Tulisan Ini Khusus untuk Kamu yang Selalu Tanya dan Ditanya “Kapan Nikah?”

Buat pelaku dan korban, silahkan sama-sama baca

1.7k
SHARES

Memasuki usia-usia krusial dimana kebanyakan orang sudah menikah, saya sering mendapatkan petanyaan menohok “kapan nikah?” Dan semakin lama, saya jadi berpikir, siapa sih sebenarnya orang yang pertama kali mempopulerkan pertanyaan paling tidak bermutu itu?

Siapa sih sebenarnya yang pertama kali menayakan pertanyaan ini? | balikpapanku.id

Entah mengapa, saya kok benar-benar risih ditanya seperti itu, terlebih kalau yang bertanya adalah orang-orang yang sebenarnya tidak terlalu dekat dengan saya. Belum lagi nada mereka yang sok menghakimi, seolah mereka paling tahu kapan seseorang harus menikah. Padahal nyatanya, nol.

Pertanyaan super menohok

Kalau saja saya mau seperti mereka, maka saya akan melakukannya dengan lebih istimewa. “Gimana hubunganmu sama anu? Udah dapet pelajaran apa aja soal hidup bersama? Udah punya modal buat nikah belom?” Kalau pertanyaan-pertanyaan ini dianggap aneh, terlalu pribadi, dan kurang layak ditanyakan, ya.. memang seperti itu kenyataannya.

“Udah punya modal buat nikah belom?” jauh lebih menohok ketimbang pertanyaan tidak bermutu “kapan nikah?” | nspcc.org.uk

Namun, nilai lebihnya, pertanyaan-pertanyaan super menohok ini membuat saya terlihat begitu peduli dengan orang yang saya tanyai. Menanyakan hal yang begitu mendasar sebelum sampai pada pertanyaan pamungkas, “Kapan nikah?” adalah perbuatan yang luar biasa, menurut saya.

Melanggar privasi

Apa salah? Toh menikah bukanlah sebuah keputusan mendadak yang tahu-tahu ada. Karena faktanya, menikah itu butuh kemauan dan persiapan matang. Menikah itu adalah tujuan akhir dari para pasangan yang berpacaran. Artinya, jelas bahwa menikah itu bukanlah ‘mainan’ yang bisa dibeli sambil jalan.

Menikah itu butuh kemauan dan persiapan matang, tidak bisa dadakan. Jadi, silahkan berhenti menanyakan kapan. | topsy.one

Jadi, kalau kamu masih merasa bahwa pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya ajukan ini salah, seharusnya kamu juga sadar bahwa menanyakan kapan seseorang akan menikah itu adalah hal yang kurang ajar. Pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya tanyakan dengan pertanyaan “kapan nikah?” itu sama-sama melanggar privasi, yang sebaiknya hanya ditanyakan kalau kamu benar-benar peduli, bukan sekadar basa-basi.

Pikirkan lagi dan tetap semangat!

Maka, pada akhirnya, untuk kamu yang masih suka basa-basi dengan pertanyaan “kapan nikah?” silahkan berpikir dua kali sebelum membuka mulutmu. Apalagi kalau kamu berniat menanyakannya dengan embel-embel menyuruh seperti “buruan nikah, ngapain sih pacaran lama-lama?” atau menakut-nakuti semacam “nikah sana, pacaran lama-lama malah nggak jadi lho…”

Tolong, pikirkan lagi. Kamu tidak tahu kan apa yang sedang dia perjuangkan bersama pacarnya?

Kamu tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya sedang mereka perjuangkan. | genarrator.org

Dan untuk kamu yang masih saja jadi korban basa-basi karena pertanyaan paling tidak bermutu itu, tetaplah semangat! Terus saja jalani apa yang sudah kamu yakini, dan jangan pernah berhenti untuk mewujudkannya. Toh menikah itu bukan perlombaan, jadi jangan khawatir kamu akan melakukannya lebih dulu atau belakangan.

1.7k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."