Bukan di Jepang, Kampung Hidroponik yang Hijau Ini Ada di Pengadegan

Ini adalah kampung hijau yang siap mendunia

Saat kamu menyusuri pemukiman di kawasan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, kamu akan melihat pemandangan yang tak biasa. Sejauh mata memandang, kamu akan dimanjakan oleh hijau dan asrinya tanaman hidroponik. Ya, Pengadegan adalah kampung hijau yang siap mendunia.

Pemukiman di kawasan Pengadegan yang dipenuhi tanaman hidroponik. | tribunnews.com

Ide brilian dari lurah setempat

Gang-gang sempit di Pengadegan sangat kontras dengan wajah kota Jakarta pada umumnya. Di setiap depan rumah warga dipenuhi tanaman dengan teknik penanaman hidroponik serta kolam ikan. Sehingga pemukiman ini pun kini punya sebutan baru: Kampung Hidroponik Pengadegan.

Setiap gang di Kampung Pengadegan disulap menjadi lahan hijau yang enak dipandang. | desamodern.com

Mursyid, lurah setempat, adalah sosok di balik pemandangan hijau ala Jepang tersebut. Dia lah yang memprakarsai dan mengampanyekan Kampung Hidroponik. Dia menerapkan ilmu yang didapatnya di bangku kuliah Magister Manajemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).

Gara-gara ‘ulah’ Mursyid, pekarangan para warga yang sebelumnya kumuh kini sudah dipenuhi dengan aneka tanaman, serta menyediakan tempat sampah masing-masing.

Bernilai ekonomi tinggi

Hidroponik merupakan sistem bercocok tanam yang paling cocok dikembangkan pada area yang minim lahan. Mengapa? Karena sistem ini tidak membutuhkan lahan luas, bernilai jual tinggi, dan hasil panennya lebih menyehatkan untuk dikonsumsi karena terbebas dari pestisida.

Sistem penanaman hidroponik sangat cocok diterapkan pada lahan sempit. | linkedin.com

Dengan kata lain, tanaman hidroponik bukan saja akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi juga membuat suasana kampung lebih teduh dan asri. Selain memberi nilai ekonomi masyarakat, hidroponik juga bisa untuk penghijauan.

Di Kampung Hidroponik Pengadegan, aneka macam sayuran seperti selada, pakcoy, dan kangkung, setiap dua minggu sekali bisa dipetik hasilnya. Hasil panen dibeli oleh masyarakat setempat dan uangnya digunakan untuk biaya pembelian nutrisi serta bibit baru.

Menarik perhatian luar negeri

Tak hanya itu, masih ada hal menarik lain. Di kampung ini ada satu tempat yang dinamakan Pos Pemantau Tanaman Hidroponik. Dengan sukarela warga bergantian berjaga di pos ini untuk memastikan tidak ada tanaman liar yang justru merusak dan mengotori lingkungan.

Bukan hanya dari dalam negeri, Kampung Hidroponik Pengadegan juga mendapat apresiasi positif dari luar negeri. | suaraindonews.com

Dengan kreativitas luar biasa itu, kampung hijau ini tak hanya menarik perhatian warga setempat dan masyarakat sekitar, namun juga dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Palang Merah Internasional dan Zurich Foundation yang menyempatkan diri untuk melihat langsung.

Keren ya… Bagaimana dengan kampungmu? Adakah inisiatif untuk melakukan hal serupa?

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *