Karena Cinta Butuh Kedewasaan, Tak Perlu Buru-buru Minta Dihalalkan

Pernikahan bukan untuk dilombakan!

Seperti yang kamu tau, pernikahan merupakan sesuatu sakral yang tak boleh kamu lakukan begitu saja tanpa adanya persiapan. Pernikahan juga bukan ajang perlombaan yang bisa menentukan siapa duluan dan siapa yang paling belakang.

Menikah bukan untuk dilombakan (rd.com)

Meskipun tau pernikahan bukan perlombaan, terkadang rasa galau tak bisa dihindari ketika orang-orang terdekat sudah menikah, sementara kamu masih saja sendiri. Apalagi sering ditanya, “Kapan nikah?”.

Tapi jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan bagimu untuk buru-buru nikah. Karena sebuah hubungan cinta, utamanya yang akan menuju pernikahan, membutuhkan kedewasaan dari kedua pihak. Jangan sampai karena keburu nikah, kehidupanmu justru tidak bahagia. Bahkan sudah banyak kasus perceraian karena ketidaksiapan membangun rumah tangga.

Pernikahan menyatukan dua keluarga

Sebelum menikah, kamu harus mengenal keluarga pasangan terlebih dulu. Karena sejatinya pernikahan nggak hanya tentang kamu dan dia, tapi juga menyatukan dua keluarga. Tanpa disadari, keluarga memegang peran penting dalam keharmonisan rumah tangga.

Pernikahan menyatukan dua keluarga (arj-photo.co.uk)

Pastikan kamu dan pasangan mengenal keluarga masing-masing. Bangun keharmonisan dengan masing-masing keluarga agar tak timbul masalah di kemudian hari. Jika kamu dan dia bisa melakukan hal ini, berarti hubungan kalian telah dewasa.

Tak hanya masalah hati dan cinta, pernikahan juga butuh logika dan pikiran realistis

Pernikahan memang seharusnya terjadi karena adanya cinta. Namun ternyata, cinta bukanlah satu-satunya “modal” dalam sebuah pernikahan. Cinta wajib ada, tapi kamu juga harus barengi dengan logika dan juga berpikir realistis kedepan. Demi masa depan rumah tangga yang lebih baik, coba mulai pahami dari sekarang.

Tak hanya masalah hati dan cinta, pernikahan juga butuh logika dan pikiran realistis (rd.com)

Misalnya berpikir tentang apa saja yang ingin dibangun dan dicapai dalam pernikahan, target apa yang ingin di raih, serta bagaimana kesiapan kamu dan pasangan dalam mencapai target tersebut. Menyamakan pikiran, visi dan misi juga salah satu bukti hubungan yang telah dewasa.

Jangan sampai pernikahan hanya berjalan apa adanya tanpa ada perkembangan sama sekali. Bahkan keadaan menjadi lebih buruk setiap hari. Nggak mau kan yang kaya gini sampai terjadi?

Menikahlah karena siap dan ingin, bukan karena yang lain

Mungkin banyak diantara kamu yang menikah hanya karena lelah ditanya “kapan nikah?”, atau lelah dengan omongan orang sekitar. Ada juga yang buru-buru menikah hanya karena menyusul teman-teman yang lain. Lebih parahnya, buru-buru menikah karena ingin “balas dendam” sama mantan yang nikah duluan.

Menikahlah karena siap dan ingin, bukan karena yang lain (independent.co.uk)

Ayolah, pernikahan tidak sebercanda itu. Menikahlah ketika kamu siap dan juga ingin, bukan karena paksaan ataupun orang lain. Pernikahan membutuhkan dua orang yang sama-sama “utuh”, yang artinya siap menikah karena tujuan mulia. Bukannya menjadikan pernikahan sebagai cara untuk menyembuhkan luka.

Pernikahan memang harus disegerakan, namun bukan berarti serba terburu-buru. Biarkan hubungan dan cintamu tumbuh dewasa dulu. Jika memang waktunya sudah tepat, maka menikahlah. Jangan sampai karena buru-buru minta dihalalkan malah berujung dengan perceraian.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *