Jogja dan 3 Hal Positif Tentangnya yang Akan Membuat Hidup Lebih Bermakna

Sampai kapanpun, Jogja akan tetap istimewa dengan semua hal tentangnya

Bisa dibilang, Jogja menjadi tempat yang tepat untuk kamu yang ingin menikmati liburan berkesan. Banyak tempat wisata mulai dari wisata alam, wisata edukasi, wisata belanja hingga wisata kuliner yang bisa kamu temukan di setiap sudutnya. Tidak heran kalau akhirnya Jogja tak pernah sepi dari pelancong lokal maupun mancanegara.

Baca juga : Kisah Erix Soekamti, Vokalis Band Punk yang Dirikan Sekolah Gratis Karena Dendam Pribadi

Jogja dan hal positif tentangnya (upload.wikimedia.org)

Namun ternyata, Jogja bukan hanya sebagai tempat untuk bersenang-senang. Kota budaya ini juga memiliki banyak sekali nilai positif yang bisa membuat hidup lebih arif dan bermakna. Nah jika kamu berkesempatan berkunjung ke Jogja jangan hanya habiskan waktu untuk wisata dan bergembira. Coba tengok sisi positif dari berbagai filosofis hidup dan budaya-budaya Jogja.

Kehangatan, kesederhanaan dan keakraban ala angkringan

Siapa sih yang tidak kenal dengan angkringan? Gerobak kuliner satu ini memang masih menjadi favorit masyarakat di tengah gempuran modernisasi dan cafe kekinian. Selain menawarkan kuliner yang relatif terjangkau, angkringan ternyata memiliki filosofis yang membuatnya tetap eksis di hati penggemarnya.

Kehangatan, kesederhanaan dan keakraban ala angkringan (paketwisatajogja75.com)

Ketika kamu duduk di angkringan, tak ada sekat karena status sosial. Semua duduk bersama dan membaur satu sama lain. Membicarakan beraneka ragam topik sembari menikmati hidangan sederhana yang tersaji.

Angkringan bukan saja menjadi tempat untuk menghilangkan lapar dan dahaga, namun juga sebagai tempat bersosialisasi. Tempat dimana kehangatan, kesederhanaan dan keakraban mambaur menjadi satu.

Jogja menjadi tempat belajar ilmu kehidupan

Ketika kamu berburu kuliner di Jogja, jangan heran jika menemukan banyak pedagang yang sudah berusia lanjut. Tidak hanya dibidang kuliner, banyak manula yang masih semangat mencari nafkah dengan berjualan di pasar, hingga berkeliling menjajakan barang dagangan lainnya. Semua dilakukan dengan ketulusan, bukan hanya tentang tuntutan.

Mbah Marto (twimg.com)

Meski sudah berusia senja, kakek-nenek ini pantang menyerah. Memilih untuk tetap bekerja dan selalu bersyukur meski pendapatan tidak seberapa. Rata-rata mereka tidak mau bergantung kepada orang lain dan memilih hidup mandiri meski dalam kesulitan. Hebatnya, semua dilakukan dengan ikhlas dan ketulusan, serta jauh dari keluhan-keluhan.

Bagaimana dengan kamu yang masih muda dan memiliki tubuh sehat? Malu lah jika kamu masih gemar foya-foya dan berleha-leha, apalagi dengan uang orang tua.

Abdi dalem Keraton dengan gajinya yang hanya 15 ribu rupiah per bulan

Jumlah gaji menjadi salah satu hal yang pasti dipertimbangkan ketika kamu mencari pekerjaan. Mencari jumlah yang sesuai agar kebutuhan sehari-hari bisa tercukupi. Tapi hal ini berbeda dengan para abdi dalem di Keraton Yogyakarta. Meski tau jumlah gaji hanya sebatas belasan ribu rupiah setiap bulan, banyak yang mengajukan diri agar bisa mengabdi untuk Keraton dan keluarga Raja.

Abdi dalem Keraton (tirto.id)

Mereka datang karena panggilan jiwa untuk mengabdi, bukan untuk digaji. Kesetiaan mereka untuk Sultan adalah hal yang paling istimewa. Mereka bekerja dengan hati dan percaya ada berkah luar biasa yang akan didapat dari pengabdian mereka, tentu lebih dari sekedar nominal gaji. Bahkan hanya agar bergaji 15 ribu per bulan, seorang abdi dalem harus melalui 5 tahapan yang tidak mudah.

Tidak semua orang bisa memahami profesi satu ini. Dari segi batiniah, mereka mendapatkan ketenangan hati dan kemampuan mengendalikan hawa nafsu duniawi. Hebatnya lagi, di tengah dunia yang makin materialistik ini ternyata keberlangsungan ‘profesi’ abdi dalem ini masih baik terjaga. Inilah yang disebut keistimewaan.

Inilah beberapa fakta tentang Jogja yang memang istimewa sejak dahulu kala. Selain hal-hal di atas tentu masih banyak kebaikan dan hal positif yang selalu diberikan Jogja kepada mereka yang mau memahami dan belajar dari nurani.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

7 Hal Paling ‘Gendeng’ yang Bisa Kita Kaji dari Teaser Wiro Sableng

Pantai Sandal Jodoh di Bengkulu yang Unik dan Bikin Baper