Karena Cinta Harus Selalu Menuntut, Bukan Hanya Diam Dan Menerima Apa Adanya

Terkadang kamu harus menuntut demi hubungan yang lebih baik di masa depan…

Menerapkan kriteria-kriteria tertentu dalam memilih pasangan memang wajar dilakukan. Misalnya saja kamu ingin memiliki pasangan yang pintar, rajin ibadah, memilki badan proporsional, baik hatinya hingga bijaksana. Namun ketika kamu bertemu dengan seseorang yang sesuai dengan kriteria tersebut, belum tentu kamu bisa jatuh cinta padanya. Mungkin sekedar suka secara mata karena melihat sosok yang selama ini kamu imajinasikan. Lagipula, belum tentu cintamu akan terbalas olehnya.

Baca juga : Pelajaran Tentang Memaafkan dan Mengikhlaskan dari Seorang Ayah yang Anaknya Dibunuh Perampok

Perasaan cinta muncul secara alami dan tidak bisa dipaksakan. Bahkan beberapa orang menyebut cinta itu tidak bersyarat karena ketika kamu mencintai seseorang, kamu akan bersedia menerimanya secara menyeluruh tanpa terkecuali. Entah itu sesuai kriteria atau tidak, kamu bahkan sudah tidak peduli lagi.

Menuntut atau menerima apa adanya? (vebma.com)

Memang begitulah cinta yang ideal. Saling menerima apa adanya kondisi pasangan, menerima kekurangan dan kelebihan. Namun apakah harus seperti itu seterusnya? Kalau kata Tulus sih,

“Jangan cintai aku apa adanya, jangan….”
“Tuntutlah sesuatu biar kita jalan kedepan”

Pasti banyak yang tidak setuju dengan lirik tersebut. Pasangan yang menuntut biasanya diidentikan dengan matre, cintanya nggak tulus, dan nggak bisa menerima apa adanya. Padahal, menuntut disini bisa diartikan ke arah yang positif yaitu memperbaiki kualitas diri masing-masing.

Setiap orang pastilah menginginkan kualitas diri yang lebih baik. Dan akan lebih menyenangkan jika bisa memperbaiki kualitas bersama-sama dengan pasangan. Artinya, tidak hanya kamu yang menuntut pasangan agar lebih baik, kamu juga harus memperbaiki diri demi pasangan, dan orang-orang disekitar.

Karena tidak ada yang bisa benar-benar menerima kekurangan

Setiap orang pastilah memiliki kekurangan dan kelebihan, namun yang harus kamu catat adalah tidak ada seseorang yang benar-benar bisa menerima semua kekurangan kamu, mereka hanya mengesampingkan hal tersebut tanpa harus mempermasalahkan. Mungkin selama ini pasanganmu bisa santai, tenang, dan tidak risih menghadapi semua kekurangan. Tapi bukan berati dia bisa menerima 100%. Dia hanya tidak mau mempermasalahkan hal kecil yang bisa menjadi masalah besar dalam hubungan kalian.

Karena tidak ada yang bisa benar-benar menerima kekurangan (vebma.com)

Misalnya saja kamu suka telat saat janjian, tapi pacar kamu biasa aja. Bukannya dia senang dengan kebiasaan buruk tersebut, dia hanya nggak mau nyari masalah dengan menyuruh dan memaksamu datang tepat waktu.

Atau misalnya kamu suka ngupil sembarangan tapi pasangan kamu fine-fine aja. Dia hanya nggak mau masalah datang hanya karena melarangmu melakukan hal tersebut. Dan jika memang kamu sadar itu adalah kebiasaan buruk yang merugikan, kenapa nggak coba untuk diperbaiki?

Saling menuntut dan memperbaiki diri bersama

Siapa sih yang mau menjalani hubungan yang gitu-gitu aja tanpa adanya kemajuan? Setiap pasangan pasti ingin memiliki masa depan yang lebih cerah. Untuk itu terkadang dia ‘menuntut’ agar kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi sebisa mungkin jangan menunggunya menuntut kamu berubah, lakukan saja sesuai kesadaran diri. Karena bagaimanapun yang namanya tuntutan itu tidak menyenangkan. Lagipula, berubah ke arah yang positif apa salahnya?

Berubahlah sebelum dituntut (vebma.com)

Selama tuntutan tersebut masuk akal, bisa kamu lakukan, dan demi kebaikan diri kenapa tidak? Salinglah menuntut satu sama lain demi masa depan hubungan yang lebih cerah. Saling perbaiki kualitas diri dan nikmati proses perubahan bersama-sama. Toh terus menerima apa adanya tidak akan membuat kalian kemana-mana. Hubungan hanya akan jalan di tempat tanpa ada sesuatu yang bisa diraih untuk masa depan.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Cinta Itu Fana, Bebas, Universal, Peduli, Tak Bisa Diprediksi, dan Alami

Bernostalgia dengan Kata-Kata Mutiara dari Serial Kartun Favorit Generasi 90-an