Buat Para Suami, Jika Ingin Banyak rejeki Cobalah Selalu Bahagiakan Istri. Ini Alasannya!

Dibalik suami yang sukses ada istri yang dibahagiakannya terlebih dahulu!

Buat kamu yang pernah menonton film Surga yang Tak Dirindukan, pasti tahu bagaimana kebahagiaan seorang istri sangat berpengaruh dengan rejeki suami. Jika istrimu merasa kurang mendapatkan kebahagiaan atau malah kamu sakiti hatinya, percayalah rejeki suami juga akan terganggu.

Baca juga : Kita Semua Punya Batasan. Kita Semua Membuat Kesalahan. Artinya, Kita Semua Punya Persamaan

Film Surga yang tak dirindukan mengajarkan kita untuk selalu membahagiakan istri (rojakdaily.com)

Kita ambil kasus pada film Surga yang Tak Dirindukan, Saat Prasetyo suami darai Arini (pemeran utama) memutuskan untuk menikah lagi, dan hal itu diketahui oleh Arini, tiba-tiba semua pekerjaan yang ia pegang bermasalah. Mulai dari pengerjaan proyek yang molor, pembatalan kerjasama dengan perusahaan lain, bahkan Prasetyo harus mengganti semua kerugian perusahaannya.

Memang itu hanya terjadi dalam sebuah film, namun tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi pada kehidupan nyata. Lalu apa sebabnya kebahagiaan istri mempengaruhi rejeki suami? Berikut penjelasannya!

Jika seorang suami bekerja bertujuan membahagiakan istri, Allah pasti meridhoi

Dalam ajaran agama Islam kita mengenal dengan hadist semua sesuatu tergantung pada niatnya. Jika kita niatnya bagus, maka hasilnya pun akan bagus. Demikian juga dengan saat kita mencari rejeki.

Jika niat bekerjamu untuk membahagiakan istri, maka urusanmu akan dipermudah (ikapurwaningtyas.files.wordpress.com)

Jika kita diniatkan untuk membahagiakan istri, pasti Allah akan meridhoi, dan jika pekerjaan kita diridhoi Allah, bisa dipastikan semua yang kita kerjakan akan diberi kemudahan dan keberkahan. Tapi sebaliknya, jika seorang suami bekerja hanya untuk foya-foya dirinya semata tanpa membahagiakan istri, percayalah hal itu tidak akan diridhoi.

Rasa syukur dari istri akan membuka pintu rejeki suami

Jika seorang beryukur, maka akan diberi kenikmatan berlipat ganda, namun jika seseorang lalai bersyukur maka akan diberi kesusahan. Itulah konsep yang diajarkan dalam Islam, intinya semakin keluarga  kita pandai beryukur, maka pintu rejeki keluarga kita akan semakin terbuka lebar.

Semakin pandai beryukur, maka rejekimu semakin bertambah (blog.debusana.com)

Agar keluarga kita selalu pandai beryukur, maka kita perlu membahagiakannya terlebih dahulu. Jadi, cobalah bahagiakan istrimu agar dia beryukur. Semakin banyak rasa syukur yang istrimu panjatkan maka semakin banyak rejeki yang kamu dapatkan.

Semakin merasa bahagia, istri akan semakin khusyuk mendoakan kita

Allah sudah berjanji dalam firmanNya, “Berdoalah niscaya akan dikalbulkan”. Jadi semakin istrimu banyak berdoa untuk pekerjaanmu, maka kamu akan semakin dipermudah mendapatkan rejeki. Dalam hal ini berdoa sebenarnya tidak bisa dipisahkan dengan rasa beryukur.

Bahagiakan istrimu, maka ia akan mendoakanmu (reportaseterkini.net)

Misal saja, hari ini kamu tiba-tiba memberikan istrimu kalung emas yang selama ini ia idam-idamkan. Secara otomatis istrimu akan mengucap syukur seraya mendoakanmu. Jadi, bahagiakanlah istrimu agar selalu di doakannya.

Bahagia dan sedihnya seorang istri merupakan energi yang memengaruhi kerja suami

Kita kembali mengambil contoh dari film Surga yang Tak Dirindukan. Saat Arini tahu Prasetyo menikah lagi, ia marah besar, kecewa, bersedih, bahkan hampir putus asa dengan hubungannya. Hal itu berdampak pada seluruh keluarganya, termasuk Prasetyo, suaminya. Arini yang selama ini menjadi penyemangat saat ia bekerja, tiba-tiba sangat bersedih dan kecewa atas perbuatannya. Kerja Prasetyo pun akhirnya tidak fokus.

Jika istrimu sedih, pasti kamu juga akan kurang bersemangat untuk bekerja. Rejeki pun menjauh (ummi-online.com)

Dari kisah tersebut kita bisa ambil pelajaran, jika seorang istri merupakan kunci kebahagiaan keluarga. Jika istrimu bahagia maka seisi keluarga akan ikut bahagia. Namun jika istri sedang sedih, keadaan keluarga pun akan kacau, baik keadaan rumah yang berantakan, cucian numpuk, lantai kotor, masakan tidak seenak biasanya, senyuman manis istri hilang, dan suasana rumah terasa dingin. Hal ini berdampak suami kurang bersemangat bekerja.

Itulah beberapa alasan kenapa kebahagiaan seorang istri bisa menjadi pendongkrak rejeki seorang suami. Jadi, jika kamu kelak menjadi seorang suami wajib hukumnya membahagiakan istrimu. Jangan sampai membuat ia sedih, apalagi kecewa dengan apa yang kamu perbuat. Hal itu akan membuat rejekimu lancar, keadaan keluarga kecilmu juga lebih romantis dan harmonis. Ingatlah, dibalik suami yang sukses ada istri yang dibahagiakannya terlebih dahulu!

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Larangan Mandi Malam Hari Hanyalah Sisa Budaya Kolonial yang Tidak Masuk Akal

Ramadhan Sebentar Lagi, Siap Kangen-Kangenan Sama 7 Momen Ini?