Jodoh Tak Akan Kemana, Tak Perlu Bingung Hanya Karena Belum Menemukannya

Lebih baik lakukan sekian hal ini sembari menunggu datangnya jodoh

Selama ini banyak yang mengatakan bahwa “Jodoh itu tak perlu dikejar”. Jodoh akan datang dengan sendirinya ketika waktunya tepat. Namun tidak semua orang memiliki kesabaran untuk menunggu datangnya jodoh. Banyak yang drama bahkan merasa khawatir berlebih ketika diri tak kunjung dipertemukan dengan belahan hati.

Menunggu jodoh (peakpx.com)

Menunggu jodoh memang bisa membuat kamu harap-harap cemas. Meski begitu kamu harus tetap berpikir logis dan terus bersabar, serta berdoa. Percaya saja bahwa Tuhan sedang menyimpan jodoh istimewa untukmu. Dan ketika waktunya tiba, jodoh akan datang di saat yang tak terkira, secara tidak terduga.

Menunggu sembari memaksimalkan potensi diri

Jika kamu bertanya apa yang harus dilakukan sembari menunggu, ini jawabannya. Menjadi lajang artinya itu adalah waktu yang tepat untukmu memaksimalkan kemampuan dan potensi yang ada di dalam diri. Alih-alih mengisi waktu dengan drama dan rasa galau yang tiada habisnya, lebih baik dalami dan tekuni bidang yang kamu suka.

Menunggu sembari memaksimalkan potensi diri (fthmb.tqn.com)

Raih apa saja yang kamu inginkan dengan potensi yang kamu punya. Atau kamu juga bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang paling tinggi. Percayalah, hal ini akan jauh lebih berguna untuk masa depan. Termasuk, ketika kamu bertemu jodoh dan siap menuju pernikahan, potensi bisa menjadi bekal kehidupan.

Memahami arti keluarga dan pertemanan

Menjadi lajang, artinya kamu punya banyak waktu untuk keluarga, sahabat dan juga teman-teman. Dengan mereka, kamu tidak akan merasakan kesepian dan juga rasa sedih. Kebahagiaan yang akan kamu dapat saat berkumpul dengan mereka seakan menjadi obat mujarab untuk mengobati rasa khawatir karena jodoh.

Memahami arti keluarga dan pertemanan (cdn.jewishboston.com)

Tak perlu muluk-muluk, kamu bisa mengajak keluarga atau teman untuk piknik sederhana di belakang rumah. Mengadakan perkumpulan rutin sebulan sekali atau sekedar jalan bareng untuk menghilangkan rasa bosan. Semua kegiatan yang kamu lalui bersama mereka akan membuat kamu sadar arti penting keluarga dan juga teman dalam kehidupan.

Pergi dan jelajahi tempat yang belum pernah kamu datangi

Salah satu cara menyenangkan dalam penantian jodoh adalah dengan traveling. Habiskan waktu dengan mengunjungi tempat baru yang belum pernah kamu datangi sebelumnya. Jelajahi dan ambil hal-hal positif dari tempat tersebut. Puaskan diri dengan menghirup udara segar atau sekedar memandang pantai dan pegunungan untuk membuat perasaan menjadi lebih baik.

Pergi dan jelajahi tempat yang belum pernah kamu datangi (huffpost.com)

Karena ketika sudah memiliki pasangan, kamu tak akan sebebas ketika lajang. Bukannya menakuti, ini gambaran nyata yang akan kamu hadapi. Oleh karena itu sebelum jodoh datang, nikmati dan jelajahi semua tempat yang ingin kamu datangi.

Perbaiki kualitas diri

Jodoh itu cerminan diri. Seperti yang orang-orang sering katakan “Pria baik untuk wanita yang baik pula”. Oleh karena itu lebih baik kamu mulai tingkatkan kualitas diri agar kamu mendapatkan jodoh dengan kualitas yang baik pula nantinya.

Perbaiki kualitas diri (thoughtcatalog.files.wordpress.com)

Manfaatkan waktu untuk merenung dan introspeksi diri. Perbaiki kekurangan dan juga jangan ulangi kesalahan yang sama. Banyak-banyak bersabar dan bentengi diri dari dendam. Percayalah, jika kamu meningkatkan kualitas diri, maka jodohmu akan melakukan hal yang sama, dimanapun dia berada.

Kamu memang harus bersabar menantikan jodoh. Jangan hanya karena khawatir dengan usia, kamu memilih jodoh sembarangan. Pilih dia yang mencintaimu dengan tulus, jangan hanya karena fisiknya. Karena fisik belum tentu bisa menjamin bahagia. Sekali lagi, bersabarlah dan terus berusaha. Jangan lupa berdoa!

Tulis Komentarmu

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Nasihat Baik Untuk Para Lelaki: Jangan Terlalu Berkorban Demi Wanita

Salut, Bill Gates Lunasi Hutang Nigeria Sebesar Rp1,02 Triliun Demi Basmi Polio