapi jangan sampai kabaikanmu ini justru dimanfaatkan oleh orang lain terlebih oleh pasangan. Jangan hanya karena alasan cinta kemudian kamu bersedia membayarkan semua tagihan dan urusan finansial pasangan.

Menjadi sumber keuangan (huffpost.com)

Mungkin kebaikanmu ini tak bisa membuat hubungan berakhir begitu saja, tapi kebiasaan ini nantinya akan terbawa hingga jenjang pernikahan. Kamu pasti paham kan kalau masalah finansial menjadi alasan utama adanya perceraian?

5. Selalu memanjakan pasangan

Mungkin kamu sangat mencintai pasangan hingga apapun yang dia minta selalu kamu turuti. Apapun yang dia katakan selalu kamu ikuti dan selalu membantunya bahkan ketika tidak diminta. Boleh saja memanjakan dia, tapi tolonglah, jangan berlebihan.

Selalu memanjakan (gobankingrates.com)

Terkadang kamu harus membiarkan pasanganmu berusaha sendiri. Bukan karena kamu tak cinta, kamu harus membantunya berkembang. Jika kamu terus saja memanjakannya, jangan heran kalau kebiasaan ini akan terbawa ke pernikahan dan kemudian menjadi sumber masalah.

Bagaimanapun juga, kebaikan yang berlebihan memang tak dianjurkan. Berbuat baiklah sewajarnya, meskipun kamu sangat mencintainya.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Di Jaman Sekarang, Cantik Itu Hanya Diukur dari Foto Editan

Memaafkan Afi Nihaya yang Kembali ‘Berulah’