Astaga, Pembuat Kaos ‘Turn Back Quran’ Pasti Gagal Paham Mengartikan ‘Turn Back Crime’

Pahami dulu maksud ‘Turn Back Crime’ sebelum gagal paham dan berujung konyol

Sejak Kombes Khrisna Murti mempopulerkan istilah ‘Turn Back Crime’ di Indonesia, kaos polo bertuliskan kalimat tersebut langsung populer di masyarakat. Meski sempat jadi polemik karena banyak warga sipil yang mengenakan kaos polo berlogo ‘Turn Back Crime’, namun pihak kepolisian akhirnya tidak mempersoalkan lagi hal ini karena menurut Khrisna, ada hal prinsip yang membedakan kaos ‘Turn Back Crime’ yang dipakai aparat polisi dengan yang dipakai oleh masyarakat.

‘Turn Back Crime’ sendiri merupakan kampanye kesadaran global yang dikembangkan oleh INTERPOL untuk menyoroti berbagai masalah terkait dengan kejahatan terorganisir. Jika dialih-bahasakan, maka Turn Back Crime diartikan sebagai ‘lawan kejahatan’, atau bisa juga dimaknai sebagai gerakan untuk memberantas segala bentuk kejahatan.

‘Turn Back Quran’ yang salah kaprah

Saking populernya istilah ‘Turn Back Crime’ beserta logonya yang ikonik itu, kini banyak plesetan istilah serupa, namun mengganti kata ‘Crime’ dengan kata lain yang diinginkan. Masalahnya, banyak dari pelesetan itu yang tidak mengerti kaidah dan arti sebenarnya dari istilah ‘Turn Back Crime’ sehingga bisa jadi konyol jika diartikan ke bahasa Indonesia.

Laris manis meskipun salah kaprah. Pembeli dan pembuat sama-sama tidak paham (bukalapak)

Salah satu contoh yang baru-baru ini menghebohkan adalah ‘Turn Back Quran’, ‘Turn Back Allah’ dan ‘Turn Back Sunnah’ yang sebenarnya dimaksudkan sebagai ‘Kembali pada Al Quran’, ‘Kembali pada Allah’ dan ‘Kembali pada Sunnah’. Padahal jika kita menilik ‘Turn Back Crime’ yang berarti berantas kejahatan dan ‘Turn Back Hoax’ yang bermakna berantas kabar bohong, maka ‘Turn Back Quran’ berarti berantas Al Quran. Ini tentu kesalahan yang amat fatal.

Permintaan maaf SMKN 6 Bandung

Kejadian menghebohkan ini bermula dari acara internal bertajuk ‘Turn Back Quran’ yang digelar SMK Negeri 6 Kota Bandung. Salah memahami maksud membuat panitia kegiatan itu menggunakan judul ‘Turn Back Quran’ dengan maksud mengajak para peserta kegiatan itu untuk kembali (berpedoman) pada Al Quran. Panitia kegiatan tersebut baru menyadari kesalahannya setelah tajuk acara tersebut ramai jadi perbincangan.

Niatnya dakwah, tapi kontennya salah (detik)

Pihak SMKN 6 pun segera bergerak cepat dan mengumumkan permintaan maafnya. Kepala SMKN 6 Bandung, Ramdan, mengaku tidak menyadari ada kesalahan makna pada poster acara tersebut, karena ia hanya melihat substansi dari tujuan acara tersebut saat meloloskannya.

“Iya langsung saya konfirmasi, karena ini masalah yang berhubungan dengan agama, jadi enggak bisa di nanti-nanti. Kita bakal block semua postingan tentang acara tersebut. Intinya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat khususnya di media sosial yang membaca tulisan itu. Ini hanya kesalah pahaman pengertian makna saja,” ujar Ramdan.

Produk ‘Turn Back Quran’ lainnya

Tampaknya tidak hanya panitia acara di SMKN 6 Bandung saja yang salah memaknai Turn Back Quran, karena di sejumlah lapak dagangan online, ada orang-orang yang menjual produk kaos bertuliskan ‘Turn Back Quran’, ‘Turn Back Allah’ dan ‘Turn Back Sunnah’.

Kaos ‘Turn Back” yang salah kaprah ini diperdagangkan tanpa tahu kesalahannya (Twitter)

Melihat tujuannya, saya yakin maksud si pembuat kaos baik. Yakni menyadarkan generasi muslim untuk kembali pada tuntunan agama. Namun dengan pemahaman yang salah kaprah, kaos semacam ini justru bisa membuat orang salah sangka dan mengira si pembuat kaos tengah memprovokasi umat muslim.

Ini tentu menyedihkan. Menggunakan istilah asing tentu tidak dilarang, namun penggunanya juga harus paham betul mengenai istilah yang ia gunakan. Kalau sudah begini kan niat baik yang diharapkan justru berubah jadi buruk?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Saking Putus Asanya, 6 Orang Ini Memutuskan Untuk Menikahi Hewan!

5 Pujian Pria yang Sebenarnya Justru Merendahkan Kaum Hawa