Kamu yang Jarang Pamer di Media Sosial, Justru Kamu yang Hidupnya Lebih Bahagia

Dia itu.. lebih sukses dan menyenangkan ketimbang kamu yang terlalu berisik di media sosial

2.1k
SHARES

Apa kamu termasuk orang yang sering risih sambil menggerutu “iuh…” atau “apaan sih ini?” ketika melihat timeline media sosial yang penuh dengan postingan bernada pamer? Atau, justru kamu sendiri yang hobi mengumbar kesombongan seperti itu? Kalau iya, maka bisa dipastikan kalau kamu sebenarnya tidak lebih bahagia dari dia yang jarang pamer di media sosial. Tanya kenapa?


pamer-di-media-sosial

Percaya atau tidak, dia yang memilih untuk enggan pamer di media sosial dengan tidak mem-posting hal-hal yang berbau menyebalkan, tidak berbagi keberhasilan atau kebersamaan bersama pasangan, bukan berarti tidak mempunyai prestasi dan kebahagiaan yang pantas dibagikan. Justru sebaliknya, dia mempunyai kehidupan yang lebih sukses dan menyenangkan ketimbang kamu yang terlalu berisik di media sosial.

Karena baginya.. keberhasilan tak perlu dipamerkan, cukup dirayakan bersama orang-orang tersayang

Di tengah hiruk-pikunya generasi narsis, dia masih memegang prinsip mulia bahwa segala keberhasilan memang sebaiknya dirayakan bersama orang-orang terdekat saja. Tak perlu berlebihan, apalagi dengan memamerkannya di beranda media sosial.

merayakan-keberhasilan

Meski terkesan tertutup, dia tetaplah sosok inspiratif yang punya banyak teman dan kehidupan bahagia.

Mem-posting foto traveling adalah soal destinasi, bukan pamer wajah sendiri

Sekarang ini banyak orang yang suka mem-posting apapun kegiatan mereka saat traveling. Tak masalah memang, karena itu merupakan hak siapa saja. Namun, apa yang dilakukan itu akan berubah menjadi sesuatu yang menyebalkan ketika mem-posting foto-foto traveling dengan caption bernada pamer, atau seluruhnya foto selfie.

foto-traveling

Hal bodoh seperti itu tak akan pernah dilakukan oleh dia yang menolak pamer di media sosial. Kalau pun harus mem-posting foto traveling, dia selalu menyertainya dengan caption yang baik dan mengesankan. Lebih dari itu, dia juga malas memamerkan foto selfie yang memang lebih bijak dikonsumsi sendiri itu.

Ketika ingin mem-posting foto bersama pasangan, caption meneduhkan adalah hal yang tak boleh dilupakan

Jangan salah, dia yang jarang mengumbar kemesraan di media sosial bukan berarti tak punya kehidupan cinta yang mesra. Itu semua dilakukan karena dia paham, bahwa memamerkan foto mesra bersama pasangan adalah sesuatu yang menyebalkan bagi orang lain.

foto-bersama-pasangan

Kalaupun sesekali ingin mem-posting foto bersama pasangan, maka dia pasti akan menyertainya dengan caption puitis dan bikin baper siapapun yang membacanya.

Kebahagiaan bukanlah soal berapa ‘Like’ yang berhasil didapatkan

Faktanya, terlalu banyak orang yang pamer kebersamaan bersama teman di media sosial karena mereka merasa sepi, sunyi, dan sendiri. Apa yang mereka bagikan itu tak lebih dari sekadar tameng untuk menutupi kehidupan yang sesungguhnya.

sahabat-dan-keluarga

Berbeda dengan dia yang hidupnya memang benar-benar dikeliling oleh keluarga dan sahabat yang tulus menyayangi. Mereka tak butuh pengakuan dari orang-orang di media sosial, karena hidupnya sudah bahagia dan tak punya waktu untuk memamerkan di akun pribadinya.

Mengejar mimpi selalu lebih baik dari membangun pencitraan di media sosial

Kesibukan membuatnya tak punya banyak waktu untuk pamer di media sosial. Ketimbang terus melakukan hal yang tentunya tak berguna itu, dia lebih memfokuskan diri untuk memperjuangkan cita-cita yang diharapkan menjadi nyata.

bekerja

Media sosial bukanlah etalase untuk memamerkan, namun sebagai wadah untuk menyebar kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat

Ketimbang menyombongkan diri soal penghargaan atau prestasi yang pernah diraih, dia lebih senang mewarnai timeline dengan sesuatu yang memotivasi, menginspirasi. Karena baginya, media sosial merupakan kemajuan teknologi yang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

fungsi-media-sosial

Images via pexels.com

2.1k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."