4 Hal Ini Siap Menghantui kamu yang Merebut Pacar Orang Lain! Karma?

Mending nunggu dia putus deh daripada harus merebut~

Apapun bentuknya, bagaimanapun caranya, perbuatan mencuri itu salah. Apalagi jika menggunakan nama cinta untuk mengambil hak milik orang lain. Mengambil seseorang yang masih menjadi milik orang lain sungguh tidak dibenarkan. Mungkin bagimu itu adalah sebuah tantangan yang bisa menimbulkan kepuasan jika kamu berhasil melakukannya. Tapi pernahkah kamu berpikir bagaimana perasaan orang yang kamu ambil pasangannya? Okelah kalau kamu tak ambil pusing, tapi bagaimana dengan reaksi orang-orang disekitarmu?

Merebut pacar orang lain mungkin sudah menjadi hal yang biasa di era modern seperti sekarang ini. Mungkin kamu -dan orang lain- nggak akan pernah tau yang kamu rebut itu jodohmu atau justru jodoh orang lain. Tapi itu bukan yang utama, meskipun akhirnya kamu bersanding di pelaminan dengannya tapi “label” sebagai perebut pacar orang tak akan hilang begitu saja.

karma merebut pacar orang lain (biobiochile.cl)

Nggak cuma label sebagai “pencuri” yang akan melekat padamu, konflik dengan orang yang kamu rebut pacarnya juga bukan hal sederhana yang bisa diselesaikan hanya dengan kata maaf. Belum lagi konflik dari dalam diri sendiri. Jujur deh, apa keinginan “mencuri” itu muncul dari dalam lubuk hatimu? Atau muncul dari nafsu ingin memiliki saja? Apapun itu, kamu yang merebut pacar orang setidaknya akan dihantui 4 hal berikut ini.

1. Yakin dia tahan menghadapi sifatmu?

Manusia diciptakan dengan ketidaksempurnaan. Kalau kamu dibekali dengan sifat baik, kamu juga pasti punya sifat buruk. Hanya terkadang, manusia tak bisa mengenali dirinya sendiri dan tak bisa membedakan mana sifat yang menjadi kebaikannya dan apa saja sifat buruknya.Hasrat yang menggebu ingin segera memiliki dia terkadang membutakan mata hatimu. Kamu rela melakukan cara apa saja agar dia menjadi milikmu.

Yakin dia tahan menghadapi sifatmu (vixendaily.com)

Kamu menunjukkan semua sifat baikmu untuk merebut hatinya. Kamu “berakting” menjadi sempurna demi dia yang kamu cinta. Setelah kamu mendapatkannya, apa kamu yakin dia tahan dengan segala perubahanmu? Secara perlahan kamu mulai memperlihatkan sifat aslimu. Bukan tidak mungkin dia juga mulai membandingkanmu dengan kekasihnya yang lama. Kalau ternyata dia tak tahan denganmu dan lebih memilih mantannya, apa yang bisa kamu lakukan?

2. Bisa juga sebaliknya, kamu tak tahan dengan sifatnya

Tak hanya kamu yang mempunyai sikap dan sifat buruk, tapi dia juga. Mungkin selama ini kamu melihatnya sebagai sosok sempurna hingga membuatmu ‘buta’. Bahkan kamu rela melakukan berbagai cara untuk mendapatkan dia di sampingmu dan menyakiti seseorang yang memilikinya terlebih dahulu.

Bisa juga sebaliknya, kamu tak tahan dengan sifatnya (knowitallnancy.com)

Ternyata setelah kamu berhasil merebutnya, perlahan kamu mulai sadar dia bukanlah makhluk sempurna. Selama ini kamu hanya melihat semua kelebihannya tanpa tau apa saja kekurangannya. Bisa saja kekurangan itu adalah sifat yang paling kamu benci. Semakin lama kalian bersama kamu akan semakin sadar bahwa, kamu tak tau apa-apa tentang dia dan semua sifat buruknya.

3. Mengkhianatimu? Mungkin saja

Coba ingat-ingat lagi bagaimana kejamnya saat dia meninggalkan dan mencampakan pacarnya yang dulu dan lebih memilih kamu yang merebutnya. Apa ada jaminan dia akan setia dan tidak mengkhianatimu? Sungguh, jaminan seperti itu tidak ada! Jika dia mampu dan tega melakukannya pada pacarnya dulu, kenapa tidak kepadamu? Sama sekali tidak ada yang bisa menjamin dia akan tetap bersamamu, disampingmu dan tidak selingkuh darimu.

Mengkhianatimu (thoughtcatalog.files.wordpress.com)

Karena bagaimanapun, selingkuh itu bagaikan penyakit yang tak bisa sembuh secara total. Dia bisa kambuh kapanpun jika memang ada kesempatan dan keinginan. Sesungguhnya, pacarnya yang dulu mungkin berterimakasih kepadamu karena telah menjauhkannya dari orang yang

4. Ingatlah, karma akan datang tepat pada waktunya

Kamu percaya adanya karma? Jika kamu percaya seharusnya kamu nggak berusaha keras untuk merebut pacar orang. Karma, hukum sebab akibat, atau apapun kamu menyebutnya, dia akan datang kepadamu tepat pada waktunya. Meskipun kini kamu belum merasakannya tapi “buah” dari tindakanmu akan segera kamu petik di masa mendatang.

Ingatlah, karma akan datang tepat pada waktunya (cloudinary.com)

Kamu akan tau apa akibat dari perbuatanmu yang sudah menyakiti seseorang dan mengambil milik orang lain. Mungkin jika hukum sebab akibat atau karma belum menyapamu, kamu akan terlebih dulu dihadapkan pada hukum sosial. Digunjingkan, diberi “label” yang kurang menyenangkan, dan juga berbagai macam kritik serta celaan dari orang-orang sekitar.

Apapun alasanmu, mengambil milik orang lain sungguh tak dibenarkan. Meskipun cintamu padanya menggebu-gebu, kamu juga harus paham bahwa ada orang lain yang juga mencintainya selayaknya kamu. Lagipula jika kamu dan dia ditakdirkan berjodoh, dia akan datang menghampirimu tanpa harus kamu rebut.

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Jangan Biarkan Dia Menunggu, Jika Kamu Hanya Ingin Menguji Rindu

Seandainya Anggaran E-KTP Dialokasikan Untuk Resepsi Nikah, Ribuan Jomblo Bisa Nikah di Gedung Mewah