5 Alasan Kenapa Kamu Tidak Perlu Lagi Curhat di Medsos

Kalau tangan gatal pengen curhat di medsos, pokoknya ditahan.

Banyak yang mengatakan media sosial saat ini merupakan metamorfosis dari buku diary. Media sosial seperti facebook, Twitter, Instagram, snapchat dan path memang banyak digunakan oleh kebanyakan orang untuk dijadikan media penyampaian perasaan, baik itu lagi bahagia, lagi sedih, ataupun lagi galau. Bahkan tidak sedikit yang sampai ke persoalan yang paling pribadi.

Baca juga : Jika Kamu Siap Jatuh Cinta, Maka Bersiaplah Juga Untuk Kecewa

Media sosial dianggap sebagai buku diary elektronik yang bisa menuangkan segala apa yang dirasakan (jurnalpost.com)

Curhat di media sosial memang  bisa menjadi alternatif untuk melegakan perasaan dan fikiran saat kamu butuh meluapkan apa yang kamu rasakan, namun kamu juga harus melihat itu secara objektif dengan tidak mengindahkan sisi negatif dari curhat di media sosial. Nah, inilah alasan kenapa curhat di media sosial itu tidak perlu lagi.

1. Kamu akan terlihat kesepian

Tidak sedikit orang yang memilih media sosial untuk curhat merupakan orang yang di dunia nyatanya ia kesepian. Meskipun di dunia maya ia terlihat senang, gembira, dan riang, namun memilih dunia maya untuk meluapkan curhatannya merupakan bukti nyata ia tidak memiliki teman nyata untuk diajak curhat.

Orang yang gemar aktif di medsos cenderung orang yang kesepian di dunia nyata (pexels.com)

Bahkan ada sebuah penelitian yang menyebutkan orang yang gemar menggunakan media sosial merupakan orang-orang yang di dunia nyatanya kesepian.

2. Curhatanmu di medsos dianggap hanya cari perhatian

Selain terlihat kesepian, curhat di media sosial juga hanya akan dianggap sebagai orang yang cari perhatian, atau dalam bahasa gaulnya ngeksis. Alih-alih mendapatkan solusi dari curhat di media sosial, kamu justru akan dianggap sebagai orang yang kurang perhatian di dunia nyata dan mencari perhatian di dunia maya.

Jangan terlalu narsis di medsos kalau gak mau dianggap cari perhatian (jalantikus.com)

Atau kamu juga pernah merasakan membuat postingan di media sosial agar diperhatikan orang lain? Ingat, semakin kamu cari perhatian di media sosial maka sebenarnya kamu semakin tidak diperhatikan di kehidupan sosialmu yang nyata, karena kamu terlalu sibuk di dunia maya.

3. Jika tentang masalah pribadi, media sosial bukan tempat yang tepat untuk menyampaikan curhatanmu

Sesuai dengan namanya, media sosial merupakan tempat berkumpulnya orang banyak. Bahkan bisa dikatakan sebagai ruang publik, dengan begitu media sosial bukanlah tempat yang tepat untuk menceritakan hal-hal yang sifatnya pribadi untukmu. Sebab tidak semua hal yang ada di hidupmu patut untuk diceritakan kepada khalayak.

Tidak semua hal bisa kamu ungkapkan di media sosial (pexels.com)

4. Jika curhat soal kebaikanmu, hati-hati loh bisa dianggap riya atau sombong

Pada umumnya orang akan ingin memposting sesuatu yang terbaik di media sosialnya, baik itu foto yang terbaik, baju yang terbaik, make up yang terbaik, sampai barang kepunyaannya yang terbaik ia posting di media sosial. Tidak dipungkiri tujuannya ialah mendapat pujian oleh orang lain di media sosial.

Suka pamer di medsos? Awas loh diangap sombong (majalah-holiday.com)

Namun mereka tidak sadar, apa yang dilakukannya di dunia maya tersebut sebenarnya merujuk ke sifat sombong dan riya. Lebih parahnya lagi jika segala ibadah mereka posting di media sosial hanya untuk mendapatkan pujian. Jadi, jangan lakukan hal yang sia-sia di dunia maya yah.

5. Memicu timbulnya gosip, buruksangka, dan pertikaian

Media sosial bukanlah media yang tepat untuk melakukan komunikasi, terlebih dengan hanya mengandalkan postingan tulisan. Kadang kita membuat sebuah postingan yang tidak bermaksud menyindir seseorang namun ternyata ada yang tersinggung. Atau kita hanya menyindir satu orang ternyata seratus orang yang tersinggung.

tidak sedikit perselisihan bermula dari status di media sosial (kelascinta.com)

Itulah kelemahan berkomunikasi dengan menggunakan media sosial, terlebih untuk soal curhat. Kadang kita lagi curhat sendiri eh ujung-ujungnya ngegosip ngomongin orang, berburuk sangka, bahkan menjadi awal mula dari sebuah pertikaian akibat sebuah status facebook atau cuwitan di twitter.

Itulah lima alasan kenapa curhat di media sosial tidak perlu lagi dilakukan. Jika ingin curhat alangkah lebih baiknya curhat dengan orang terdekat, orang tua, teman, pacar, suami atau istri dengan cara bertatap muka langsung. Selain komunikasi lebih efektif, bisa menjaga privasi, kamu juga terlihat lebih dewasa dengan tidak mengumbar curhatanmu di media sosial.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Sebelum Menyambut Cinta yang Baru, Cobalah Pantaskan Diri dengan 5 Cara Ini

4 Alasan Mengapa Kamu Memilih Putus Meskipun Masih Cinta