Karena Kita Adalah Aku dan Kamu, Tanpa Ada Orang Lain di Dalamnya

Ya, dunia memang terasa milik berdua. Tapi kalian tidak ngontrak, kok!

Aku yakin, kamu pernah mendengar ungkapan “dunia serasa milik berdua, yang lain cuma ngontrak“, bukan? Ungkapan tersebut biasanya ditujukan pada sepasang kekasih yang sedang hangat-hangatnya dimabuk asmara sehingga dunia serasa hanya segala hal tentang kita. Tentang aku dan kamu, tepatnya.

Kurasa, ungkapan itu tidak berlebihan karena memang begitulah adanya. Saat aku bersamamu, aku seoalh tak lagi membutuhkan kehadiran orang lain di sisiku. Bagaimanapun, hubungan ini kita yang menjalaninya, bukan orang lain.

Bukan egois atau antipati

Banyak orang yang menganggap bahwa kita menjadi sosok yang egois dan antipati ketika bersama. Kata mereka, kita tak lagi mempedulikan apapun atau siapapun yang ada di sekitar kita. Tapi mereka salah paham. Kita bukan tidak mempedulikan mereka. Kita hanya membuat sebuah dunia yang nyaman untuk kita tinggali berdua di dalamnya.

banhakn banyak lagu yang juga menceritakan perasaan memiliki dunia berdua saja (youtube)

Aku yakin apa yang kita lakukan bukanlah sebuah tindakan egois atau antipati terhadap lingkungan sekitar, karena toh kita masih tetap bersosialisasi dengan mereka semua. Aku rasa, tidak ada salahnya jika sepasang kekasih membuat dunianya sendiri, karena di situlah kita bisa saling mengenal satu sama lainnya, tanpa ada bisik-bisik sumbang dari manapun.

Aku bisa mencontohkan ratusan film-film drama sebagai contohnya. Ah, atau ambil contoh dari film Dilan yang masih hangat itu saja, ya? Aku yakin kalian masih ingat adegan-adegan romantis dimana Dilan dan Milea berboncengan motor keliling Bandung sambil diguyur hujan. Itulah yang kunamakan tinggal dan hidup di dunianya sendiri.

Seperti Dilan dan Milea yang menikmati guyuran hujan seakan bagai diguyur air hangat dari shower (shopback.com)

Coba saja kalian berkendara sambil hujan-hujanan begitu sendirian sambil pasang muka senyum-senyum bahagia. Gila, itu mungkin kata orang-orang. Tapi tidak demikian halnya saat kau melakukannya bersama belahan jiwa. Guyuran hujan yang dingin sekalipun akan terasa sehangat shower air panas di kamar mandi rumah! Itu dikarenakan kita tinggal dalam dunia dengan perspektif berbeda dari orang lain.

Kehadiran orang lain

Lewat apa yang aku jelaskan tadi, rasanya aku sudah bisa menganggap kalian paham bahwa tak masalah jika ada sepasang kekasih terlihat seperti hidup dalam dunianya sendiri. Asalkan masih ada sosialisasi dan toleransi pada lingkungan sekitar, rasanya hal itu sah-sah saja. Karena memang demikianlah adanya. Ketika orang lain lantas masuk ke dalam dunia itu, maka keseimbangan kosmik kami bisa terganggu.

Karena kita adalah aku dan kamu saja, tanpa ada orang ketiga di dalamnya (empowher.com)

Orang lain yang kumaksud tentu saja mereka yang punya niat untuk mengambil-alih kebahagiaan dari kami, yaitu mereka yang ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan kami dan ingin menggunting dalam lipatan. Pada orang-orang seperti inilah alasan sebenarnya kami membuat dunia sendiri. Kami ingin memperkuat rasa cinta yang ada, agar kelak kami tetap kokoh bersama meski cangkang pelindung dunia kami sudah lapuk dimakan usia.

Akhir kata, dari serentetan penjelasanku tadi, aku hanya ingin menyampaikan bahwa sebenarnya kita punya cangkang kehidupan masing-masing. Dunia masing-masing. Dan aku percaya, di tempat seperti itulah kita hanya ingin membaginya bersama orang terkasih…

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *