Karena Kesetiaan Itu Mahal, Maka Orang Murahan Memang Tak Bisa Melakukannya

Mengobral hati dan kesetiaan pada banyak orang memang jauh lebih mudah daripada menjaganya dengan satu pasangan saja

Dari sekian banyak bumbu-bumbu yang menyedapkan hubungan percintaan, kesetiaan adalah bumbu yang paling mahal dan sulit didapatkan. Jika tidak pintar mengolahnya, ia bisa beralih menjadi sebuah kebusukan perselingkuhan.

Jadi boleh dibilang, perjuangan yang dilakukan oleh sepasang kekasih untuk bisa bersatu belum selesai begitu saja. Masih ada tahap yang lebih berat setelahnya, yakni menjaga dan merawat kesetian serta memupuk cinta agar senantiasa bersemi di segala musim.

Mereka yang tak setia adalah orang-orang yang murahan

Kesetiaan bukanlah sebuah hal yang sepele, sedangkan berselingkuh itu mudah. Oleh karenanya, tidak semua orang bisa mempertahankan kesetiaan yang dimilikinya, sedangkan siapapun bisa dengan mudahnya tergoda untuk berelingkuh.

Berselingkuh memang lebih mudah daripada bersetia (merahputih.com)

Bersetia berarti menjaga api cinta tetap menyala meski pasangan kita sudah tak lagi sama seperti pertama kali kita mengenalnya, seperti kali pertama kita merasakan jatuh hati kepadanya. Saat kulit-kulit di sekujur tubuh mulai mengendur dan rambut perlahan memutih, melihat pasangan tetap sama menariknya seperti sedia kala adalah hal-hal yang hanya bisa timbul dari kemauan kita memelihara kesetiaan.

Mampukah kamu menjaga api asmara tetap berkobar hingga hari tua? (googleplus akbar fitri)

Berselingkuh pada kenyataannya memang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang murahan. Mereka menyadari bahwa separuh hatinya sudah menjadi milik orang lain, namun masih ingin membaginya lagi kepada hati yang lain. Bukankah itu amat murahan? Karena mereka rela mengobral kesetiannya hanya karena tertarik pada orang lain yang dirasa punya banyak kelebihan dibandingkan pasangannya saat ini.

Sekali berselingkuh, kemungkinan untuk mengulanginya kembali dengan orang lain semakin besar (dagelan.co)

Orang-orang seperti ini lupa, bahwa layaknya sebuah siklus, ia juga punya kemungkinan besar untuk bosan pada orang baru yang menjadi partner selingkuhnya. Jadi, bukankah lebih baik bersetia pada satu orang dan mencari terus cara-cara untuk mengobarkan api cinta yang ada?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *